Terpaksa Di Madu

Terpaksa Di Madu
52 Melamun


__ADS_3

Bintang duduk karena kelelahan, seketika ia kembali teringat akan abahnya.


"Abah dengan mudah bisa menerima kehadiran mas Dimas sebagai mennatunya, abah menyayangi dan mengasihi mas Dimas layaknya putranya sendiri. Tapi kenapa, mama begitu sulit menerima ku sebagai menantunya? Aku mengerti mungkin itu sedikit sulit bagi mama, tapi___"


"Non... Non Bintang..." bi Jumi memanggil nya berulang kali karena Bintang yang terlalu tenggelam dalam lamunannya.


Ketika bi Jumi memegang tangannya barulah ia terkejut dan tersadar


"Eh... Iya bi, ada apa?"


"Non Bintang melamun?"


Bintang mengusap wajahnya dan langsung menyimpulkan senyum di bibirnya


"Ngak kok bi, aku ga ngelamun"


"Non, non Bintang kalo mau cerita sama bibi, cerita aja non. Bibi ngerti banget gimana perasaan non Bintang saat ini"


Bintang menunduk dan mengedipkan matanya, menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi pipinya.


"Nyonya emang gitu non orangnya, mudah marah. Tapi sebenarnya nyonya baik kok"


"Iya bi, aku tau mama itu memang baik. Ya mungkin mama masih perlu waktu untuk bisa menerima kehadiran ku di rumah ini"


Bi Jumi merasa sangat kasihan dengan Bintang, belum sebulan ia menjadi menantu di rumah ini bu Ririn sudah memperlakukan Bintang dengan buruk.


Berbanding terbalik saat Dimas ada di rumah, bu Ririn sangat baik seakan menyayangi nya seperti beliau menyayangi Hani.


Beberapa setelahnya, bu Ririn akan mengadakan arisan di rumah.


Teman teman sosialitanya akan datang ke rumah.

__ADS_1


Sejak pagi bi Jumi sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman yang akan di suguhkan pada semua tamu bu Ririn.


Di bantu oleh Bintang di dapur semua pekerjaan akhirnya bisa cepat selesai.


Dimas dan pak Hendra sudah berangkat ke kantor lebih pagi karena ada meeting darurat.


Karena tadi pas berangkat belum sempat sarapan, Bintang berniat akan pergi ke kantor Dimas untuk membawakan makanan.


Ia membuat makanan kesukaan Dimas sepenuh hati agar rasa makanannya bisa sempurna.


Selesai membantu bi Jumi di dapur, Bintang langsung mandi dan bersiap.


Saat hendak memakai hijabnya, hp nya berdering.


Tertera naman SUAMI KU di layar hp nya, senyumnya langsung mengembang dan segera tangannya meraih hp nya untuk menjawab panggilan video call dari suaminya.


"Assalamualaikum mas..." Sapa nya saat wajah suaminya terpampang di layar hp nya


"Ini baru habis mandi, mau siap siap"


"Jadi mau ke kantor?"


"Iya dong mas, kan aku udah janji. Emangnya kamu sibuk ya?"


Dimas tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


"Sekali lagi kamu lupa ya kalo suami mu ini adalah pemilik kantor ini?"


Bintang tertawa memperlihatkan giginya yang rapi


"Astaghfirullah, aku lupa lagi mas. Kan kamu pemiliknya, dan kamu bebas mau ngapain aja di sana, iya kan?"

__ADS_1


Dimas tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.


"Permisi pak, boleh saya masuk?" Terdengar suara perempuan yang mengetuk pintu meminta izin untuk masuk


"Iya, masuk" sahut Dimas


Wanita itu menyerahkan beberapa dokumen untuk Dimas tandatangani "Setelah ini akan ada meeting lagi pak"


Dimas mengangguk lalu memintanya untuk pergi.


Ia meletakkan dokumen itu di atas meja dan kembali memandangi wajah istrinya dari layar hp nya.


"Tuh kan, kamu lagi sibuk. Matiin aja ya mas, biar aku bisa cepet-cepet dan segera berangkat" ujar Bintang


"Jangan lama-lama ya sayang"


"Iya mas, assalamualaikum..." Bintang meletakkan hp nya ke dalam tasnya dan langsung memakai hijabnya.


Setelah siap, ia langsung turun dan mengambil makanannya dari dapur yang sudah di siapkan oleh bi Jumi.


"Aku pergi dulu ya bi" pamit Bintang


"Iya non, hati-hati ya"


Dengan menenteng kotak bekal di tangannya Bintang berjalan keluar, saat kakinya baru melangkah keluar bu Ririn memanggilnya dengan keras dari belakangnya.


"Heh... Mau kemana kamu!"


Suara yang nyaring memekikkan telinga memanggil Bintang.


☀️☀️☀️☀️☀️

__ADS_1


__ADS_2