Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
29 Cincin Pertunangan


__ADS_3

Dua keluarga itu langsung membahas tanggal pernikahan.


"Ee... Begini pak Ahmad. Tidak baik jika menunda hal yang baik terlalu lama, selain untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan juga untuk segera menyempurnakan ibadah. Kami ingin mereka langsung saja menikah tanpa perlu ada nya acara pertunangan" ujar pak Hendra


Pak Ahmad menatap wajah Bintang dan bertanya padanya "Bagaimana menurut mu nak, apa kamu setuju?"


"Bintang tidak masalah dengan itu abah, tapi ada 2 hal yang ingin Bintang tanyakan lebih dulu" jawabnya


"Tanya kan lah nak"


Bintang mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Dimas


"Saya tidak masalah jika tidak ada proses pertunangan, tapi untuk saat ini saya masih harus menyelesaikan skripsi-"


"Jangan khawatir nak, jika kamu masih mau melanjutkan skripsi mu lanjutkan saja" saut bu Ririn bahkan sebelum Bintang menyelesaikan kalimat nya


"Benar itu, kami mengerti bagaimana pusingnya dirimu dengan skripsi an mu" sambung pak Hendra


"Ada 1 lagi yang ingin saya tanyakan. Setelah menikah nanti apakah mas Dimas akan mendukung saya ataukah akan memberikan saya batasan untuk melakukan apa yang saya inginkan?"


"Selama itu baik saya akan terus mendukung mu"


Jawab Dimas dengan yakin.

__ADS_1


Dari sini lah Bintang semakin yakin untuk menerima lamaran dari Dimas.


Bu Ririn lalu membuka kotak itu yang mana di dalam nya berisi anting, kalung, gelang dan cincin dengan kadar emas 24 karat.


Bu Ririn lalu mengambil cincinnya dan memakaikan nya di jari manis Bintang.


Mereka akan membahas tentang tanggal pernikahan Dimas dan Bintang saat Bintang sudah menyelesaikan skripsi nya.


Dimas tak henti hentinya tersenyum dengan matanya yang selalu melirik Bintang.


Rasa bahagia nya tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.


*****


Hari ini skripsi yang Bintang kerjakan sudah rampung dan tinggal menyerahkan pada dosennya.


"Abah..."


Panggil Bintang yang berdiri di depan pintu kamar abahnya


"Bentar nak" saut pak Ahmad dadi dalam


Selesai memasang arloji di pergelangan tangannya pak Ahmad lalu membuka pintunya

__ADS_1


"Ada apa nak? Kok wajah kamu di tekuk gini?" Tanya pak Ahmad


"Bintang gugup abah"


Pak Ahmad tersenyum lalu memegang pundak Bintang "Apa yang membuat mu gugup nak, masalah skripsi?"


Bintang mengangguk iya


"Tidak perlu takut nak, kamu sudah berusaha dengan sungguh-sungguh membuatnya dengan baik. Serahkan semua pada Allah, in sya Allah semuanya akan di permudah"


Bintang memegang tangan abahnya lalu mencium punggung tangan yang mulai keriput itu "Abah doain Bintang ya..."


"Iya nak, itu pasti. Sudah ayo berangkat, nanti telat"


Bintang mengangguk lalu melangkah keluar rumah bersama dengan abahnya.


Entah dari mana kabar Bintang yang sudah di lamar kini menyebar ke seluruh telinga di sana bahkan juga terdengar oleh Arif.


2 hari yang lalu Arif menelfon orang tuanya yang ada di Jogja dan meminta mereka untuk datang.


Itu karena Arif ingin mereka meminang Bintang untuk nya.


Pak Antok dan bu Intan sangat senang mendengar kabar ini, sudah lama mereka menyuruh Arif untuk segera menikah namun Arif selalu menolak dengan alasan belum menemukan wanita yang tepat untuk nya.

__ADS_1


Besok rencananya orang tua Arif akan berangkat dari Jogja namun Arif malah meminta mereka untuk membatalkan nya.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2