TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 19


__ADS_3

☘️☘️☘️


"apa aku memiliki masalah dengan anda tuan Denis hingga kau mengacaukan markas ku dengan anak suruan mu itu"


"lepaskan aku brengs*k karna kau, adikku mati bunuh diri" teriak Denis menggelegar di seluruh ruangan.


"hahaha...mengapa kau menyalahkan aku? salah adikmu sendiri yang murahan berusaha untuk membuatku menidurinya, jadi jangan salahkan aku jika mempermalukannya di depan keluarga ku" sinis matheo membuat Denis semakin marah saat adiknya di katakan murahan oleh matheo.


Denis berusaha menyerang matheo, namun tubuhnya kini di tahan oleh pengawal matheo.


SRING...


suara penutup pedang di buka oleh matheo, pengawal mendudukkan paksa Denis di kursi dan mengikatnya.


bersamaan dengan anak buahnya, mereka sama sama akan di bunuh oleh matheo di tempat ini juga.


crash..!!!


sekali tebasan memenggal kepala keduanya. Sarah muncrat kemana mana, tak ada yang berani menentang dirinya saat ini, semua diam dan hening, menambah suasana kejam seorang matheo. darah mengenai jas matheo serta wajahnya. dengan seringai kepuasan ia menatap darah itu yang mengalir begitu deras.


"bakar jasadnya, dan bersihkan seluruh darah ini"

__ADS_1


"siap tuan"


serentak semua mulai bekerja. matheo akan kembali ke mension ya bersama asisten Zayn. dan matheo baru sadar, jika Zayn sedari tadi tak berbicara apapun padanya. biasanya selalu hal konyol yang pria itu lontarkan untuk mengisi kekosongan, sekarang pria itu hanya diam dan menatap dingin ke semua orang


"ada apa dengan mu?"


"saya baik baik saja tuan" ucap Zayn dengan penuh penekanan. matheo mengetahui apa yang terjadi,ia yakin jika Zayn tersindir dengan kalimatnya yang mengatakan jika ia hanya seorang pelayan.


"ayo pulang, aku ingin bermain dengan mainan ku di rumah" seringai matheo mengingat wajah Luna yang menangis ketakutan padanya. akhirnya mereka pun kembali ke mension matheo.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


matheo masuk dan mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan, tak ada tanda tanda kelinci kecil itu disana. "pelayan" teriak matheo membuat seorang pelayan berlari tergopoh gopoh.


"ada apa tuan"

__ADS_1


"dimana gadis bodoh itu"


"nona luna sedang menyiapkan makan malam untuk anda tuan"


'apa dia tidak merasakan sakit sama sekali? padahal aku menyakitinya begitu kejam, namun ia masih bisa memasakkan makanan untukku' batin matheo merasa Luna gadis yang kuat.


"kembali"


"Colpi di schiena tuan" ucap pelayan tersebut kembali ke tempat ia tadi bekerja.


matheo melangkahkan kakinya masuk menuju tempat Luna berada. ia melihat gadis itu dengan cekatan menyusun makanan dan meyiapkan untuk ia makan. wajah teduh dan tenang itu sama sekali tak memunculkan beban sedikitpun, gadis itu merasa pasrah pada kehidupannya. begitu pikir matheo saat menatap Luna.


matheo memutuskan untuk menuju kamarnya, ia ingin membersihkan dirinya yang memang berbau darah manusia tadi. pelayan tadi mungkin sedikit merasa takut karna melihat matheo terdapat banyak darah.


matheo segera melangkah kan kakinya menuju kamarnya. ia membuka jasnya dan seluruh pakaiannya. ia masuk kedalam bet up dan merendam tubuhnya.


Luna selesai menyiapkan makan malam. Luna berfikir jika suaminya belum pulang, maka dari itu ia memutuskan untuk menyiapkan air mandi suaminya. ia melap keringatnya yang jatuh di pipinya, ia menaiki tangga satu persatu menuju kamar pribadi matheo.


klek.


tak ada siapapun, sebelum itu Luna merapikan tempat tidur matheo dan menyiapkan pakaian suaminya. setelah itu, ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. ia membuka pintu kamar mandi, memang matheo jarang mengunci pintu kamar mandi.

__ADS_1


klek.


mata matheo terbuka, ia melihat Luna dengan handuk di tangannya dan mengambil sebuah botol sabun. matheo menyeringai saat tahu jika Luna tidak menyadari dirinya.


__ADS_2