
🍀🍀🍀
setelah drama pertempuran tadi itu usai, akhirnya mereka sampai tempat tujuan. tampak sekali Arabella menyambut matheo dengan senyuman mengembang. ia segera memeluk tubuh matheo dengan erat, sementara pria itu menatap kearah sudut ruangan mencari keberadaan Luna.
hingga tatapannya terhenti pada seorang wanita yang sedang bermain dengan seekor anak kucing berwarna oranye. darimana Luna mendapatkan kucing itu. pikirnya
"sayang aku memasak kan mu tamyang dari Jepang, aku baru saja memperlajari hak baru, dan aku ingin kau mencicipinya" gumam Arabella begitu antusias.
"baiklah, aku akan memakannya setelah membersihkan diriku" gumam matheo tersenyum menatap wajah cantik Arabella, dengan mata biru seperti dirinya, hanya saja Arabella lebih cerah sementara matheo biru gelap.
arabella tentu saja semakin senang, harinya begitu terasa sangat istimewa, ia juga mengabari tentang rencana pernikahannya dengan kedua orang tuanya. orang tua mana yang tidak bangga mendengar anaknya akan dinikahi tuan penguasa k 3 setelah Kenzo dan Alberto.
"darimana kau mendapatkan kucing jelek itu" sinis nya menatap Luna dengan kucingnya yang sedang berada di sofa depan kamar Luna. "tuan, ini bukan kucing jelek, aku menemukan nya di halaman belakang, dia sangat manis seperti kucing"
"bukankah itu memang kucing"
"ehh" Luna melamun sesaat, matheo menyentil kening Luna dan segera pergi dari tempatnya, Luna yang baru saja sadar dari lamunannya menatap kearah matheo yang memasuki kamarnya.
__ADS_1
"dasar pria aneh"
saat masuk, matheo merebahkan tubuhnya sejenak di ranjang, setelah itu ia melepas pakaiannya dan segera menuju kamar mandi.
"cihh hari ini menyebalkan sekali, membuat mood ku menjadi buruk"
seusai mandi, matheo segera turun menuju meja makan. dari kejauhan tampak jelas 2 wanita sedang bertengkar,lagi lagi membuat ia malas untuk turun makan. "bisakah kalian untuk tidak bertengkar" ujar matheo dari atas tangga.
"sayang, Luna sengaja memakan tamyang yang aku buat untuk mu" ujar Arabella menatap Luna sengit. "lagian siapa suruh kau memukul kucing ku dasar wanita aneh" balas Luna dengan tenang.
"siapa yang kau sebut aneh hah!" bentak Ara hendak menarik rambut Luna, namun dengan cepat Luna menahan tangannya. "jika di bandingkan warna kulitmu dengan kulitku, ternyata kulitku lebih bersinar darimu" ujar Luna dengan nada mengejek dan kemudian melenggang pergi dari sana membawa kucing kesayangannya.
"menurut mata mata the Lion, mereka adalah orang-orang suruhan black mamba dengan pimpinan seorang pria bernama Markus. markas mereka berada di London di penthouse mewah starlight garden gold"
"dia keturunan dari seorang pria bernama Venus, pria keturunan pria berkulit hitam, dan juga asisten nya bernama fang Leng asal china" jelas Zayn dengan teliti. "apa Mark tau tentang hal ini"
"asisten mark yang membantu mencari data data nya tuan"
__ADS_1
"Zayn, kau tau apa yang harus kau lakukan, aku ingin kau menghancurkan markas Black mamba, kita akan ke London saat kini juga"
"bagaimana dengan pekerjaan anda tuan"
"bukankah aku bisa mengatasinya dari London" ujarnya dengan wajah datar.
"saya akan menyiapkan jet pribadi anda tuan"
matheo menatap bangunan tinggi dari jendela kaca besar, meski tidak setinggi mensionnya. halu author🤫🤫
"tunggu pembalasan ku markus"
matheo kenal betul dengan Markus, musuh bebuyutan nya sewaktu SMA karna mencintai seorang wanita yang sama sama mereka cintai. Arabella, yah matheo menang banyak karna berhasil membuat Arabella jatuh cinta padanya, hal ini membuat Markus marah dan bersumpah untuk membuat hidup matheo tidak tenang.
tiba tiba pikirannya tertuju pada Luna, gadis lemah yang berani melawan dirinya saat kini, membuat ia bertambah semakin kesal. "ck,awas saja dia senang saat tau aku keluar negri" ucapnya kembali tak bersemangat.
"tuan, mari kita berangkat pesawat pribadi anda sudah siap"
__ADS_1
"baiklah"
matheo dan Zayn segera berangkat menuju negara London, untuk urusan Luna dan Arabella nanti ia akan mengabarinya saat sudah di London. jika masalah rumah dan pakaian, itu tidak penting karna matheo tinggal membeli sebuah apartemen di sana.