
Malam ini adalah malam pertama bagi Bintang di rumah besar itu.
Setelah sholat maghrib Bintang mengambil tasbih digital nya dan juga Alquran yang ia bawa dari rumahnya, masih tetap duduk di atas sajadah nya Bintang berdzikir kemudian di lanjut dengan membaca Al-Qur'an.
Ia melantunkan ayat-ayat suci Alquran dengan suaranya merdu.
Bintang membaca surah al Mulk dengan sangat indah, meski sudah hafal di luar kepala namun Bintang masih tetap rutin mengaji agar semua hafalannya tidak hilang dari ingatannya.
Dimas sedari tadi duduk di sofa di belakang Bintang sambil terus mendengarkan merdunya suara yang keluar dari istrinya.
Tak lama seusai membaca Alquran, Bintang meletakkan Al-Qur'an nya di atas meja di sampingnya lalu kembali duduk untuk berdo'a kepada Allah.
Setelah berdoa Bintang beranjak dari duduknya dan terkejut karena melihat Dimas yang duduk di belakangnya.
Bintang terkejut karena tidak tau kalau sedari tadi ada orang di belakangnya karena saking khusuknya mengaji.
"Sejak kapan kamu di sini mas?" tanya Bintang
Dimas tersenyum lalu berdiri sejajar dengan Bintang
"Baru aja. Kamu udah selesai?"
Bintang memgangguk "Mas Dimas udah sholat maghrib?"
Dimas lupa karena dirinya belum sholat
__ADS_1
"Belum, bentar lagi"
"Mau sholat kapan mas, maghrib itu waktunya cuma sebentar"
Merasa malu karena belum sholat Dimas akhirnya pergi ke kamar mandi untuk berwudhu untuk segera melaksanakan sholat.
Dimas yang memang sejak dulu tidak pernah mengenal sholat.
Ia mulai melaksanakan sholat saat ia berkeinginan untuk melamar Bintang.
Dengan perlahan ia mulai belajarnya tentang tata cara sholat yang benar melalui Internet dari hp nya.
Secara diam-diam tanpa sepengetahuan keluarganya Dimas belajar sholat, namun untuk mengaji Dimas masih tidak bisa, apa lagi jika di bandingkan dengan istrinya yang seorang hafizah.
Meski sholat nya masih sering bolong setiap harinya setidaknya Dimas kini sudah bisa lebih baik dari sebelumnya.
Di meja makan pak Hendra dan bu Ririn sudah menunggu, namun Hani tidak ada di sana.
Dimas menarik kursinya untuk tempat istrinya duduk lalu ia pun juga duduk di sampingnya.
"Hai ma, pa..." sapa Dimas
Bintang mengutas senyum di bibirnya yang juga di balas senyum oleh papa dan mama mertuanya.
Menu makanan di atas meja makan yang panjang cukup beragam, berbeda dengan meja makan yang ada di rumahnya.
__ADS_1
Seketika ia mengingat abahnya
"Abah pasti saat ini juga sedang makan. Makan sama apa ya abah di sana? Abah pasti kesepian karena harus makan sendirian..." batin Bintang.
Bintang membantu menyajikan makanan di atas piring suaminya sebelum ia menyajikan di piring nya sendiri.
"Hani kemana ma?" tanya Dimas
"Dia keluar, katanya udah ada janji sama temennya" jawab bu Ririn
Pak Hendra, bu Ririn dan juga Dimas suaminya asyik mengobrol. Sebenarnya Bintang nyaman dengan obrolan keluarga barunya, hanya saja ia masih sangat merasa canggung.
"Kapan kamu wisuda?" tanya pak Hendra
"Insya Allah 2 minggu lagi pa" jawab Bintang setelah menelan makanan di dalam mulutnya
"Wah termasuk cepat ya prosesnya"
Bintang tersenyum dan mengangguk.
"Kamu tidak perlu canggung di sini, ini rumah mu juga sekarang. Lakukan saja apa kebiasaan mu seperti di rumah mu sebelum nya. Entah itu masak, nyapu, atau apa kek" sambung bu Ririn
Pak Hendra dan Dimas langsung menatap ka arah bu Ririn dengan tatapan aneh.
Karena apa yang bu Ririn katakan barusan seperti menyuruh Bintang seakan menjadi pembantu di rumah ini bukan menantunya.
__ADS_1
☀️☀️☀️☀️☀️