TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 60


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


Seminggu setelah Luna di rawat. Keadaan Luna semakin membaik, ditambah perlakuan matheo yang sangat berubah membuat Luna menjadi sedikit gugup. Apalagi saat pria itu tersenyum dan menatapnya begitu dalam. Luna takut matheo hanya mempermainkan perasaannya dan berakhir meninggalkan dirinya.


Bukankah itu sangat menyakitkan?


"Diam lah di mension sayang, aku ada acara penting malam ini"


"Acara apa?"


"Ulang tahun Mr. Virano, aku akan menyuruh Zayn mengutus anak buahnya untuk menjagamu"


Luna mengangguk dan tersenyum. Ia melihat kepergian suaminya yang perlahan menghilang di balik pintu.


Mension Arabella.


Tampak gadis cantik itu tengah merias diri. Karna ia akan menghadiri acara ulang tahun CEO terkenal di kota X. namun tatapannya yang dingin membuat pelayan sedikit takut melihatnya.

__ADS_1


"keluarlah, aku bisa sendiri"


"baik nyonya"


Arabella menatap dirinya di pantulan cermin. badannya yang sempurna itu mampu membuat pria jatuh kepelukannya. "aku mencintai matheo Chaiden Smith, Tidak akan aku biarkan istrimu itu mengambil dirimu, aku tau kau menikahinya karna sebuah bisnis bukan, saat ini aku datang yang akan mengguncang kembali hatimu, aku tau aku masih wanita pertama yang kau cintai, aku tau kau pria yang sulit melupakan masa lalu saat pertama kali bertemu dengan wanita yang membuatmu jatuh cinta"


Arabella berjalan dengan arogant nya menuju mobil mewahnya. mungkin pakaiannya tertutup, namun bisa terlihat sangat jelas lekukan tubuhnya. Arabella menjadi dingin setelah mengetahui pernikahan matheo, sebelum itu ia dikenal sebagai gadis lugu dan baik hati.


Arabella sampai di gedung besar. ia turun diikuti pengawal lainnya, saat masuk tampak semua orang menatap kearahnya. seniman lukis terkenal ikut menghadiri acara besar Mr. virano.


pada pria salah tingkah saat di tatapnya, bahkan ada yang menatapnya mesum hingga membayangkan yang tidak tidak bersamanya. "dia sangat cantik, semoga aku berjodoh dengannya" ucap salah satu pria dengan jas berwarna silver di dekat kursi matheo.


"nyonya Arabella" kagetnya


Arabella berlari menuju matheo, pria itu berdiri dan hingga menyambut pelukan wanita itu. "hiks...kau jahat matheo...kau jahat..." isaknya membuat matheo menjadi tak enak karna dilihat semua orang.


"shuttt ikutlah aku" ujar matheo menarik tangan Arabella menuju suatu tempat.

__ADS_1


"Ara, sejak kapan kau berada disini"


"aku pulang kemarin membawa kemenangan, aku ingin bertemu denganmu, bahkan aku rela memutuskan kontrak demi pulang ke Indonesia dan menikah dengan mu, tapi teganya kau sudah menikah..hiks..kau tau? aku memikirkannya terus di Amerika, dan tidak pernah tidur setiap malam sampai dokter psikologis mengatakan jika aku wanita depresi dan memiliki penyakit hati yang sulit di sembuhkan"


matheo menjadi merasa bersalah, matheo memegang kedua pipi gadis itu, dan menatapnya dalam dalam" "aku masih mencintai mu, aku tidak bisa melupakan mu Ada, sebanyak apapun wanita yang ku nikahi hanya kau wanita yang aku cintai"


Arabella tersenyum, ia menangis dan memeluk pria itu dengan erat. benar dugaannya, ia yakin jika matheo masih mencintainya dan tidak mencintai istrinya. Arabella merasa lega, ia masih pemenangnya, yang ia lakukan adalah merebut kembali matheo dan ia ingin menjadi wanita satu satunya di hati matheo.


"apakah keadaanmu membaik hmm?" tanya matheo perhatian membuat Arabella menjadi gugup. "ak-aku baik baik saja"


"tatap mataku saat berbicara Ara" ucap nya menarik dagu Arabella.


Arabella menatap mata biru gelap itu dengan senyuman manisnya. matheo ikut tersenyum, pria itu mencium bibir nya dengan lembut. "janji jangan tinggalin aku yah" ucap Arabella perlahan setelah pria itu melepaskan pangutannya.


"iya"


"lalu bagaimana dengan istri mu"

__ADS_1


"masa kontrak ku dengan nya akan berakhir 6 bulan lagi, kau tidak perlu khawatir"


__ADS_2