
πππ
Sarah masuk kedalam kamarnya dan membanting semua yang ada di atas meja riasnya. Ibunya terkejut melihat kedatangan Sarah yang tiba tiba mengamuk tidak biasanya.
"Ada apa sayang"
"Mom, matheo membatalkan rencana pernikahan ku dengannya, padahal sudah sebulan lebih kami menjalin hubungan, dan kami tidak ada masalah sama sekali, lalu dia tidak pernah pulang, aku sendirian di mension, saat aku temui dikantor ia memutuskan ku sepihak" tangsi Sarah di pelukan ibunya.
"Bagaimana bisa"
"Aku tidak tau mom, yang jelas aku tidak bisa menerima nya, aku terlanjur mencintai nya"
"Terima saja Sarah, lagian matheo telah memberikan perusahaan ayah saham yang begitu besar, bahkan kini perusahaan ayah sangat maju berkat matheo" ujar ayah Sarah yang tiba tiba masuk dalam kamarnya.
"Apa yang ayah katakan, aku sangat mencintai matheo ayah, kau tidak bisa seperti itu"
"Mau bagaimana lagi? Matheo Tidak menginginkan mu"
"Mom, pokoknya Sarah hanya ingin matheo..hiks.."
"Tenang sayang, kita akan melakukan sebuah cara, nanti malam kau temui mom di paviliun momy yang lama"
"Iya mom"
__ADS_1
Rumah Luna.
"Apa apaan ini, siapa kalian"
"Nyonya, tuan matheo suami dari nona Luna meminta kalian agar uuntuk ikut kami"
"Buat apa aku ikut kalian" sahut kakak tiri Luna merasa tidak terima karna Zayn dengan pengawalnya begitu memaksa. "Anda berhak untuk diam nona, bawa mereka"
"Lepaskan kami, apa kau gila" pekik ibu tiri Luna berusaha melepaskan diri namun kekuatan mereka kalah telak oleh anak buah Zayn. " Mengapa kalian menangkap anak dan istriku, lepaskan mereka" sahut pria paruh baya yang tiba tiba keluar dari dalam kamar.
"Tuan Wisnu, silahkan anda ikut kami" ucap beberapa polisi yang tiba tiba muncul dari belakang Zayn. Wisnu merasa terkejut, ia ingin melarikan diri, namun kini tangannya di tahan oleh polisi dan dibawa masuk kedalam mobil.
Ibu dan Kaka tiri Luna di amankan diruang bawah tanah mension matheo. Kini Zayn bisa kembali dengan tenang karna telah melakukan tugasnya. Zayn masuk kedalam mobilnya, ponselnya berdering membuat ia mau tidak mau harus mengangkat telfonnya.
"Zayn, bawakan pakaian ganti milikku, aku akan membersihkan diri disini saja"
"Baik tuan"
Matheo memutuskan sambungan telfonnya. Zayn mengusap wajahnya kasar, ia merasa cukup lelah hari ini. "Gagal lagi gagal lagi, kapan aku memiliki waktu untuk beristirahat" lirihnya dengan kesal.
Kemudian Zayn menuju mension utama, dan menyuruh pelayan untuk membawakannya pakaian matheo.
Hospital matheo gold.
__ADS_1
Matheo mengecup lembut mata Luna. Berharap Luna akan membuka matanya kembali. "Sayang aku merindukanmu, apa kau tidak merindukan ku, hingga kau sepertinya sangat suka yah, tidur seharian di ranjang"
"Jika kau membuka matamu, aku berjanji akan membawamu kemanapun yang kau inginkan, aku akan mengajak mu bermain di pantai, kita akan membeli gaun pernikahan, aku akan menikahimu untuk yang kedua kalinya" ujar matheo mencium tangan Luna.
matheo berkaca kaca, penyesalan di lubuk hatinya semakin dalam. ia bersumpah tidak akan memaafkan dirinya jika Luna tidak bisa di selamatkan. "sayang..aku memohon padamu, sadarlah, kau boleh menghukum ku"
mension Arabella.
"mom ded, bagaimana mungkin matheo sudah menikah, mengapa kalian tidak memberitahukan padaku" ujar Arabella marah pada orang tuanya.
"maafkan kami sayang, kami takut masa depan mu akan hancur karna pernikahan matheo"
"Arabella tidak peduli mom, Arabella sangat mencintai matheo, Jika seperti ini, lebih baik Arabella mati saja...hiks.."
"Apa yang kau katakan Bel, lupakan matheo masih banyak pria kaya di luar sana"
"apa ded pikir Arabella wanita materialisme, Arabella bukan wanita seperti itu ded" ucap gadis itu semakin marah.
"sudahlah sayang, kau membuat putri kita bertambah marah"
"Arabella tidak mau tau mom, Arabella lebih baik menjadi yang ke dua daripada harus kehilangan orang yang Arabella cinta"
setelah mengungkapkan perasaannya, Arabella meninggalkan kedua orang tuanya menuju kamarnya.
__ADS_1