TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 5


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


Luna merasa kebingungan harus duduk dimana. ia berjalan dengan pelan membuat matheo menjadi kesal sendiri. "bisakah kau duduk? kau membuat mataku sakit" ketus matheo geram, ingin sekali melempar Luna keluar.


"tapi tuan, saya bingung akan duduk dimana"


"apa kau buta? jelas jelas sofa besar terpampang di depan mata, kau masih tak bisa melihatnya?" pekik matheo kini tak dapat membendung amarah lagi.


"maafkan saya tuan"


Luna segera duduk di sofa dan menundukkan kepalanya, sungguh pria didepannya ini seperti iblis yang keluar dari dalam kandang. "baru bertemu dengannya saja sudah seperti ini, apalagi telah menikah dengannya' batin Luna merasa sedikit kesal dengan matheo.


tak lama, pintu terbuka, muncul seorang pria tampan dengan berkas dan amplop coklat di tangannya.


asisten Zayn masuk membuat Luna merasa lega di hatinya.

__ADS_1


Zayn kemudian memberikan berkas itu pada tuannya, matheo menerimanya dan membacanya. matheo tersenyum merendahkan, membuat Luna bingung dibuatnya.


'mengapa dia tersenyum seolah olah menghinaku?' benak Luna merasa curiga.


'hanya gadis miskin yang memerlukan uang, aku yakin ia tak akan tahan lama saat menikah denganku nanti' batin matheo dengan sombong.


"Zayn, suruh wanita itu untuk membaca peraturan apa saja yang harus ia lakukan" ucap matheo menatap tajam ke arah Luna.


"baik tuan"


"tuan Zayn ini apa?" tanya Luna sedikit berbisik.


"itu adalah peraturan yang harus anda taati nona, jika sudah menikah dengan tuan muda matheo" ucap Zayn membuat Luna merasa bingung. ada apa dengan pria didepannya ini? tadi saat didalam mobil, mereka akrab saja, mengapa sekarang Zayn terdengar sangat formal dengannya.


"jika anda melakukan sedikit kesalahan, maka tuan matheo yang akan memberikan nona hukuman"

__ADS_1


"apakah hukumannya berat"


"mengapa kau cerewet sekali, aku tidak perduli pernikahan ini jadi atau tidak, yang jelas, jika kau bertanya sekali lagi, maka aku akan menghabisi mu" ancam matheo tak main main, membuat Luna kembali menundukkan kepalanya.


"seperti nya gadis ini sangat bodoh, mungkin aku bisa mengerjainya setiap hari" batin matheo menyeringai jahat.


"apa anda setuju nona?"


Luna tampak ragu ragu, namun ia pun menganggukkan kepalanya, demi melunasi utang utang ayahnya, dan tidak akan menikah dengan juragan tua itu. "baiklah nona, besok pernikahan akan dilangsungkan di gereja ,maka dari itu anda akan tidur di sini dan tuan matheo resmi membeli anda dari keluarga anda" ucap Zayn dengan tegas membuat Luna menelan salivanya dengan susah. tampaknya ia salah mengambil langkah.


"ingatlah, kau disini sebagai istri sementara, dan kau tidak berhak mengatur setiap pelayan yang ada dimension, bagiku kau sama seperti mereka, hanya gadis miskin yang menumpang di kediaman ku" ucap matheo dengan sangat menusuk membuat jantung Luna seolah olah berhenti berdetak.


tidakkah pria itu berbicara tanpa menyakiti hati? sejahat jahatnya keluarga Luna, tidak ada yang menyakiti hati Luna hingga meneteskan air mata, Luna hanya akan menangis jika ia telah mendapatkan kekerasan fisik.


"tak perlu anda ingatkan tuan, saya akan selalu mengingat posisi saya" ucap Luna begitu tegas dan menohok, membuat matheo tersenyum sinis.

__ADS_1


"gadis miskin seperti mu tak pantas bersanding dengan ku" setelah mengucapkan itu, matheo meninggalkan Zayn dan Luna yang masih berada didalam kamar.


__ADS_2