
Bu Yunita lalu pergi ke dapur meninggalakan bu Ririn yang masih terpaku.
Di dapur ia mendapati Bintang yang sedang mencuci gelas bekas minuman teman teman arisan mama mertuanya.
Mendengar ketukan sepatu yang seperti melangkah mendekat, Bintang menoleh ke belakang.
Bu Yunita sudah berdiri tepat di belakangnya dan langsung mematikan kran airnya.
"Sedang apa kamu di sini, nak?"
"Tante...."
Bu Yunita mengambil gelas dari tangan Bintang dan meletakkannya setelah itu beliau mengelap tangan Bintang yang basah.
"Tante, kenapa tante kesini? Tante perlu sesuatu?"
"Seharusnya tante yang nanya sama kamu, bagaimana kamu bisa hidup serumah dengan mertua seperti nya?"
Bintang menunduk menyembunyikan wajahnya karena air matanya yang akan kembali keluar dari kelopak matanya.
"Apa seperti ini kehidupan mu setelah menikah? Di jadikan pembantu di keluarga baru mu?"
"Tante..." panggil Bintang dengan lirih
"Apa suamimu sudah tau bagaimana mama nya memperlakukan dirimu? Atau bahkan dia juga memperlakukan mu sama seperti mama nya?"
__ADS_1
Dengan cepat Bintang menggelengkan kepalanya
"Ngak tante, mas Dimas ga tau"
"Kenapa kamu tidak memberi tahu dia, nak?"
"Tante, kalo aku kasih tau hal ini sama mas Dimas, dia pasti akan marah sama mama. Dan hubungan antara mas Dimas dan mama pasti akan renggang nantinya"
Bu Yunita menggelengkan kepalanya lalu memalingkan wajahnya
"Bagaimana kamu bisa bertahan hidup di keluarga seperti ini, Bintang?! Abah mu menyerahkan mu ke keluarga ini sebagai menantu, bukan pembantu!"
Bintang mendekati bu Yunita dan menggenggam tangan nya "Tante, Bintang mohon tante jangan beri tahu abah ya. Bintang mohon tante, jangan sampai masalah ini keluar dari rumah ini"
Ingin rasanya bu Yunita memberi tahukan ini pada abahnya Bintang, namun itu pasti hanya akan membuat sakit hati saja.
"Baiklah, tante janji masalah ini tidak akan keluar dari rumah ini. Tapi kamu jangan halangi tante untuk memberi teguran pada mama mertua mu. Melihat mu di giniin sakit hati tante, Bin"
"Makasih ya tante, tante selalu menyayangi Bintang. Bintang janji hal seperti ini tidak akan berlangsung lama"
"Janji?"
Bintang mengangguk dan kembali bisa tersenyum.
Bu mencium Bintang lalu pergi.
__ADS_1
Saat arisan sudah selesai kini semua teman-teman bu Ririn akan pulang, termasuk juga bu Yunita.
"Gimana kalo arisan berikutnya kita bawa anak dan menantu kota masing masing, kan seru jeng jadi makin rame" usul bu Yunita dan di setujui oleh semuanya
"Bener jeng, kenapa kita ga pernah kepikiran ya" sahut bu Dewi
"Iya ya. Jeng Ririn, kamu kan udah punya mantu juga, ajak ya. Kita-kita juga mau tau seperti apa menantu mu" Timpal bu Diah
Semua teman arisan nya ingin bu Ririn membawa menantunya, karena semuanya tidak ada yang tahu bagaimana rupa dari istrinya Dimas.
Karena saat pernikahan Dimas berlangsung, bu Ririn sengaja tidak mengundang satu pun dari teman teman arisannya.
"Yang udah punya menantu ajak menantunya ya, yang belum punya bisa bawa anak perempuannya. Oke??"
Bu Yunita melirik wajah bu Ririn yang seketika langsung berubah murung mendengar usulan darinya.
Setelah menentukan lokasi arisan berikutnya, mereka pun pulang.
Bu Ririn mengantar hingga ke teras depan rumah, saat semuanya sudah memasuki mobil masing-masing bu Yunita masih tetap berdiri di samping bu Ririn.
"Jeng Ririn, aku rasa suami dan putra mu masih belum tau bagaimana kamu memperlakukan menantu mu, benar bukan?"
Bu Ririn mendadak mengernyitkan dahinya dan menatap dengan kesal.
☀️☀️☀️☀️☀️
__ADS_1