TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 66


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


matheo duduk di sofa ruang tamu menikmati makanan yang ia minta pada pelayan. mereka menikmati sembari bersenda gurau. hingga tiba tiba dengan santai Devano melewati matheo membuat pria itu memicing. Devano tau jika matheo kembali pada cinta pertamanya.


dengan santai Devano membawa sebuah bingkisan dan menuju kearah Luna. "hai Luna aku datang" ucapnya dengan bangga dan wajahnya yang cool. "kau sudah datang, aku baru saja selesai membuatkan mu sup yang kau minta"


"wahh benarkah, kalau begitu aku ingin segera makan"


matheo panas mendengarnya. ia ingin mendekati kedua orang itu, namun lengannya di peluk erat oleh Ara, ia menjadi tak bisa berbuat apa apa. ia takut jika Arabella curiga jika dia cemburu pada Luna.


"tidak bukankah aku mengatakan jika tidak boleh mencampuri urusan masing masing"


di meja makan.


masih sama, mereka tertawa bersama. "apa yang kau bawa kak?" tanya Luna menatap tas belanja berwarna silver itu. "aku membelikan mu banyak varian strawberry favorit mu, disitu ada strawberry coklat, cream, dan madu, kau bisa makan sepuasnya"

__ADS_1


"kau memang sangat baik, terimakasih" ucap Luna dengan mata berbinar yang menggemaskan. "aku menyukai matamu" goda Devano membuat Luna tersipu. "aku ingin membawamu pergi jalan jalan, tetapi aku ada urusan mendadak, jadi aku tak bisa menemani mu terlalu lama"


"oke tidak masalah, lagian aku juga ingin beristirahat"


"benar, kau harus banyak istirahat Luna, agar tubuhmu kembali pulih"


Luna tersenyum, bahkan suaminya tak pernah mengkhawatirkan dirinya seperti ini. Luna merasa jika masih ada orang yang mau dekat dengannya. apalagi Arta dan juga asisten Zayn. mungkin Zayn takut dengan matheo maka dari itu Zayn sedikit menjauh dari Luna jika ada matheo.


"Luna aku penasaran, apa dulu kau tidak memiliki kekasih?"


"baiklah, hati hati kak"


Luna tersenyum melihat kepergian Devano. sementara itu Devano kini berlari kecil menuju pintu utama, ia tak memperdulikan keberadaan matheo yang seolah olah ia anggap angin lalu.


Luna membawa semua strawberry nya kedalam kamar. ia melewati kedua pasangan itu dengan santai. matheo ingin sekali menarik Luna dan tak ingin melepaskan wanita itu, namun ego mengalahkannya hingga matheo lebih memilih untuk diam saja.

__ADS_1


"sayang apa kau baik baik saja?" tanya Arabella dengan lembut. "aku baik baik saja, bagaimana dengan kakimu?"


"entahlah dia Sama sekali tidak ada perubahan, masih sama seperti tadi, aku takut aku tidak bisa berjalan"


"jangan berkata seperti itu Ara aku tidak suka"


"tentu saja, bagaimana jika kau meninggalkanku ku karna aku cacat dan tak bisa berjalan"


"kau jangan berkata seperti itu, aku tetap akan di sampingmu, dan kakimu Jana mendapatkan pengobatan yang terbaik"


"apa kau tau? aku sangat takut kehilanganmu kembali matheo, sudah cukup aku menderita karna mu"


"aku berjanji tidak akan membuatmu menderita lagi"


arabella tersenyum, misinya berhasil. sekarang ia hanya tinggal membuat Luna segera keluar dari mension ini dan ia ingin menjadi satu satunya wanita di mension matheo.

__ADS_1


__ADS_2