
πππ
mereka sampai di sebuah mall terbesar. tentu saja milik matheo siapa lagi jika pria itu tidak berkuasa. matheo dengan Sarah masuk dengan bergandengan tangan. para karyawan menyambut mereka dengan hormat. namun kemudian mereka bertanya tanya, siapa gadis di sampingnya asisten penguasa? tidak mungkin itu kekasihnya asisten Zayn.
bisa bisa mereka menangis darah karna merasa cemburu, jika tidak bisa memiliki tuan, lalu mengapa tidak bisa mengambil asisten tuan penguasa. mereka masuk dengan diikuti asisten Zayn dan Luna di belakang.
Luna melihat beberapa pasangan bermesraan membuat ia merasa sedikit iri. dulu ia juga ingin merasakan bagaimana rasanya pacaran. namun karna suatu faktor ekonomi Luna terpaksa harus sibuk mencari uang untuk kebutuhan dan biaya sekolah nya.
Luna bahkan belum sempat bermain seperti anak seperti pada umumnya. Luna ingin sekali berfoya foya seperti mereka, namun Luna sadar jika itu hanya akan menghabiskan uang dan waktunya saja. lebih baik ia gabung dan kembali bekerja keras.
__ADS_1
lagi pula, jika Luna tidak bekerja pasti ibu tirinya dan Kaka tirinya itu akan lebih parah menyiksanya karna tidak mendapatkan uang dari Luna. ayahnya yang penjudi tak memperdulikan nya lagi yang masih status anak kandungnya.
"sayang lihatlah, sepertinya gelang ini sangat cocok untuk kita" gumam Sarah dengan mesranya menggelayut manja di lengan kekar matheo. ia sedikit melirik ke arah Luna, bertujuan untuk memanas manasi Luna. matheo melirik ke arah Luna dan tersenyum dengan senang. "kau benar sayang, ini sangat cocok untuk mu" gumamnya mengenakan gelang itu pada Sarah.
Sarah tentu saja merasa sangat senang. setidaknya jika ia bisa mengambil hati matheo, ia bisa mengambil matheo dengan mudah dari tangan Luna. entahlah, mengapa dirinya sangat membenci keberadaan Luna. ia merasa Luna adalah sebuah benalu yang ingin merusak pohon indah, seperti itulah kuna kira kira.
Luna jadi teringat, janji konyol nya dengan Claudia, jika mereka akan menikah sama sama, dan jika ada yang menikah duluan, maka mereka wajib mentraktir sahabatnya saat waktu senggang.
"ingin sekali aku mengenakan gaun itu dan tersenyum" lirih Luna mengingat saat pertama kali menikah dengan matheo. yang ia rasakan hanyalah sebuah ketakutan yang besar.
__ADS_1
matheo menatap Luna yang melihat ke arah gaun pengantin, tak sengaja matheo melihat sebuah toko cincin. matheo ingin kembali membuat Luna menderita. "sayang, kau pasti menginginkan cincin di jari manisnya bukan" goda matheo dengan senyuman memikat, siapa yang tak terpesona dengan senyuman menawan itu.
"tentu saja, tapi aku takut mahal sayang" ucap Sarah sok hemat oleh uang. asisten Zayn jengah melihatnya. Luna melihat ke arah cincin pernikahan yang begitu indah. namun ia sama sekali tidak berniat untuk memakainya, ia hanya merasa kagum saja. yang ia ingin kan hanyalah sebuah kasih sayang yang tulus dan tidak memanfaatkan dirinya.
"sayang, apa kau tidak ingin membeli cincin sama saja dengan ku hmm?"
"baiklah jika itu kau mau" ucap matheo menyetujui permintaan Sarah. mereka pun membeli cincin couple, dan memakainya tepat di hadapan Luna. jujur saja,di lubuk hati Luna yang paling dalam, ia merasa iri dengan Sarah, ia mendapatkan cinta dari matheo yang masih berstatus suaminya, apalagi nanti mereka akan segera menikah, dan ia akan di tendang dari sebuah neraka berkedok istana ini.
kalau boleh, Luna meminta untuk akhiri saja hidupnya yang tidak ada gunanya. ia lelah harus di manfaatkan oleh orang lain.
__ADS_1