TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 36


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


di dapur.


Luna membuat makan malam dibantu para chef handal. Luna tampak sibuk dengan pekerjaannya. ia besok akan mulai bekerja di tempat Arta. pria itu sudah mengirim alamatnya, bahkan Luna tau dimana tempatnya.


karna ternyata kantor dihadapannya itu milik Arta. dengan begitu Luna tidak perlu susah mencari kantor milik Arta. gadis itu menghidangkan makanannya di atas meja. ia melihat darah turun dengan matheo. tampak sarah merangkul mesra lengan matheo.


mereka duduk di hadapan Luna. gadis itu diam ia masih merasa malu dengan adegan di kamarnya tadi. bisa bisanya ciuman pertamanya di ambil begitu saja oleh matheo. sama halnya dengan matheo, pria itu menatap kearah bibir merah yang sedikit pucat milik Luna.


ia merasa seperti ingin merasakan bibir Luna lagi. bibir yang terasa manis membuatnya tergila gila, namun arogansi nya membuat ia melupakan kejadian itu. Luna mengambilkan makanan matheo, dengan sedikit gugup ia mengambil beberapa lauk. matheo bisa melihatnya dengan jelas. sementara Sarah, wanita itu makan dengan lahap karna perutnya selalu minta diisi.


Sarah melihat kekasihnya yang menatap Luna tanpa memakan makanannya. membuat ia sedikit merasa kesal dengan pria itu. "sayang, bolehkah aku menyuapi mu, aku sangat ingin sekali belajar menjadi seorang istri sebelum kita MENIKAH nanti" gumamnya sembari menekankan kata menikah.


matheo tak melarang. Sarah dengan senang hati menyuapi matheo dengan halus dan penuh kelembutan. sedikit ia melirik ke arah Luna yang menatap mereka, ia tersenyum dengan berbinar. sementara Mateo memilih untuk sibuk dengan ponselnya. tiba tiba Devano datang menarik tangan Luna, membuat matheo terkejut.


"kak Devano" panggilnya lagi lagi membuat telinga matheo panas mendengarnya. pria itu mencengkram kuat ponselnya , hingga membuat ponsel itu hancur tak beraturan. Luna bisa melihat dengan jelas saat itu. Sarah terkejut mati matian, ia merasa tak aman saat matheo kini sedang marah.


"sa-sayang"


"Sarah, kembali ke kamarmu" dinginnya. dengan cepat Sarah mengangguk dan masuk kedalam kamarnya. Luna merasa takut, namun Devano hanya menatap matheo dengan biasa tanpa Ekspresi sama sekali. "lepaskan tangannya" dinginnya namun tak kunjung dilepaskan oleh Devano.

__ADS_1


"untuk apa? aku ingin membawa Luna ke mension aunty, ia ingin melihat keadaan menantunya" tegasnya.


"tidak perlu membawanya ke mension momy, aku bisa melakukan nya sendiri"


"apa aku percaya? tentu saja tidak, aku harus membawa Luna kemension aunty sekarang"


karna kesal, matheo menghempaskan genggaman tangan Devano dengan kasar. ia menarik Luna ke belakang tubuh kekarnya. "kau tidak berhak membawa istriku"


"ceraikan Luna sekarang juga" ujar Devano menatap tajam pada matheo.


"apa kau gila? dia istriku, dia dan aku telah terikat suatu perjanjian, aku dan dia akan berpisah jika telah 1 tahun" sinis matheo menatapnya dengan tajam.


Devano terdiam, ia memikirkan sesuatu dan kemudian pergi begitu saja dengan tatapan sulit di tebak. apakah ia merencanakan sesuatu.


Luna menatap bingung ke arah pria itu, ia kemudian memutuskan untuk segera masuk kedalam kamarnya. karna besok ia harus mulai bekerja. ia harus memulai hidupnya mulai sekarang, agar ia bisa mencukupi hidupnya setelah berpisah dengan matheo.


Luna tidur dengan nyenyak, meski ia merasa sedikit pusing di kepalanya.


nightmare Luna


"aku dimana?" Luna tampak berjalan di taman bunga. tampak gadis itu berputar putar.

__ADS_1


tiba tiba Luna melihat segerombolan preman mengejar seorang wanita muda dalam ke adaan hamil.


Luna merasa heran, ada apa hubungan ketiga pria itu dengan wanita itu. Luna ingin sekali menolong, namun apa ada yang menahan dirinya entah itu apa, yang jelas Luna tidak bisa pergi dari tempatnya berdiri.


"tolong jangan bunuh aku..."


"cihh, aku benci wanita murahan seperti mu, kau harus mati bersama bayi itu"


"tapi ini sungguh anak kamu andre"


"tutup mulut mu ziya, kau dengan saudara kembarmu Zoya sama saja, sama juga dengan Eline, kalian bertiga benar benar murahan"


"percaya padaku Andrea, ini putri mu, aku dengan Wisnu baru berhubungan kemarin"


"dasar murahan, sama saja, kau istriku, mengapa kau berani mengkhianati ku ha!!!"


"aku ingin berdua denganmu, namun kau sibuk dengan pekerjaan mu"


"jika aku tidak bekerja, lalu untuk apa biaya proses melahirkan mu nanti bodoh! tapi aku sadar itu bukan anakku, kau harus mati bersama anak bajingan ini!!!" bentaknya dengan keras menodongkan sebuah pistol kearah kepala wanita itu. dan.....


Dorr!!!

__ADS_1


Luna yang melihatnya berteriak histeriss. namun tak ada yang mendengarnya. Luna ingin membantu wanita itu, namun tubuhnya masih tertahan.


pria dan kedua orang suruhannya meninggalkan mayat wanita itu begitu saja. tiba tiba datang seorang pria yang sangat Luna kenali. "ayah" lirih nya melihat ayahnya menangis dan segera membawa tubuh wanita yang telah meninggal itu. namun belum sempat Luna mengikuti ayahnya, ia terbangun dari mimpinya.


__ADS_2