
Tinggalkan jejak setelah membaca ππππ
Terus dukung karya author β€οΈ
πππ
Matheo menggenggam erat tangan Luna, ia menciumnya perlahan. Zayn hanya bisa menatap penyesalan tuannya itu. Kemudian asisten Zayn memilih untuk membiarkan matheo berdua dengan Luna.
Matheo menatap wajah Luna yang terlihat pucat, dengan nafas bantu dari alat alat itu. Di luar, Ariana melihat matheo dari kaca pintu, Ariana menangis melihat putrinya begitu putus asa.
'buat apa kau menangisinya sayang, biarkan saja ia mendapatkan karma nya' ujar Alberto masih marah pada putranya yang begitu bodoh. 'tapi Deddy, aku tidak kuat melihatnya seperti itu, baru kali ini aku melihat matheo begitu putus asa'
Di mension matheo.
Tampak sarah begitu menunggu kepulangan matheo, dari semalam pria itu tidak terlihat, sama dengan Luna, Sarah sudah memeriksa kamar matheo dan juga kamar Luna, mereka sama sekali tak ada di tempatnya.
__ADS_1
'dimana mereka? Tidak mungkin bukan, matheo mengajak Luna menginap di hotel, bukankah mereka tidak saling mencintai' ujar Sarah tampak berfikir keras.
Sarah memilih untuk menghubungi temannya dan mengajaknya shoping di mall, karna Sarah lagi badmood, ia ingin menenangkan pikirannya dengan belanja di mall, menghabiskan uang yang diberikan oleh matheo.
Hospital matheo gold.
Jhonatan melihat dengan jelas, bagaimana matheo begitu menyesal dengan perbuatannya. Jhonatan menjadi iba melihat sahabatnya, dari tadi pagi hingga sore matheo tidak mengisi perutnya, ia hanya duduk di samping Luna dan menggenggam erat tangan Luna.
'sayang...aku mohon bangun' lirihnya meneteskan air mata.
Matheo merasa bodoh dengan dirinya sendiri. Bagaimana mungkin dirinya yang begitu pintar Tidak bisa membedakan mana yang berhati tulus dengan yang tidak. Matheo mengusap kasar rambutnya bahkan ia tak memperdulikan tubuhnya yang tidak terawat itu.
Namun meskipun begitu, tidak mengurangi ketampanannya. Tiba tiba ariana masuk dengan membawa makanan di tangannya. "Matheo, momy mohon, makanlah makanan mu ini" ucap Ariana ingin menangis melihat putranya yang tidak mengisi perutnya dari pagi.
"Aku tidak berselera mom, sebaiknya momy saja yang menghabiskan, aku sedang tidak enak makan"
__ADS_1
"Tapi kau tidak mengisi perutmu sedari pagi tadi"
"Bukankah aku sama dengan Luna, bahkan dia belum makan dari kemarin malam"
Mendengar jawaban putranya yang begitu kekeh untuk tidak makan, akhirnya Ariana memilih untuk mengalah dan membawa makanan itu keluar. Ariana menundukkan kepalanya, ia berdoa semoga Luna cepat sadar dari komanya. Saat Ariana keluar ia melihat Devano dengan putrinya Zanetta berada disana. "Momy, bagaimana keadaan kakak ipar"
"Dia sedang tidak baik baik saja"
Devano masuk kedalam ruangan begitu saja, tanpa meminta izin pada siapapun. Ini kesempatan ia untuk membalaskan dendam Luna pada nya. Devano masuk kedalam dengan wajah datarnya. Devano melihat dengan sangat jelas, bagaimana matheo sangat terpukul dengan keadaan Luna.
"Ini adalah balasan yang kau lakukan pada Luna, sekarang apa kau puas?"
"Jika kau datang hanya ingin mengataiku saja, lebih baik kau keluar saja, aku hanya ingin berdua dengan Luna"
"Cihh, sekarang kau akan merasakan kebodohan mu matheo, aku berharap setelah Luna sadar, ia tidak mengenali mu" sinis Devano kemudian pergi keluar ruangan meninggalkan matheo yang mencengkram kuat tangannya, dan matanya yang begitu merah akibat menahan amarah. namun Devano acuh dan tak peduli sama sekali.
__ADS_1