
🍀🍀🍀
pria itu berbalik menatap wajah Luna dengan datar. "aku menerima tawaranmu, dari pada aku menikah dengan pria tua itu"
"bagus, sekarang naiklah kedalam mobilku, kita harus mengganti pakaian terlebih dahulu"
"tapi pakaian ku berada dirumah, apa kau mau mengantarkan ku pulang?"
pria itu menghela nafasnya melihat kepolosan Luna yang sedikit bodoh itu, wajahnya yang cantik membuat semua pria pasti terpesona denganya, namun sifatnya yang. bodoh itu tidak pantas untuk wajahnya.
"apa tidak apa mobilmu basah karna bajuku?" tanya Luna merasa tak enak saat melihat kursi yang diduduki nya basah.
"tak apa, aku akan menyuruh seseorang untuk mengeringkannya nanti"
tak lama, mobil mewah itu berhenti pada sebuah butiq terbesar yang pernah luna liat di televisi, Luna menganga tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"bukankah ini butiq yang lagi viral itu" ucapnya merasa sangat senang bisa melihatnya secara langsung. karna, cukup jauh rumah Luna dari butiq ini, dan Pati butuh uang banyak untuk membayar taksi.
"apa kau tidak pernah kesini?" Luna menggeleng dengan cepat, pria itu tersenyum tipis, ia yakin lama kelamaan tuannya akan merasa terhibur di dekat gadis polos seperti Luna. apalagi gadis itu bisa dibilang penurut dan mau diatur oleh orang lain.
__ADS_1
"masuklah, apa kau tidak kedinginan"
pria itu mengekori Luna dari belakang, saat masuk banyak tatapan karyawan wanita yang tak suka pada Luna, bahkan ada yang mengejek penampilannya. apalagi saat tau Luna datang bersama dengan seorang laki laki yang mereka idamkan.
"jangan menatapnya seperti itu, cepat bawa dia ke ruang ganti, dan ganti bajunya dengan yang terbaik di butiq ini"
"baik tuan"
karyawan tersebut segera membungkuk memberi hormat pada pria itu, Luna merasa heran, sebenarnya seberapa kekuasaan pria itu sampai² karyawan yang menatapnya jadi takut padanya.
"mari nona, ikut dengan kami" ucapnya dan dibalas senyuman oleh Luna.
"terimakasih"
"silahkan masuk nona, dan gunakan pakaian ini" Luna menurut ia memakai pakaiannya yang diberikan oleh karyawan tadi.
setelah selesai, Luna terlihat sangat cantik dengan pakaian yang ia kenakan, pipinya yang terlihat chuby, membuat siapa saja merasa gemas melihatnya.
__ADS_1
karyawan yang melihatnya tentu saja semakin kesal, karna kecantikannya tidak setara dengan gadis didepannya ini.
namun ia tak bisa berbuat apa apa, bisa saja ia akan dipecat oleh tuan Zayn.
"anda sangat cantik nona, sekarang mari saya antar keluar karna tuan Zayn sudah menunggu di luar" Luna mengerutkan keningnya, siapa Zayn? dia tidak mengenalnya.
namun Luna hanya diam dan tersenyum , gadis itu mengikuti langkah wanita itu hingga tak lama ia melihat seorang pria yang bersamanya tadi.
tampak pria itu terpaku melihat Luna, sungguh cantik tuannya itu pasti tidak akan menyesal dengan pekerjaannya.
"mengapa kau selalu menatapku tuan?" tanya Luna membuat pria itu terkejut dan berdehem kecil.
"kau sudah selesai? sekarang kita ke mension tuan matheo" ucap nya membuat Luna terpaku dan tak beranjak dari tempatnya berdiri.
"mengapa kau diam saja? ayo cepat"
"ahh iya"
Luna segera mengikuti pria itu hingga masuk kembali kedalam mobil. "tuan boleh aku bertanya" ucap Luna ragu ragu.
__ADS_1
"tanyakan saja, jika penting, jika tidak maka tidak usah bertanya"
"ish dasar menyebalkan" gerutu Luna kecil namun masih bisa di dengar oleh pria itu, pria itu tersenyum mendengar penuturan Luna, baru kali ini ada gadis yang berani membicarakannya tepat didepannya.