TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 10


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


di kantor matheo c.s


perusahaan terbesar yang baru saja di bangun oleh pria muda dan anak dari seorang tuan penguasa itu, berhasil mengalahkan tingkat ranking perusahaan tertinggi yang ada di dunia.


namun pemiliknya begitu kejam, berdarah dingin, seorang mafia yang di takuti oleh mafia lainnya. bahkan tidak memiliki perasaan karna setelah kehilangan sang kekasih pengkhianat.


"tuan, perusahaan Arta mengajukan kontrak kerja sama dengan perusahaan matheo c.s tuan, persetujuan ada di tangan anda" ucap asisten Zayn dengan menundukkan kepalanya.


"perusahaan Arta?"


"kau benar tuan"


"aku seperti tak asing dengannya, siapa Arta?"


"menurut data informasi, tuan Arta adalah anak dari keluarga terpandang di kotanya, pria itu juga dulu pernah satu sekolah dengan nona muda" ucap Zayn dengan tangkas dan tepat.


entah apa yang matheo rasakan, yang jelas ia sedikit merasa marah saat asistennya menyebutkan jika Arta pernah satu sekolah dengan istrinya.


"apa gadis bodoh itu juga merupakan mantan kekasihnya" sinis matheo, namun tak di jawab oleh Zayn.

__ADS_1


semenjak mendapat pengkhianatan dari sang kekasih yang ia cintai, matheo tak mempercayai yang namanya cinta. baginya, seorang wanita itu adalah racun bagi pria. bisa membunuh dimana saja.


"terima kontrak yang ia ajukan, aku ingin sedikit bermain main dengan pria aneh itu"


"dia tidak aneh tuan"


"kau membantahku! disini siapa bos nya"


"anda tuan"


"ya sudah, tidak usah membantah perkataan ku"


"baik tuan"


matheo merasa bosan, apalagi saatnya untuk jam makan siang. matheo memutuskan agar pengawalnya membawakan bekalnya dari rumah. sambil menunggu, matheo melihat gerak gerik apa saja yang dilakukan Luna.


"cihh, wajahnya yang polos itu membuat semua pria pasti akan jatuh cinta padanya, tapi tidak denganku, aku tidak akan pernah jatuh cinta pada wanita itu, dibalik wajahnya yang polos itu, aku yakin ia pernah tidur dengan seorang pria" sinis nya sembari meminum wine yang di sediakan di atas nakas.


Luna mengerjakan pekerjaannya dengan baik, meski ada beberapa pelayan yang tak suka padanya, namun Luna menahan itu semua, demi melunasi utang utang ayahnya, dan mencukupi kebutuhan ibu dan kakaknya.


"aku memang seorang anak yang tak berguna, jadi untuk apa aku menangis" lirih Luna tak ada yang mendengarnya. "ibu..Luna lelah, bisakah Luna beristirahat bersama ibu saja" lirihnya sembari melap keringatnya yang membasahi dahi nya.

__ADS_1


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


hari sudah sore.


matheo dan asisten Zayn kembali ke mension pria itu. mereka disambut oleh seluruh pelayan. bagaikan raja yang memasuki istana, bagi Luna itu sangat berlebihan. "dimana gadis itu" ujarnya menggema di seluruh ruangan, seluruh pelayan hanya diam menunduk tak ada yang berani menjawab.


"saya disini tuan" sahut seorang gadis yang berdiri di anak tangga dengan menundukkan kepalanya. matheo mendekatinya dengan tangan yang ia masukkan ke dalam saku celana.


sungguh, pria itu terlihat sangat tampan di mata para kaum hawa.


"apa saja yang ada dalam buku perjanjian itu" ucap matheo dengan pelan namun menekan. Luna terdiam menundukkan kepalanya tak berani menatap wajah matheo yang kini menatapnya dengan tatapan mematikan.


"jawab..!!!" bentak matheo dengan keras membuat seluruh pelayan gemetar dan juga Luna. "maaf tuan, saya lupa" lirih Luna berusaha menahan air matanya. matheo menggertakan giginya, ia menyeret tangan istrinya dan membawanya masuk kedalam kamar utamanya.


brak!

__ADS_1


matheo mendorong tubuh Luna hingga tersungkur ke lantai. Luna berusaha menahan rasa sakit di pinggulnya, karna bertabrakan dengan mermer mewah itu. matheo mengeluarkan sesuatu dari dalam laci, pria itu mengeluarkan sebuah pisau kecil dan tersenyum remeh.


Luna yang melihatnya bergetar, kakinya merasa lemas dan sangat sulit untuk di gerakkan.


__ADS_2