TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 40


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


hari sudah sore.


Luna kembali ke mension suaminya dengan cepat. ia segera mengganti pakaiannya dan menyiapkan makan malam suaminya. tampak sarah sedang mengamatinya. "dari mana kau? apa kau tidak takut matheo akan marah" sinisnya pada Luna.


Luna tak menjawab, baginya meladeni wanita seperti Sarah sama saja memancing emosinya. Luna pun memilih untuk mengalah saja dari pada membuat keributan. sementara Sarah, karna tak kunjung mendapat kan jawaban dari mulut Luna wanita itu langsung menarik rambut Luna membuat para chef dan pelayan yang lain terkejut.


"apa yang kau lakukan, ini sakit" rintih Luna berusaha melepaskan tangan Sarah dari rambutnya. "ini akibatnya jika kau tidak menjawab pertanyaan ku" karna tak tahan dengan rasa sakit itu Luna mendorong darah hingga akhirnya darah terjatuh kelantai, bertepatan dengan matheo yang masuk dengan para pengawal dan asisten Zayn.

__ADS_1


Luna merasa syok saat suaminya melihat kelakuannya dan menatap ya dengan tajam. Luna menundukkan kepalanya, sementara Sarah kembali membuat aktingnya. "Luna mengapa kau tega padaku, aku hanya ingin bertanya mengapa kau baru pulang" ucap Sarah mengeluarkan air mata buayanya. bodohnya matheo terhasut.


"maaf, ak-aku tidak sengaja kau menarik rambutku duluan, maka dari itu ak-"


"Cukup!!" bentak matheo menggelegar membuat semua orang di dalam ruangan bergetar ketakutan, termasuk Luna. matheo mendekati Sarah dan membantu wanita itu berdiri. "masuk kedalam kamar mu" ucap matheo dengan pelan. Sarah mengangguk ia segera menuju kamarnya dengan cepat, matheo menyuruh yang lain untuk kembali bekerja, ia menatap dingin ke arah Luna, gadis itu menelan ludahnya dengan kasar.


"ikut aku"


"mengapa Sarah mengatakan kau baru pulang, kau habis dari mana?" tanya matheo menatap tajam dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"aku, aku bekerja tuan" ucap Luna menjawab dengan jujur.


"ohh bekerja, siapa yang mengizinkan mu untuk keluar dari mension ini"


"tapi bukankah kemarin tuan mengizinkan ku" gugupnya merasa lemah dan pasrah apa yang akan dilakukan oleh pria itu. "baiklah, aku tidak akan mencampuri urusan mu, dan sebaliknya kau juga tidak boleh mencampuri urusanku, dan aku akan menikah dalam waktu dekat sebelum masa kontrak kita habis, dan kau tidak wajib merasa tersakiti di sini"


"saya mengerti posisi saya tuan" ucap Luna dengan tegas lantaran pria itu selalu mengingatkan posisinya. Luna berusaha menahan rasa sakit di hatinya, ingin sekali ia menangis, namun mati matian ia menahan untuk tidak mengeluarkan air mata. "sebagai hukuman karna kau membuat Sarah menangis kau harus membersihkan kolam renang di belakang mension" tegasnya kemudian meninggalkan ruang kerjanya.


Luna diam, ia pun mulai mengeluarkan air mata saat melihat matheo pergi meninggalkannya, ia kemudian segera melakukan tugasnya. ia akan membersihkan kolam renang yang matheo perintahkan.

__ADS_1


"kolam segini luasnya, bagaimana mungkin aku membersihkan nya sendiri, apakah aku sanggup?"


sementara matheo, didalam kamar pribadinya ia melihat Luna dari atas balkon, ia sedang melihat Luna yang membersihkan kolam renang besar itu sendirian. sebenarnya ia sengaja karna rasa cemburunya yang masih ada, bukan karna Luna menyakiti Sarah.


__ADS_2