
πππ
matheo mendekat, ia mencengkram rambut gadis itu hingga Luna mendongak ke atas. "siapa kau berani mengacuhkan ku di mension ini? heh, kau hanyalah budak ku, suatu saat aku akan mengambil apa yang menjadi hak ku, kau tidak berhak untuk menolakku, apa kau pikir dengan menolakku, aku akan percaya jika kau masih virgin? kau wanita murahan seperti di luaran sana, jadi jangan berpura pura suci di hadapan ku"
"apa anda memiliki bukti saat mengatakan hal itu tuan? kau bisa saja mengatakan itu tanpa memikirkan perasaan seorang wanita seperti ku" ucap Luna menatap tajam ke arah nya.
matheo tertawa sinis. ia merasa Luna masih meremehkan kekuatan dan kekuasaannya. tentu saja ia merasa sangat marah akan hal itu. ia mencium paksa gadis itu dan menggigitnya dengan kasar, hingga bibir nya mengeluarkan darah. pria itu tak melepaskan ciumannya hingga Luna hampir saja mati karna kehabisan nafas. entah apa yang matheo rasakan, ia seperti merasa kecanduan oleh Luna. matheo meninggalkan Luna begitu saja dari dalam kamar nya. hingga akhirnya Luna menangis saat kepergian suaminya.
di ruang makan.
wanita itu masih setia menunggu matheo, entah mengapa ia merasa janggal dengan Luna dan matheo.
hingga tak lama, matheo turun dengan wajah dinginnya menuju meja makan.
"matheo ada apa dengan kau dan pelayan tadi? mengapa kau menarik nya ke atas tadi?"
__ADS_1
"itu bukan urusanmu"
wanita itu terdiam, jujur saja,ia merasa kesal pada matheo, ia bersumpah untuk membuat matheo jatuh cinta padanya.
Sarah.
anak dari seorang pengusaha terpandang di kotanya, ia di jodohkan oleh ayahnya dengan matheo, untuk menggabungkan 2 perusahaan besar agar negara semakin maju. matheo menerimanya hanya untuk menyakiti hati Luna, matheo sebenarnya tidak akan pernah menikahi Sarah, dengan alasan, ia akan menikahi Sarah tahun depan, agar lebih mengenal Sarah lebih dalam.
dan kesempatan ini, matheo buat untuk menyakiti hati Luna, agar hari gadis itu tersiksa secara batin dan fisik. tiba tiba saja ia menerima panggilan dari asistennya yang ke dua itu menghubungi nya.
"aku akan kesana sekarang dengan Zayn" ucap matheo dengan dingin kemudian mematikan sambungan telfonnya.
"siapa yang menelfon?"
"hanya temanku, kau istirahat saja disini, aku akan segera kembali"
__ADS_1
"baiklah"
Sarah tersenyum manis melihat kepergian matheo, meski masih setahun ia akan menikah dengan pria itu, namun Sarah cukup merasa bahagia menjadi kekasih matheo. Sarah mengantar matheo sampai ke pintu utama, hingga mobil matheo menghilang di balik gerbang.
matheo dan asisten Zayn kini menuju markas The king lion miliknya. di dalam mobil, hanya ada keheningan, matheo sibuk dengan laptopnya di belakang, sementara asisten Zayn sibuk menyetir mobil.
"tuan, boleh aku berbicara sesuatu"
"katakan"
"maaf jika saja lancang tuan, tetapi apakah tidak terlalu berlebihan sikap anda pada nona Luna?"
"Zayn, apa aku mengizinkan mu untuk mencampuri urusan ku"
"maaf jika saya lancang tuan, hanya saja menurut saya itu berlebihan, karna dulu, saya menemukan nona Luna dalam keadaan hampir mengakhiri hidupnya di dalam danau"
__ADS_1
"apapun yang terjadi padanya, aku Tidak akan pernah menyesal, Salha dia sendiri untuk masuk ke dalam hidup ku" sinis matheo merasa bahwa ia tak merasa bersalah.