
πππ
di mension matheo.
tampak sarah merasa sangat bahagia hari ini, lebih bahagianya saat matheo membiarkan Luna untuk pulang sendiri. gak ada yang mengganggunya bermesra mesraan dengan matheo.
sementara itu.
kini matheo berdiri di ruang kerjanya, ia menatap ke arah bangunan kota dari kaca besar di sana. tiba tiba pikirannya hanya penuh dengan Luna. "buat apa aku menyesal, lagian aku hanya ingin mainan ku menderita" tawa sinis matheo membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa ketakutan.
tiba tiba asisten Zayn masuk dengan membawa berkas di tangannya. "maaf tuan, kerja sama yang di ajukan oleh tuan Arta di batalkan, karna ia akan melangsungkan kerja sama dengan perusahaan milik ayahnya"
"ckck, dia pikir aku perduli? perusahaan ku lebih besar dari perusahaan miliknya, aku sama sekali tidak merasa rugi kerja sama ini dibatalkan, justru ia yang merasa rugi jika membatalkan kontrak kerja dengan perusahaan matheo c.s"
Zayn taj menjawab, ia sudah terbiasa dengan kesombongan sahabatnya itu. dan tiba tiba ia mengingat Luna, biasanya malam hari seperti ini ia akan berkutat di dapur. namun mengapa wanita itu tidak ada? mungkin dia masih membersihkan diri pikirnya.
__ADS_1
di jalan.
Luna masih duduk di halte bus menatap sebuah gedung mewah, tentu saja belum seberapa dengan milik matheo, namun itu cukup besar. air matanya terhapus oleh air hujan. gadis itu mulai menggigil kedinginan, kulit putihnya itu semakin terlihat putih pucat.
hingga seorang pria menatapnya dengan tatapan tak terbaca kan.
hari itu.
Arta kebetulan kerja lembur karna memikirkan berkas dari ayahnya dan mengganti rugi denda karena berani memutus kontrak kerja dengan perusahaan matheo c.s hingga saat ia menuju lobi parkiran, tak sengaja ia melihat seorang wanita di halte bus depan perusahaan nya.
"kak Arta" lirih Luna dengan mata yang sedikit terlihat gelap. "Luna apa yang kau lakukan disini, dan lihat pakaianmu, apa kau main hujan hujanan" pertanyaan beruntun dari Arta tak kunjung mendapatkan jawaban. justru Luna jatuh pingsan karna merasa keinginan. Arta tentu saja terkejut, ia membuka jas nya dan menyelimutinya ketubuh Luna. ia pun menggendong Luna menuju mobilnya.
"tubuhnya panas sekali, sebenarnya apa yang terjadi dengannya" gumam Arta kecil dan perlahan menaruh Luna di kursi belakang. Arta memutuskan untuk membawa Luna ke apartemennya, agar Luna cepat siuman.
ia melaju dengan sangat kencang, ia juga menelfon seorang dokter pribadi miliknya. untuk memeriksa keadaan Luna yang sepertinya sangat buruk.
__ADS_1
hingga tak lama ia sampai di sebuah apartemen mewah , ia membawa tubuh Luna masuk ke dalam kamarnya.
diruang tamu sudah ada dokter dan satu orang perawat, dokter itu mulai memeriksa tubuh Luna.
"nona mengalami Hipotermia tuan yaitu, ketika suhu tubuh turun drastis hingga di bawah 35oC. Akibatnya, jantung dan organ vital lainnya gagal berfungsi. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan henti jantung, gangguan sistem pernapasan, bahkan kematian. Suhu tubuh normal manusia berkisar antara 36,5β37,3oC.1"
"bagaimana cara menyembuhkan nya?"
"mudah saja tuan, jika pakaian basah, segera ganti dengan yang kering dan gunakan lebih banyak selimut hangat. Hindari paparan angin dan udara., dan pastikan nona Luna tidak meminum minuman yang tidak mengandung kafein."
"baiklah kembali ke tempatmu"
"baik tuan"
segera kepergian dokter tersebut, Arta menyuruh pelayannya untuk mengganti pakaian Luna dengan pakaian baru. kemudian ia juga menyuruh beberapa pelayan untuk membuatkan bubur hangat untuk Luna.
__ADS_1