TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 22


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


Luna bergegas membersihkan dirinya, ia sudah tau apa yang akan kedua orang itu lakukan, mereka mungkin menyiksanya nanti di pesta. setelah membersihkan diri Luna keluar menggunakan gaun yan di berikan oleh pelayan tadi, kini Luna di mek up oleh para pelayan, meski hanya menggunakan lipstik tetapi rambut Luna mereka yang meriasnya.


setelah selesai,Luna segera turun karena untuk menemui suaminya yang sudah menunggunya dibawah. dress berwarna putih setinggi lutut itu sangat pas di tubuh Luna. Luna sudha melihat bagaimana Sarah bermanja manja pada matheo, dan lagi lagi pria itu tak menolak sama sekali, malah tampaknya pria itu menikmatinya.


Sarah langsung terdiam dan menatap tak suka saat Luna turun dengan dress putihnya. Sarah merasa kesal, mengapa bisa Luna lebih cantik darinya? "sayang, apa dia juga ikut"


"dia akan menjadi pelayan pribadimu" ucap matheo sembari tersenyum senang.


namun seperkian detik, tatapan matheo berubah menjadi dingin. ia mengamati seluruh pakaian Luna. "ganti pakaianmu dengan kaos dan celana jeans, kau sangat tak pantas mengenakan dress itu, bisa bisa aku di tertawakan membawa seorang pelayan ke pesta besar" ucapnya tanpa memperdulikan perasaan Luna.


"baik tuan" tak banyak bicara Luna segera naik kembali ke kamarnya. ia mengganti pakaiannya sesuai perintah pria itu. entah apa yang matheo rasakan, ia tak rela jika tubuh Luna di lihat oleh pria lain. sementara Sarah, ia dibiarkan bebas mengenakan gaun merah panjang dengan belahan dada yang terbuka.


tak lama kemudian, Luna turun menggunakan pakaian apa yang matheo katakan, pria itu tersenyum lebar saat Luna menuruti keinginannya.

__ADS_1


pov Luna



mereka akhirnya menuju mobil mewah milik matheo, dan asisten Zayn. Luna duduk di samping asisten Zayn, sementara Sarah dan matheo di belakang. Sarah begitu menikmati selama menjadi kekasih matheo, dirinya sama sekali tak pernah mendapat penolakan dari pria itu, yang artinya perlahan ia memiliki kesempatan untuk merebut matheo dari Luna.


tak lama mereka Sampai di tempat pesta, orang orang memandang Luna dengan aneh, bisa bisanya di pesta sebesar ini ia memakai pakaian seperti itu. "nyonya Sarah apa kabar" sapa seorang wanita yang memakai gaun putih. "hai nyonya Celine, sudah lama kita tidak bertemu" sapa Sarah menyahuti perkataan wanita itu.


"anda beruntung sekali karna akan menikah dengan tuan penguasa, jika aku jadi kau, mungkin aku sujud syukur"


"ohh dia cuman pelayan pribadi ku yang diberi matheo untukku"


"enak sekali, bahkan tuan matheo memberikan seorang pelayan pribadi"


"tampaknya tuan matheo sangat mencintai nyonya sarah"

__ADS_1


Luna memutar bola matanya dengan malas, jika bukan suaminya yang memaksanya, ia tak mungkin berada disini mendengarkan perkataan mereka yang membuat telinganya terasa gatal.


Luna menoleh ke arah matheo yang sedang berbincang dengan rekan bisnisnya,ditemani oleh asisten Zayn. tanpa Luna sadari, seorang pria menatapnya dengan begitu lekat.


"Luna" suara familiar yang pernah Luna dengar, namun Luna lupa siapa orang itu. Luna menatap ke arah sumber suara tersebut, ia melihat pria yang pernah menjadi pujaan hatinya sewaktu SMA, namun Luna tak pernah menyatakan perasaannya.


"kak Arta" ucap luna dengan senyumnya yang manis, dan tatapannya yang polos membuat pria pasti akan menginginkannya. Arta tersenyum dan mendekati Luna, kemudian pria itu menarik tangan Luna agar menjauh dari wanita wanita itu.


"apa yang sedang kau lakukan?"


"aku sedang menemani majikan ku"


"ohh"


"kemarilah, aku sangat merindukan mu" ucap Arta memberikan Luna juz alpukat yang Arta tau jika itu minuman favorit Luna. tentu saja Luna merasa senang, pria itu masih saja perhatian seperti dulu.

__ADS_1


__ADS_2