
"Ini seriusan ma, pernikahan seorang putra dari keluarga Pratama hanya seperti ini. Ngak banget deh ma" bisik Hani pada mama nya
"Ya mau gimana lagi sayang, kamu kan tau kakak kamu memilih menikah dengan gadis desa yang berasal dari keluarga biasa" saut bu Ririn
Hani yang sedari lahir sudah terbiasa hidup dengan mewah, dan kini saat sudah dewasa pun bergaul dengan teman-teman nya yang juga berasal dari keluarga kalangan atas membuatnya tidak nyaman dengan pesta pernikahan yang terkesan sangat sederhana dan kampungan menurutnya.
Kini akad nikah akan segera di laksanakan.
Pak penghulu sudah siap dengan mic di depannya.
Pak Ahmad duduk di samping pak penghulu tepat di depan Dimas.
Terlihat jelas di wajah Dimas bagaimana dirinya saat ini sedang gugup.
Detak jantungnya berdegup dengan kencang dengan nafasnya yang mulai lebih cepat.
Pak Hendra memegang tangan Dimas dengan menyimpulkan senyum di wajahnya "Tidak perlu tegang, santai saja. Fokus dan tetap tenang"
Dimas membalas senyum papa nya dan mengatur nafasnya agar sedikit bisa mengurangi ketegangannya.
Begitu juga dengan Bintang, dia saat ini sedang tegang karena akad akan di mulai.
__ADS_1
Ia akan tetap ada di dalam kamar hingga Dimas selesai mengucapkan akad, barulah setelah itu ia akan keluar.
Kini tibalah waktu akad di mulai.
Pak Ahmad mengulurkan tangan kanannya pada Dimas dan tangan kirinya yang memegang mic.
Hari ini adalah hari penyerahan putrinya juga dengan semua tanggung jawab nya pada seorang pemuda yang ada di depannya.
Pak Ahmad meyakinkan dirinya dan memantapkan hatinya lalu memulai akad itu dengan bismillah.
"Bismillahirrahmanirrahim. Dimas Pratama, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri ku yang bernama Bintang Syarifah dengan mas kawin satu set perhiasan seberat 100 gram dan uang sebesar 3.521.000 rupiah di bayar tunai.."
"Saya terima nikah dan kawinnya Bintang Syarifah binti Ahmad Syarif dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"
"Sah...." Jawab serentak semua tamu undangan yang hadir di sana.
Pak penghulu lalu memimpin doa untuk kedua mempelai agar rumah tangga mereka sakinah, mawadah, warahmah. Juga di berkahi pernikahannya banyak memiliki keturunan yang sholeh dan sholeha.
Setelah dengan lantang Dimas lancar menjawab akad dari abahnya bersamaan dengan itu juga perasaan Bintang bisa tenang.
Rasa sesak di dada nya perlahan mulai menghilang dan bibirnya kembali busa tersenyum sempurna.
__ADS_1
Tasya langsung memeluk Bintang saat itu juga dan memberikan selamat padanya.
"Selamat ya sahabat ku tersayang, sekarang kamu sudah resmi menjadi istri dadi seseorang. Semoga rumah tangga mu sakinah mawadah warahmah, di berkati tuhan, murah rizki dan selalu bahagia"
"Makasih Sya, aamiin..." Jawab Bintang dengan membalas pelukan Tasya
"Sudah, ayo kita keluar. Semua orang pasti sudah menunggu, terutama suami mu"
Bintang mengangguk lalu berjalan keluar bersama Tasya.
Dengan perlahan mereka melangkah keluar, Tasya mengantar Bintang hingga ke kursi di samping Dimas.
Setelah itu ia kembali dan duduk di barisan kursi tamu undangan di samping mami nya.
Sejak Bintang datang mata Dimas tak henti menetapnya, begitu cantik Bintang saat ini dengan polesan makeup di wajahnya.
Selama ini Bintang memang tampak selalu cantik di matanya meski tanpa riasan di wajahnya, dan sekarang kecantikan Bintang membuatnya benar-benar pangling dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Hanya senyuman dan pandangannya saja yang mampu berbicara.
Dimas lalu memakai kan cincin di jari manis Bintang, setelah itu Bintang mencium punggung tangan Dimas.
__ADS_1
Meski sempat gugup dan gemetar karena ini adalah hal pertama baginya, tapi Bintang berhasil mengendalikan dirinya dan tetap tenang.
☀️☀️☀️☀️☀️