
(ᗒᗩᗕ) readers kesayangan Mimin, kalau baca itu tinggalkan komen, kalau memang kalian ingin berpendapat. barang kali dengan komentar kalian, author bisa mengubah tata cara pengetikan dan bahasa yang benar💜💜💜
untuk readers kesayangan author, jangan putus semangat terus mendukung karya author, karna author bakalan mager kalau ga ada yang cemangatin💞💞💞🥺🥺🥺
baca elit
tinggalkan 👍🏻 sulit.
siapa lagi kalau bukan readers Jesica❤️❤️❤️❤️❤️
ngetik itu capek tau😭😭😭😭😭
...(✿ ♡‿♡)(✿ ♡‿♡)(✿ ♡‿♡)(✿ ♡‿♡)...
setelah kepergian Zanetta. kini Alberto mulai menatap serius kearah istirnya. "katakan, apa yang dilakukan matheo"
"tapi kau janji jangan menyakitinya yah"
"iya sayang"
"dia selalu menyiksa istrinya, bahkan tak segan segan membuat istirnya harus di obati berkali kali okeh Jhonatan" ujar Ariana takut takut. hingga tiba tiba Alberto menggebrak meja membuat Ariana terkejut. "maaf sayang membuatmu terkejut"
__ADS_1
"aku harus memberi anak itu pelajaran Ariana, dia akan tau seberapa rasa sakit itu"
"Deddy, tubuh matheo sama besarnya dengan mu, bahkan hampir saja melebihi mu, aku rasa kau tak akan membuatnya kesakitan"
"lalu apa yang harus kita lakukan sayang? istri matheo itu tak berdosa, ia hanyalah gadis yang terpaksa menikah dengan putra kita untuk melunasi utang utang ayahnya"
"tapi Deddy, aku tidak ingin melihat kalian bertengkar,aku memiliki rencana lain"
"katakan!!"
Ariana menjelaskan semua rencana yang ia miliki. Alberto merasa keberatan namun ia terpaksa mengiyakan. karna rencana istrinya cukup unik juga.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
matheo kembali dari kantor menuju kediaman nya. ia langsung masuk kedalam kamar tak memperdulikan keberadaan Sarah yang sedang menonton televisi. "sayang" panggil Sarah membuat matheo berhenti sejenak.
"sayang, ayah dan ibu ku mengundang ku untuk makan malam, apa kau bisa ikut"
__ADS_1
"maafkan aku, tampaknya aku tidak bisa ikut, aku sangat memiliki banyak perkejaan yang harus diselesaikan, kau sebaiknya pergi sendiri saja, biar pengawal ku yang mengantarmu"
"baiklah"
meskipun sedikit merasa kesal. Sarah memilih untuk mengalah saja. Sarah kemudian menuju kamarnya untuk segera bersiap siap menuju ruang ayahnya. Sarah di antar oleh pengawal matheo. dengan wajah angkuh dan percaya diri, ia mencari cari keberadaan Luna. tak kunjung menemukan, karna merasa kesal bercamour lelah akhirnya ia memilih untuk segera berangkat menuju rumah orang tuanya.
matheo membuka jas nya. ia merebahkan tubuh kekarnya. ia beristirahat sejenak melepaskan semua rasa penat nya. otaknya selaku bekerja keras dari lagi hingga sore. tiba tiba ingatannya tertuju pada Luna semalam yang terlihat sangat ketakutan dengannya.
"dimana gadis itu"
matheo keluar dari kamarnya. ia mencari cari keberadaan Luna dengan mata tajamnya itu. "dimana gadis itu" tanya nya pada pak sufri yang kebetulan lewat disana.
"maafkan saya tuan, setahu saya nona Luna belum pulang dari tadi pagi hingga sekarang"
matheo yang mendengarnya tentu saja menjadi murka. "baiklah kembalilah pak" ujar matheo dibalas bungkukan badan oleh pria tua itu. mata biru itu terlihat sangat menakutkan, rahangnya yang mengeras dan otot otot tangannya terlihat sempurna semakin tercetak sempurna. ia menggertakan giginya.
matheo yakin, jika Luna berdua dengan Arta. membayangkan nya saja matheo ingin membunuh kedua manusia tak berguna itu. emosi matheo semakin meledak ledak saat mendengar asisten Zayn mengatakan jika Luna di antar oleh Arta.
"Zayn, kau kembali lah, aku akan menghubungimu Jika perlu"
melihat gelagat aneh dan mencurigakan. Zayn merasa curiga, apalagi Zayn tau jika matheo sedang tidak baik baik saja. "baik tuan"
__ADS_1
Zayn hanya menurut. namun Zayn akan beristirahat di paviliun khusus milik matheo jika ingin menenangkan pikirannya.