
πππ
hari sudah sore.
Luna melihat para pelayan yang terbilang cukup banyak itu, berdiri di samping pintu saling berhadapan. seperti menyambut sang mulia raja. tampak terlihat matheo masuk dengan seorang wanita paruh baya namun terlihat sangat cantik.
Luna merasa bingung.nsiaoa wanita yang dibawa suaminya itu? namun Luna hanya diam, ia melihat dari kejauhan. tampak sarah juga menggandeng wanita itu dengan senyum palsu nya.
wanita itu hanya tersenyum pada Sarah. tentu saja Sarah merasa jika ia pantas menjadi istri seorang matheo Chaiden Smith. tampak para pelayan melayaninya seperti ratu. matheo mencari cari keberadaan Luna namun tak melihat keberadaan nya. "Zayn bawa wanita itu kemari" ujar matheo dengan dingin dan datar.
"baik tuan"
seolah olah tahu siapa yang dimaksud oleh matheo, Zayn menuju kamar Luna untuk membawa gadis itu menemui ibu tuan matheo. Luna duduk di tepi ranjang dengan melamun. tentu saja yang Luna pikirkan hanyalah ibu nya. tiba tiba pintu kamarnya di ketuk seseorang, membuat ia mau tidak mau harus membuka pintu tersebut.
"ada apa asisten zayn"
__ADS_1
"nona, tuan muda memerintahkan anda untuk turun menemui ibu tuan muda"
"jadi itu ibu kandung tuan matheo"
"benar nona"
"baiklah Zayn, aku akan segera turun"
Luna mengenakan pakaian sopan. berbeda dengan Sarah, yang tampak seksi dan glamor. Luna tak memakai mek up sama sekali, bibirnya yang pink asli membuat ia terlihat sangat polos.
Ariana menoleh. ia melihat penampilan Luna dari atas sampai bawah. Luna terbilang wanita sederhana bagi Ariana. wanita itu tau jika kehidupan Luna sama sepertinya dulu. "duduklah" ujar Ariana dengan dingin.
Sarah tersenyum kemenangan melihat reaksi yang ditampilkan oleh ibu matheo sangat berbeda dengan dirinya. Ariana merasa dingin pada Luna sementara pada Sarah hangat. itukah sebabnya membuat Sarah menjadi merasa menang sekarang.
Luna menurut, gadis itu duduk dan ikut memakan makanannya. entah apa yang direncanakan oleh Ariana, yang jelas semua orang tidak tahu. ponsel Ariana berdering membuat semua orang menoleh kearahnya. "maaf mengganggu kalian makan"
__ADS_1
"tak apa aunty" ujar Sarah dengan lembut.
Ariana tersenyum. ia kemudian mengangkat panggilan telfonnya. "halo sayang"
"sayang kau dimana? mengapa kau tidak ada dirumah" tanya Alberto yang merasakan cemas pada istrinya. "aku dirumah anak kamu sayang, hanya sebentar saja, aku merindukan putra kita"
"baiklah, nanti aku menjemputmu, kabari aku ok" setalah mengucapkan hal itu, Alberto mematikan ponselnya.
'sungguh beruntung sekali para wanita yang mendekatkan cinta. aku penasaran bagaimana rasanya di cintai dengan tulus. bagaimana rasanya bahagia, aku ingin itu semua, aku tidak peduli meski dengan nyawaku, aku ingin merasakan kebahagiaan ya tuhan' lirih Luna dalam hati. Zayn tau jelas jika Luna sedang bersedih memikirkan sesuatu. Zayn merasa iba kepada Luna yang harus menanggung beban berat dari mereka.
makan malam mencekam itu akhirnya usai. benar saja Alberto menjemput Ariana. meski sudah cukup umur, mereka masih terlihat sangat mesra. Alberto mencium kening Ariana dengan lembut dan memeluknya dengan kasih sayang. sementara Sarah bergelayut manja di lengan matheo yang hanya berwajah datar.
Luna melihat dari atas bersembunyi di balik pilar besar. melihat mereka semua yang merasa bahagia di atas penderitaannya. "aku merindukanmu Bu..." tangis Luna pecah. ia berlari menuju kamarnya. menumpahkan segala isi hatinya yang terasa sangat sakit itu.
"hiks...mengapa dunia terasa sangat kejam dan tak adil bagiku, semua orang tertawa di atas penderitaan ku"
__ADS_1