
cerita ini mengandung bawang bombay. harap tenang sebelum membacaπππ
πππ
Zayn terkejut setengah mati saat baru membuka kamera cctv. ya, Zayn merasa penasaran apa yang dilakukan tuannya pada Luna, maka dari itu Zayn memutuskan untuk mengecek cctv.
Zayn berlari kearah kamar Luna dengan menelfon dokter Jhonatan datang. hingga tak butuh waktu beberapa lama, Jhonatan datang, Zayn dan Jhonatan berusjaa mendobrak pintu kamar matheo.
karna gagal, mereka meminta kunci cadangan pada pak sufri. mereka segera masuk dan mendapati tubuh Luna yang bersimbah darah di lantai. "Kau gila!!!" pekik Jhonatan merasa marah pada matheo.
"Zayn siapkan mobil, kita harus membawa Luna kerumah sakit sekarang" ujar Jhonatan menggendong tubuh Luna. hingga pakaian dokter Jhonatan yang berwarna putih itu berubah menjadi merah darah karna Luna.
matheo menatap kosong ke arah pintu. hingga ia pun memutuskan untuk mengejar mereka. Zayn juga menelfon ariana dan Alberto. mereka pun segera ke rumah sakit Gold untuk melihat keadaan Luna.
"sudah ku katakan sayang, putra kita itu harus diberi pelajaran" geram Alberto mengendarai mobilnya dengan cepat.
Matheo gold hospital.
Luna di bawa ke ruang operasi. setelah di periksa Luna mengalami kerusakan pada jantung. bahkan Luna juga kehilangan banyak darah, hipotermia Luna kambuh parah. dan Luna dinyatakan Koma.
"apa yang terjadi padanya" tanya matheo dengan dingin saat merasakan jika Jhonatan keluar dari ruangannya. Jhonatan murka mendengar ucapan matheo yang seakan akan tidak memiliki beban sama sekali.
ia menarik kerah kemeja matheo dan mengungkapkan segala amarah di hatinya. "Apa kau tau? kau sungguh pria BODOH yang pernah aku temui. karna kau! Luna koma! jika aku tak bisa menyelamatkan nya, mungkin Luna tidak akan selamat"
matheo terkejut. ia merasa telah keterlaluan menghukum Luna. harinya menjadi gelisah, pikirannya tak tenang. tiba tiba ayahnya datang dan memukulnya hingga ia menoleh kesamping.
__ADS_1
"berdiri kau lelaki baj*ngan"
bugh...
bugh...
Alberto terus memukuli tubuh matheo. matheo sama sekali tak melakukan perlawanan. pukulan ayahnya terbilang sangat sakit, meski tak membuat tubuh kekarnya itu tersungkur di lantai.
"lihatlah akibat perlakuan mu, kau hampir membunuh wanita tak berdosa"
"biar ayah bongkar, Luna adalah teman masa kecil mu bodoh" teriak Alberto marah pada putranya yang sangat kejam itu. matheo menatap ayahnya dengan tatapan tak percaya.
"tidak usah menatapku seperti itu sial*n"
A few years ago
"kak, lepaskan...tangan Luna sakit"
"diam! tidak usah melawanku, kau tau? karna kau, aku dimarahi oleh ayah, kau mengadu pada ayah jika aku mengambil mainan mu bukan, sekarang kau harus menerima akibatnya" ujar gadis itu menarik rambut Luna kecil, hingga Luna berteriak menangis.
"kak sakit...huaaa...lepaskan kak..."
"lepaskan dia, atau aku akan menyakiti mu" ujar matheo berusaha untuk menolong Luna. "cihh siapa kau, tidak usah sok menjadi pahlawan luna" karna kesal mendengar jawaban gadis itu, matheo mendorong hingga gadis itu terjatuh.
"lihat Luna aku akan membalas mu" ancam gadis itu kemudian pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
"sudah lah, jangan menangis, dia sudah pergi" ucap matheo mengusap air mata Luna yang mengalir di pipinya. gadis yang setinggi perutnya dan berpipi chuby dengan mata besarnya yang imut, membuat matheo jatuh cinta.
"siapa nama mu?"
"Luna"
"nama yang indah, tadi itu siapa? mengapa ia menyakiti mu?"
"itu Kakak tiriku"
"kenalkan aku Theo"
"kau kelas berapa?"
"masih klas 4"
"ohh begitu, apa kau mau bermain denganku? aku sangat menyukaimu " matheo mengungkapkannya secara langsung tanpa menyimpannya sendiri. Luna menjadi malu mendengarnya, apalagi seorang pria yang terlihat lebih tua darinya terlihat sangat tampan.
"aku akan memanggilmu kak theo bagaimana?"
"tentu, tapi aku ingin kau menjadi kekasihku"
"Tapi kita masih kecil"
"tak apa, siapa tahu nanti besar kita akan menikah"
__ADS_1