Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
45 Persiapan Wisuda


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama mereka keluar di area publik sebagai pasangan suami istri.


Dengan percaya diri Dimas berjalan dengan menggandeng tangan Bintang.


Dimas mengajak Bintang untuk berjalan mengelilingi mall, makan berbelanja dan menonton.


Saat sedang menikmati makan hp Bintang berdering di dalam tasnya.


Segera ia membuka tasnya dan mengambil hp nya


"Siapa?" tanya Dimas


"Abah, mas" sahut Bintang setelah melihat nama yang tertera di layar hp nya "Aku jawab telfon abah dulu ya mas" sambungnya yang langsung di angguki oleh Dimas


Begitu ia menjawab telfonnya terdengar lah suara yang sangat merdu di telinganya, "Assalamualaikum nak..." ucap pak Ahmad dari seberang telfon


"Wa'alaikum salam abah..." sahut Bintang dengan matanya yang berbinar


Sambil menikmati minumannya Dimas memperhatikan wajah istrinya yang terlihat begitu bahagia karena telfon dari abahnya.


Ia membiarkan istrinya yang berbicara hingga puas tanpa mengganggunya.


Dinas hanya diam dan tersenyum mendengarkan pembicaraan istrinya.


Tak lama telfon pun berakhir dan Bintang pun meletakkan hp nya di atas meja.


"Sudah selesai telfonan nya?" tanya Dimas

__ADS_1


Bintang mengangguk "Iya mas, maaf udah membuat mas Dimas menunggu lama"


Dimas melempar senyum lalu memegang tangannya "Aku ga papa, aku ngerti abah pasti sudah merindukan mu, bukan? Begitu pun dengan mu?"


Bintang tersenyum lega karena Dimas sangat mengerti dirinya.


Satu yang menarik perhatian Dimas, hp yang di pakai istrinya itu adalah hp dengan tipe dulu.


Selesai makan Dimas langsung mengajaknya untuk membeli hp baru keluaran terkini, namun Bintang menolaknya karena merasa belum butuh.


Tapi bukan Dimas namanya jika ia tidak bisa membuat istrinya menurut.


Puas seharian berjalan menghabiskan waktu bersama kini mereka pun pulang.


Hari hari menjadi pengantin baru rasanya sangat manis dan perasaan cinta dan sayang di antara mereka semakin tumbuh besar.


Besok lusa adalah hari dimana yang sangat di nantinya 4 tahun belakangan ini, yaitu wisuda.


Tak hanya Bintang, Dimas pun juga sangat antusias menunggu hari itu.


Demi membuat istrinya terlihat cantik di hari spesialnya Dimas mengajak Bintang ke salah satu butik langganan mama nya untuk mencari pakaian.


Mulai dari pakaian, sepatu, hijab bahkan dengan brosnya juga Dimas meminta Bintang untuk membeli semuanya.


Namun Bintang yang sederhana hanya mengambil seperlunya saja.


Tepat di hari wisuda nya, pagi pagi sekali Bintang sudah mendi dan langsung bersiap.

__ADS_1


Di bantu dengan seorang perias profesional yang membantunya bersiap.


Dimas sengaja mendatangkan perias itu demi membuat istrinya tampil cantik dan anggun di hari yang sudah sangat di nantinya.


Hani hari ini tidak ada kelas, jadi dia hanya bersantai di rumah menemani mama nya.


Di samping itu pula mereka berdua bergosip tentang menantu pertama keluarga Pratama.


"Ada acara apa sih ma sampe kakak datengin MUA segala" tanya Hani sambil menikmati sepotong roti di tangannya


"Biasalah, namanya juga orang baru ngerasain hidup kaya pasti lebai, padahal kan cuma mau wisuda doang" sahut bu Ririn


"Dasar" celetuk Hani


Bu Ririn menyenggol kaki Hani dan memintanya untuk diam karena papa nya datang.


"Hani, kamu hari ini ga ngampus?" Tanya pak Hendra


"E...e.. Ngak pa"


Pak Hendra lalu duduk bersama di sofa itu sambil memakai arlojinya.


"Bagus dong kalo gitu, nanti kita berangkat sama sama ya ke kampusnya istri nya Dimas. Dia kan hari ini wisuda"


Hani dan mama nya kompak saling melirik dan sepertinya mereka enggan untuk datang.


Anak dan mama itu berbicara lewat matanya dan sama sama tidak menjawab ajakan pak Hendra.

__ADS_1


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2