Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
20 Arif Bertamu ke Rumah Bintang


__ADS_3

Tasya lalu pulang dan langsung masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat karena selain lelah ia juga seudah kekenyangan.


*****


Setelah sholat maghrib Bintang langsung mengaji untuk terus menjaga hafalannya.


Baru beberapa ayat ia lantunkan suara deru motor terdengar di telinganya.


Bintang meletakkan Al-Qur'an nya di atas dan keluar dari kamarnya.


Ia lalu membuka pintunya dan ternyata benar abahnya datang dengan membawa kantong makanan di tangannya.


Dengan senyum lebar Bintang menyambut kedatangan abahnya "Assalamualaikum abah..." Sapa nya lalu menyalami tangan abah


"Wa'alaikum salam, udah sholat apa masih mau sholat?"


"Udah, Bintang udah sholat kok. Abah?"


"Abah juga udah tadi sholat di masjid"


Mereka pun masuk ke dalam.


Pak Ahmad pergi ke kamarnya dan Bintang pergi ke dapur untuk langsung menyiapkan makanan yang sudah di beli.


Namun sebelum itu Bintang lebih dulu membuka mukenahnya dan meletakkannya di kamar.


Setelah itu Bintang memanggil abahnya karena makanannya sudah siap.


"Abah, makan yuk. Udah siap nih"


"Iya sebentar" saut abah dari dalam kamarnya


Bintang langsung saja menyendok nasi ke piring nya dan juga piring abahnya.


Pak Ahmad pun datang dan mereka makan malam dengan tenang.


"Abah jengukin temen abah tadi, siapa?" Tanya Bintang


"Itu salah satu dosen juga, kata dokter terkena DBD" ujar pak Ahmad


Bintang mengangguk lalu menyuapi mulutnya dengan ayam pop kesukaan nya.


Setelah menikmati makan malam pak Ahmad membantu Bintang membereskan meja makan.


Setelah itu adzan isyak berkumandang.


Pak Ahmad langsung bersiap untuk pergi ke masjid, begitu pun Bintang yang kembali memakai mukenahnya.


"Abah ke masjid dulu ya" ucap pak Ahmad yang berdiri di depan pintu kamar Bintang


Bintang yang sedang menggelar sajadahnya langsung menoleh ke arah pintu


"Iya abah" jawabnya


Pak Ahmad langsung keluar dan tak lupa menutup pintunya.


Bintang pun langsung menunaikan sholat isyak di kamar nya.

__ADS_1


Setelah sholat dan berdzikir Bintang pun berdo'a meminta agar di beri kelancaran untuk menyelesaikan skripsi nya.


Setelah itu Bintang kembali melipat mukenah dan sajadahnya lalu duduk di meja belajar nya.


Bintang kembali menatap buku dan laptop nya untuk segera menyelesaikan skripsi nya.


Tak lama abahnya pun pulang, terdengar suara pintu yang terbuka juga ucapan salam dari abahnya. "Assalamualaikum..."


Namun bukan hanya satu suara, dari dalam kamar Bintang terdengar 2 suara saat mengucapkan salam.


Segera Bintang mengambil hijab instan nya dan langsung keluar dari kamarnya.


Benar saja, abahnya tidak pulang sendirian melainkan bersama dengan Arif.


"Wa'alaikum salam..." Jawab Bintang yang masih berdiri di deoan pintu kamarnya


"Hai Bin..." Sapa Arif sambil melambaikan tangannya


Bintang hanya mengangguk dan tersenyum.


"Nak, tolong buatkan minum untuk Arif ya" pinta pak Ahmad


"Iya abah, abah juga mau sekalian Bintang buatin?"


"Boleh"


Bintang pun langsung pergi ke dapur untuk membuat teh.


Sambil menunggu teh nya siap, abah dan Arif pun mulai berbincang.


"Oh ya, kemarin kamu bilang kamu di sini karena ada tugas, tugas apa?" Tanya pak Ahmad memulai pembicaraan


Jawab Arif


"Rumah sakit, berarti kamu sudah jadi dokter?"


Dengan senyuman Arif mengangguk Iya


"Alhamdulillah bah, aku sudah dapatkan gelar itu"


Pak Ahmad tersenyum bangga pada Arif


"Hebat kamu ya, pergi pas masih kecil sekarang pas dateng udah jadi dokter aja. Dokter apa kalo boleh tau?"


"Dokter spesialis anak bah"


"Wah selamat ya kamu meski masih muda sudah jadi dokter. Abah jadi ikut bangga sama kamu"


"Makasih abah. Di puji gini aku jadi malu"


Pak Ahmad tertawa sambil menepuk pundak Arif


"Bagaimana kabar kedua orang tua mu di sana nak?"


"Alhamdulillah bah, ayah sama ibuk sehat"


Tak lama Bintang pun keluar dengan membawa nampan di tangannya yang berisi 2 gelas teh hangat.

__ADS_1


Bintang lalu meletakkan gelasnya di atas meja, satu untuk abahnya dan satu lagi untuk Arif.


Bintang lalu duduk di samping abahnya dengan sambil memegang nampannya.


"Kamu masih kuliah Bin?" Tanya Arif


"Iya, masih kuliah" jawab Bintang


"Ambil jurusan apa?"


"Seni dan design"


Bintang ikut duduk di sana menemani Arif ngobrol, tapi tidak lama Bintang permisi untuk kembali ke kamarnya.


"Maaf ya Rif, aku tinggal ke kamar dulu"


Bintang pun berdiri sambil membawa nampan nya ia pergi ke kamar.


"Sebentar lagi udah mau wisuda Bintang ya bah?" Tanya Arif sambil memandangi Bintang yang berjalan menjauh dari kursi.


Pak Ahmad sebenarnya mulai curiga sama Arif, dari caranya memandang putrinya seperti nya Arif menaruh rasa pada Bintang.


Tapi pak Ahmad bersikap biasa agar Arif tidak kikuk di sana.


Pak Ahmad tersenyum sambil menjawab


"Iya, itu dia sekarang lagi sibuk selesaikan skripsi nya. Semoga aja ga perlu banyak revisi biar cepet sidang nya"


"Aamiin... Tapi kayaknya Bintang ga perlu capek capek nunggu dosennya deh buat lihat skripsi nya. Kan ada abah di sini yang bisa bantu revisi punya Bintang" ujar Arif


"Ya ga bisa dong Rif, kriteria abah sama dosennya Bintang kan beda"


Arif pun mengangguk mengerti.


Arif dan pak Ahmad lanjut mengobrol hingga jam dinding rumah pak Ahmad menunjukkan pukul 9.24 malam.


Arif pun lalu permisi pulang karena tidak mau membuat waktu istirahat pak Ahmad tertunda Karena masih dirinya di sana.


"Aku pamit pulang dulu ya bah, besok atau lusa kalau ada waktu senggang lagi boleh kan main ke sini lagi?"


Dengan senyum tulus pak Ahmad mengangguk


"Ya boleh lah Rif, kapan pun kamu mau ke sini pintu ini selalu terbuka. Asal ada orangnya di dalam"


Arif pun tertawa karena candaan pak Ahmad.


Pak Ahmad mengantar Arif hingga ke teras depan rumahnya.


"Aku pulang dulu bah, Assalamualaikum.."


"Wa'alaikum salam warahmatullah..."


Setelah Arif pergi pak Ahmad masuk dan langsung mengunci pintunya.


Baru saja beliau masuk ke kamarnya hp nya yang berada di atas meja berdering.


Pak Ahmad segera mengambil hp nya dan menjawab panggilan masuk itu.

__ADS_1


Tak lama pak Ahmad berbicara di hp nya, entah siapa yang menelfon beliau malam-malam seperti ini.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2