Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
74 Rindu Abah


__ADS_3

Hari ini mereka akan kembali ke Indonesia, yang awalnya mereka pergi dengan hanya membawa 1 koper kecil, kini mereka akan pulang dengan membawa banyak koper besar.


Sesampainya di Indonesia mereka tidak langsung pulang ke rumah, mereka langsung menuju ke rumah Bintang untuk menemui abahnya.


Abah yang sudah lama tidak bertemu dengan putri semata wayang nya benar-benar rindu.


Bintang memeluk dengan erat abah nya karena ia juga merasa sangat rindu.


Seharian mereka di rumah abah melepas rindu, tak lupa Bintang memberikan oleh-oleh yang ia bawa dari Singapura untuk abahnya, barang dan juga makanan.


"Apa kamu menikmati liburannya?" tanya abah


"Sangat, aku sangat menikmatinya abah. Ini benar-benar pengalaman terbaik buat Bintang, kan Bintang belum pernah naik pesawat. Hehe..." jawab Bintang dengan sirat kebahagiaan yang terpancar jelas di raut wajahnya


Dimas yang sedang rebahan di dalam kamarnya senyum senyum sendiri mendengarkan istrinya yang asyik berbicara dengan abahnya.


Dimas sengaja tidak ikut berkumpul karena ingin memberikan istrinya waktu lebih untuk bisa bersama abahnya lebih lama.


Seharian mereka di sana, dan kini mereka akan pulang.


Mereka tidak bisa menginap di sini karena besok Dimas akan ada acara yang mengharuskan Bintang untuk ikut dengannya.


Bintang memeluk erat abahnya seakan tidak ingin pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"Besok lusa kan masih bisa ke sini lagi. Sekarang sudah malam, cepatlah pulang. Kalian pasti capek, apa lagi suami kamu besok harus ke kantor" ujar abah sambil mengelus kepala Bintang"


"Apa kita menginap saja di sini?" tanya Dimas


Bintang menoleh pada suami nya lalu menatap abahnya.


"Jangan, jangan nak. Kalian butuh istirahat, dan besok akan sibuk kembali. Sekarang pulang lah, lain kali menginap di sini. Ayo sana, pulang lah..."


Bintang melepas pelukannya lalu menyalami tangan abahnya bergantian dengan Dimas.


"Assalamualaikum abah..." ucap Bintang dan Dimas bersamaan


"Wa'alaikum salam, kalian hati-hati ya" jawab abah dengan melambaikan tangannya yang di iringi dengan senyuman di bibirnya yang tak pernah hilang.


Di perjalanan Dimas memerhatikan wajah istrinya yang tampak sendu, ia memegang tangannya lalu menciumnya.


Bintang menoleh lalu mengulas senyum di bibirnya.


"Ga papa mas, karena sudah lama ga ketemu aku jadi sedikit melo gini. Besok kita ga jadi ke rumah papa?" sahut Bintang sekaligus bertanya


"Jadi dong bee"


"Emang acara pertemuannya kapan mas?"

__ADS_1


"Sore, besok pagi kita ke rumah papa. Terus berangkat dari sana"


Bintang mengangguk mengerti.


*****


Hari ini jam 9 pagi, Dimas dan Bintang sudah siap untuk pergi ke rumah keluarga Dimas.


Semua oleh-oleh yang mereka beli sudah di bawa ke mobil oleh supir.


Di perjalanan, Bintang hanya diam sambil memainkan jemarinya.


Dimas memerhatikan itu lalu meraih tangannya, Dimas tau isterinya saat ini pasti sedang merasa gelisah karena takut kedatangannya akan menjadi amarah bagi mama nya.


"Bee... Kenapa?" tanya Dimas dengan lembut


Bintang mengulas senyum lalu kembali menunduk "Ga papa mas" jawabnya singkat


"Tenang bee, kau bersama ku. Aku yakin, mama tidak akan berbuat buruk lagi sama kamu"


"Maaf mas karena aku meragukan mama mu" ujat Bintang


"Ga perlu minta maaf bee, wajar kamu merasa takut setelah apa yang di lakukan mama sama kamu"

__ADS_1


Bintang tersenyum lalu mencoba untuk tenang dan berdo'a agar mama mertuanya sudah tidak lagi seperti dulu.


☀️☀️☀️☀️☀️


__ADS_2