TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 35


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


Luna masuk kedalam kamarnya, saat ia membuka pintu, ia melihat matheo duduk ranjangnya dan menatap tajam kearah gadis itu. "tu-tuan, mengapa kau dikamarku" tanyanya dengan ragu. hidung yang masih terlihat merah, membuat matheo menjadi tak tega untuk menghukumnya.


"kemari" titahnya dengan dingin. Luna merasa was was, apa ia akan dicambuk lagi dengan pria itu. sungguh rasanya mengerikan, rasa sakit di sekujur tubuhnya belum mereda. matheo menatap tajam gadis yang berdiri di depannya. tubuhnya yang kecil dan sangat jauh berbeda dengan Sarah yang besar tinggi. sementara Luna, ia hanya kalah tinggi, tetapi tubuhnya sama dengan Sarah. Luna seperti berhadapan dengan pamannya jika dengan matheo.


"pakaian siapa yang kau kenakan" tanyanya to the poin.


"pakaian ini di berikan kak Arta tuan, dia menemukanku pingsan di halte bus"

__ADS_1


"ck, apa aku bertanya hal itu? aku tidak perduli apa yang terjadi dengan mu Luna, sekarang buka pakaian mu dihadapanku sekarang" tegas nya membuat Luna terkejut. "tapi tuan aku malu"


"cihh malu? lalu mengapa kau tak malu saat Arta mengganti pakaian mu" tajamnya dengan menusuk, membuat Luna merasa sakit mendengarnya. apa benar Arta yang mengganti pakaiannya? itu tidak mungkin, Arta sangat menghormati nya.


"ti-tidak mungkin tuan"


"apanya yang tidak mungkin? jelas jelas aku melihatnya berdua denganmu di kamar" geramnya semakin emosi membayangkan apa yang dilakukan oleh Arta dan Luna di dalam kamar.


"tu-tuan, jangan lakukan hal itu padaku" mohon nya berderai air mata. "apa aku peduli? apa kau lupa jika janji pertama yang aku ucapkan saat ingin menikah? kau harus melahirkan pewaris untukku, selama setahun ini"tegasnya membuat Luna terbungkam diam.

__ADS_1


matheo mencium bibir kecil itu dengan lembut. tubuh matheo berdesir, seperti ada sesuatu didalam tubuhnya minta untuk di bebaskan. Luna menangis dengan kencang dengan tidak bersuara.


merasa pipinya basah, matheo membuka matanya dan melihat Luna yang menangis dengan kencang. matheo segera melepaskan lumatannya, ia menyingkir dari tubuh Luna membuat gadis itu langsung menarik selimutnya.


'shittt...sialan..baru kali ini ada yang menolakku' batinnya dengan geram. ia kemudian beranjak dari duduknya menuju pintu keluar. ia menutup pintu dengan keras membuat Luna terkejut. Luna menjadi merasa bersalah, harusnya ia membiarkan matheo mengambil hak nya. karna di perjanjian tersebut ia menyetujuinya, jika tidak , maka keluarga Luna akan mengalami sengsara.


matheo masuk kedalam kamar mandi dengan ekspresi kesal. ia meluapkan emosi dan birahinya selama berjam jam didalam kamar mandi. sementara Luna. ia segera memunguti pakaiannya yang hancur tak berbentuk di atas lantai. ia segera membersihkan diri dan memakai pakaiannya. karna ia harus membuat makan malam.


di apartemen Arta.

__ADS_1


pria itu tampak duduk dengan ekspresi kurang puas diwajahnya. ia membaca secara detail informasi yang diberikan asistennya. namun kini mengapa data data Luna sangat tertutup, ia yakin Luna dengan matheo memiliki hubungan rahasia. "apa jangan jangan luna istrinya matheo? tapi itu tidak mungkin, karna matheo saja memiliki seorang kekasih yang dalam waktu dekat ini akan ia nikahi"


Arta merasa pusing sendiri, biasanya ia mendapatkan informasi orang dengan mudah dan lengkap. namun kini ia seperti merasa kurang puas dengan hasil kerja asistennya.


__ADS_2