TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 28


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


matheo meninggalkan kamar Luna dan kembali ke dalam kamarnya. tak memperdulikan kawannya yang masih berada di dalam. "apa kalian masih ingin di situ" sinis nya membuat Devano murka. "ok, kami akan pergi dari sini, tapi lihat saja, kau akan merasakan akibatnya karna melukai Luna"


"cihh, tidak usah mengancam ku, aku tidak takut dengan ancaman kalian"


mereka pergi meninggalkan kamar matheo. kecuali asisten Zayn. ia masih seorang asisten matheo, ia pun memilih untuk ke ruang kerja saja, tak lupa ia menyuruh seorang pelayan pria untuk membersihkan darah di dalam kamar matheo. sementara itu, matheo kembali ke kamar Luna, ia juga menyuruh pelayan untuk membawakan makan malam Luna.


hingga ia melipatkan Sarah yang masih berada di kamar tamu, saat pikirannya kembali ke Sarah, ia pun memutuskan untuk menuju kamar Sarah saja, dan menyuruh pelayan untuk mengantarkannya sendiri.


sesampainya di kamar Sarah, matheo pun masuk kedalam melihat wanita itu masih bermain ponsel. "sayang, kemari" panggil sarah saat minat kedatangan matheo. pria itu mendekat, ia naik ke atas ranjang wanita itu dan memilih untuk tidur di sana malam ini.


"ada apa dengan mu, mengapa terlihat sedih" gumam Sarah kecil, mengusap lembut wajah matheo. pria itu mengambil tangan Sarah, dan menjauhkannya dari wajahnya. "tidurlah Sarah, aku hanya ingin menumpang di sini saja" gumam matheo kecil dan memejamkan matanya. Sarah tak putus asa, ia memeluk matheo dengan erat. awalnya pria itu membiarkannya saja, namun saat merasakan Sarah telah keterlaluan karna mengelus dadanya, membuat ia merasa tak nyaman.

__ADS_1


"jika kau masih mengganggu ku, aku akan pindah" ucap matheo menatap tajam wanita itu. Sarah menjadi kesal, ia pun membelakangi matheo dan memilih untuk tidur. matheo pun kembali memejamkan matanya. dan kembali untuk tidur.


sementara Luna.


gadis itu kini tengah menatap makannya yang belum ia sentuh sama sekali. ia berusaha untuk menetralkan pikirnya. "makanlah nona, sebelum makanannya dingin" ujar violet agar nona nya mau makan.


"entahlah violet, aku tidak ada niatan untuk makan"


"jika nona tidak makan, maka nona akan sakit"


"baiklah, minum obat saja nona, aku takut tuan matheo akan marah padaku"


Luna mengangguk kan kepala nya, ia menerima minuman dari violet dan obatnya. ia meminumnya perlahan dan kembali menaruhnya di atas nakas. "tidurlah nona, saya akan pergi"

__ADS_1


"baiklah, terimakasih violet, entah apa yang aku rasakan jika tidak ada dirimu" lirih Luna dan dibalas senyuman oleh wanita itu. setelah kepergian violet, Luna menatap ke arah bulan yang bersinar memalui jendela yang di buka. ia menangis menatap bulan itu, hingga ia teringat oleh ibunya.


"ibu...aku merindukanmu" lirihnya merasakan rindu teramat dalam.


"apakah aku akan bertahan selama setahun dengan sikap pria itu"


pikirannya teringat oleh ponsel yang diberikan oleh Arta, ia kemudian berjalan menuju lemari, menahan rasa sakit di kakinya. ia membuka ponselnya, tampak banyak panggilan masuk dari Arta. ia membuka pesan yang di kirim Arta sebanyak puluhan kali.


namun pikirannya kembali pada ancaman matheo saat ingin membalas pesan dari Arta. "aku harus bekerja kembali, aku tidak bisa bersantai santai di istana neraka ini, apa jadinya aku setelah pernikahan kontrak ini usai" human Luna kembali menyemangati dirinya.


"ya, aku harus kembali bekerja, aku tidak bisa bersantai santai saja,aku harus bekerja"


__ADS_1


matheo


__ADS_2