TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 55


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


Matheo pergi ke kantor nya untuk menemui para klien. Dengan wajah dingin nya ia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan. Semua orang berdiri dan membungkukkan tubuhnya begitu melihat matheo masuk kedalam ruangan. "Selamat pagi" sapanya tanpa ekspresi dan kemudian duduk di kursi kebesarannya.


Zayn presentasi tempat yang akan digunakan untuk pembangunan proyek-proyek yang akan di dirikan. Matheo tidak fokus, pikirannya tertuju pada Luna. Apakah Luna sudha sadar. Namun tiba tiba Zayn memanggilnya membuat ia membuyarkan lamunannya. "Tuan, proyek akan dilaksanakan bulan depan"


"Baiklah, saya akhiri meeting ini, saya harap Tidak ada yang melakukan tindakan curang atau melakukan pengkhianatan. Dan saya pastikan untuk orang orang yang berbuat curang tidak akan bisa menghirup udara lagi" ancam matheo tak main main membuat semuanya menunduk ketakutan.


"Baik tuan"


Matheo meninggalkan ruangan menuju ruang pribadinya. Karyawan wanita tak henti hentinya curi curi pandang pada matheo, namun saat asik melihat mata tajam para pengawal matheo membuat mereka mengalihkan pandangannya.


"Ck, andai kata aku istri tuan matheo, aku sungguh wanita paling beruntung di dunia ini" pekik salah satu karyawan wanita sembari berjingkrak-jingkrak kesenangan. Matheo duduk di kursinya kembali mengerjakan pekerjaannya. "Tuan,apa anda butuh sesuatu"

__ADS_1


"Tidak, bagaimana dengan Luna" baru satu hari pria itu sudah menanyakan tentang keadaan istrinya. "Nona Luna masih sama seperti kemarin tuan, nona Luna belum ada perkembangan"


Matheo menghela nafasnya dengan berat. " Zayn, aku ingin kau menangkap ibu dan kakak tirinya, dan jebloskan ayah Luna ke dalam penjara, dengan alasan telah melakukan tindakan perjudian berulang kali"


"Tapi tuan, jika nona Luna tau, apa ia tidak marah"


"Selagi Tidak ada yang memberitahunya, ia tidak akan marah"


"Baik tuan"


"Sarah"


"Sayang, Miss you" ujar Sarah memeluk tubuh matheo dengan manja. Matheo melepaskan pelukan wanita itu dari tubuhnya, membuat Sarah menatapnya dengan kecewa. "Ada apa? Mengapa kau berubah? Kau dari mana saja, kau juga akhir akhir ini jarang pulang, aku sendirian dimensionmu" pertanyaan beruntun Sarah lontarkan pada matheo.

__ADS_1


"Mungkin kau tidak akan menerimanya, tetapi aku membatalkan pernikahan kita"


"Apa? Tapi kenapa? Apa salahku matheo, mengapa kau membatalkan pernikahan kita, aku tidak bisa menerimanya"


"Maafkan aku, tapi aku akan memberikan saham perusahaan brown milikku di Inggris, aku beri ayahmu saham 100% dari separuh sahamku"


"Aku tidak perduli, aku hanya ingin menikah denganmu tidak lebih"


Matheo mengeraskan rahangnya, berusaha mengontrol emosi yang ada di kepalanya. Namun ia teringat dengan Luna, sehingga hatinya terasa sedikit lebih tenang. "Aku yang akan berbicara pada ayahmu, kembalilah ke rumahmu, mulai saat ini kita tidak berhubungan lagi"


Sarah menangis, ia meninggalkan ruangan matheo dengan rasa sakit di hatinya. Ia membanting pintu dengan keras. Matheo menghela nafasnya dengan lega, ia pikir bakal ada maslahat besar yang akan di lakukan oleh wanita itu. karna matheo sangat tahu sifat Sarah, yang selalu membawa emosi jika menghadapi masalah.


"Luna, kakak kau sadar, aku merindukan mu, apa kau tidak merindukan ku? sehingga kau betah dengan tidur nyenyak mu itu"

__ADS_1


__ADS_2