Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
75 Di Sambut Baik


__ADS_3

Setelah beberapa bulan tidak bertemu kali ini adalah kali pertama nya untuk bertemu lagi.


Sesampainya di rumah Dimas, jantung Bintang tetap saja tidak bisa tenang. Di dalam dadanya masih terus bergemuruh, namun Bintang berusaha menutupinya dengan mengulas senyuman manisnya.


Pak Hendra hari ini tidak ke kantor karena juga akan menghadiri acara bersama Dimas.


Begitu pintu rumah di buka, wangi khas dari rumah itu kembali tercium oleh hidung Bintang.


Matanya melihat ke setiap sudut mencari penghuni rumah yang tak juga terlihat oleh nya.


"Di mana papa mama bi?" tanya Dimas


"Ada di taman samping den"


Dimas menggandeng tangan Bintang dan mengajaknya untuk ke taman samping.


Rupanya papa dan mama nya sedang menikmati udara pagi di samping kolam renang sambil asyik bercerita.


"Pa, ma...." panggil Dimas dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.


Pak Hendra dan bu Ririn langsung berdiri menyambut kedatangan mereka dengan suka cita.


Seperti orang tua yang menyambut anak kandungnya sendiri, bu Ririn tidak terlihat membeda bedakan Bintang dengan Dimas.


"Dimas, Bintang. Sini nak..." kata pak Hendra dengan merentangkan tangannya lalu memeluk Dimas.

__ADS_1


Bintang mengulurkan tangannya untuk menyalami tangan papa dan mama mertuanya itu dan di sambut baik.


Apa yang Bintang cemaskan ternyata tidak terjadi, bu Ririn begitu ramah dan perhatian padanya.


Bintang menjadi merasa bersalah karena lebuh dulu menaruh prasangka buruk pada mama mertuanya.


"Ya Allah, maafkan hamba yang sudah lebih dulu berprasangka buruk terhadap mama mertua hamba. Terima kasih ya Allah, Engkau telah membuka hati mama untuk bisa menerima hamba menjadi menantunya. Alhamdulillah ya Allah...." batin Bintang


Seperti tidak pernah terjadi sesuatu sebelumnya, bu Ririn terlihat begitu sayang pada menantunya itu.


Dimas merasa senang, tenang dan bahagia melihat kedua bidadari nya akur begitu.


Sambil melihat oleh oleh yang menantunya bawa, bu Ririn juga membahas acara sore nanti.


"Oh ya ma,Hani di mana ma?" tanya Bintang karena sedari pagi ia sampai di rumah ini ia sama sekali tidak melihat adik iparnya itu.


"Hani lagi di luar kota sekarang, dia ada pekerjaan baru menjadi brand ambassador dari brand terkenal. Bangga banget deh mama sama Hani" jawab bu Ririn


Mendengar itu aku pun juga merasa bangga seperti mama, masih terbilang sangat muda dan Hani sudah begitu sukses sekarang.


"Alhamdulillah ma, aku juga seneng denger nya"


"Wah... lagi bahas apa si, seru banget kek nya" sambung Dimas dan duduk bergabung dengan istri dan mama nya


"Hani, mas. Mama cerita katanya Hani jadi brand ambassador sekarang" sahut Bintang

__ADS_1


"Oya? Seriusan ma?" tanya Dimas tak percaya


"Iya dong, emang Hani ga ada kasih kabar sama kamu?"


"Ngak" jawab Dimas lalu mengambil biskuit di atas meja


"Pasti kalian jarang kontak, iya kan?"


Dimas tersenyum sambil mengunyah camilannya.


"Sesibuk apapun kamu setidak nya sempatkan sedikit waktu untuk mengobrol atau chat singkat dengan adik kamu. Sejak kamu ga tinggal di rumah ini, Hani merasa kesepian tau" jelas bu Ririn


"Bukannya gitu ma terakhir kali aku chat Hani, dianya lagi sibuk syuting. Ya udah aku ga pernah chat duluan"


"Alasan aja kamu"


"Loh kok masih pada asyik di sini, ga ada yang mau siap-siap? Acaranya 1 jam lagi loh" tegur pak Hendra


Dimas melihat arloji di lengannya dan terkejut karena tidak terasa waktu berlalu dengan cepat.


"Kalian siap-siap sana, mama juga mau ganti baju dulu" ucap bu Ririn dengan menyentuh pundak Bintang


Bintang tersenyum lalu mengangguk, ia sangat senang karena ini adalah sentuhan lembut pertama dari mama mertuanya.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2