TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 64


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


matheo merasa bersalah saat melihat Luna berlari sembari menangis. namun hal itu ia lakukan agar Luna Riska menjadi orang yang berkepribadian kasar. "Ara apa kau baik baik saja"


"aku baik baik saja"


"baiklah kalau begitu, jika ingin sarapan suruh chef Dion dan kau juga bisa memanggil pak sufri ataupun pelayan lainnya, disini banyak pelayan kau tak perlu khawatir"


"iya sayang" Arabella tersenyum senang, ia menatap kepergian matheo. hatinya berbunga bunga saat matheo membela nya tadi, ia merasa puas melihat Luna menangis seperti itu. "heh, lihatlah wanita murahan, kau bukan apa apa di bandingkan dengan ku" sinisnya menatap lift yang di naiki Luna barusan.


dikamar.


Luna menangis entah karena apa, ia merasa dirinya begitu bodoh, tapi tak bisa di pungkiri, harinya sakit melihat matheo membela Arabella daripada dirinya. "mengapa kau menangis Luna, dia bukan siapa siapa, untuk apa kau menangisi pria seperti nya" ucapnya sembari mengusap kasar air matanya.


Luna mengambil ponselnya, banyak pesan dan panggilan yang ia lewatkan dari Arta. ratusan panggilan dan pesan ia lewatkan satu bulan belakangan ini. "maafkan aku kak, aku koma beberapa hari lalu" pesannya singkat.


tak butuh waktu berapa lama, pesan itu dibalas dengan cepat oleh Arta, tampak pria itu begitu cemas dan khawatir.


~apa kau baik baik saja

__ADS_1


~apa keadaanmu sudah membaik


~mengapa kau koma


~mengapa itu terjadi padamu


kita kita pesan seperti itulah yang di kirim oleh Arta. Luna hanya tersenyum, kemudian Luna kembali turun keluar dari kamarnya untuk sarapan. ia berusaha melupakan kejadian seperti tadi. namun saat baru hendak menuruni anak tangga tiba tiba Arabella berada di belakangnya.


"mau apa kau? jangan coba coba untuk menikmati makanan sebelum kau minta maaf padaku" ucap wanita itu dengan sombong. "apa rasa sakit tadi masih kurang untuk mu? sampai sampai kau mencari masalah dengan ku lagi" ucap Luna dengan datar dan segera turun.


namun saat ia melangkahkan kakinya, Arabella tiba tiba saja menarik tangannya dan berusaha mendorong tubuhnya. Luna yang merasa terdorong menarik tangan Arabella agar tidak terjatuh, namun naasnya mereka malah jatuh bersama dari tangga.


kedua wanita itu di bawa kerumah sakit. matheo yang mendengar kabar itu dari asisten nya, segera berlari menuju rumah sakit yang di tuju. matheo memikirkan keadaan Ara dari pada Luna.


"Luna" geramnya hingga tak lama Lamborghini mewahnya sampai di rumah sakit. matheo berlari dan langsung memasuki ruangan. Luna dan Arabella dalam satu ruangan. maka dari itu matheo mudah melihat keduanya. "Ara apa kau baik baik saja" lirihnya dan mendekati wanita itu memastikan semuanya baik baik saja.


"kau tanya saja pada istri mu, dia cemburu padaku dan mendorongku, aku menarik tangannya agar tidak terjatuh namun ternyata kami sama sama jatuh" bohongnya membuat Luna terpaksa menahan sakit di kepalanya berusaha untuk menjelaskan. "itu tidak benar tuan" ucap bibir kecil luna.


"cukup Luna, apa yang kau harapkan dengan pernikahan ini? bukankah pernikahan ini hanya sebuah keuntungan kita masing masing, kau tidak jadi menikah dengan pak tua itu DNA berhasil melunasi utang utang ayahmu, aku aku terhindar dari perjodohan ibu ku, bukankah di awal sudah aku katakan, untuk tidak membawa harapan pada pernikahan ini, aku tidak mencintaimu, begitu pula sebaliknya, jadi jangan mengharapkan apapun dengan pernikahan ini" jelasnya.

__ADS_1


"lalu mengapa kau memberiku harapan di rumah sakit kemarin. kau mengatakan cinta padaku, kau berjanji akan hidup selamanya dengan ku, mengapa kau berbicara seperti itu"


matheo terdiam, sulit untuk menjelaskannya. di sisi lain ia mulai merasa nyaman dengan Luna, namun di sisi yang lain ia masih begitu mencintai Arabella cinta pertamanya. "maafkan aku, ada alasan tersendiri untuk itu"


Luna kecewa mendengar nya, ia merasa bodoh begitu percaya dengan perkataan pria itu. jadi ini rasanya, diberi harapan palsu dalam beberapa jam saja sudah seperti ini, apalagi banyak yang matheo berikan, mungkin ia akan menjadi setres karna hal ini.


percayalah, Luna hanyalah gadis yang membutuhkan kasih sayang dan cinta. selama hidupnya hanya terisi penderitaan dan penyiksaan.



LUNA



ARABELLA



MATHEO

__ADS_1


__ADS_2