TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 23


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


Arta menatap lekat wajah Luna yang sedikit pucat, meski Luna memakai lipstik yang di poles kan di bibirnya, namun Arta tau jika Luna sedang tidak baik baik saja. "Luna apa kau baik baik saja?"


"ya, aku baik baik saja kak"


"baguslah, selama kita berpisah apa kau mengganti nomor mu, aku mengirim pesan pada mu namun kau tidak membalas nya"


"ohh, itu..mm ponsel aku rusak, masuk kedalam air saat aku bermain di danau" ucap Luna menunjukkan senyum kepalsuan. Arta hanya menganggukkan kepalanya. ia pun nanti berniat memberikan Luna ponsel baru agar pria itu mudah menghubungi wanita itu.


"kau tinggal dimana?"


"aku tinggal di rumah majikan ku"


"kau bekerja sebagai pembantu? " Luna menganggukkan kepalanya, tidak mungkin ia mengakui jati dirinya disini,bisa bisa pria iblis yang menjadi suaminya itu akan memakannya hidup hidup. Arta mengirim pesan pada seseorang, Luna melihat ke arah Sarah yang masih berbincang bincang dengan para rekannya. sama halnya dengan matheo. pesta berjalan dengan baik, seluruh perusahaan tertinggi di bawah matheo, berusaha untuk menjilat matheo agar mau bekerja sama dengan perusahaan mereka. namun matheo yang cukup pintar, tentu daja tau mana perusahaan yang menjilat dan mana yang setia.

__ADS_1


matheo menatap para orang orang yang berdusta itu dengan tatapan datar. mereka sungguh merasa tersanjung dengan matheo. pemilik acara merasa senang karna tuan penguasa ikut menghadiri acara miliknya, ia merasa seperti di angkat perusahaan nya karna kedatangan matheo.


"tuan, sungguh suatu kehormatan bagi saya,anda turut serta dalam acara saya" matheo tersenyum meski di paksakan dan menerima aliran tangan pria itu. tiba tiba pikirannya tertuju pada Luna, ia melihat di samping Sarah tak ada gadis itu.


sementara kini.


tampak Luna dan Arta berbincang bincang mengungkit masa lalu mereka yang sangat menyenangkan. "dimana gadis aneh itu"


"siapa?"


"siapa lagi kalau bukan sahabat terbaik bagimu"


"baik terimakasih joy"


"itu apa kak?" tanya Luna melihat sebuah tas hitam.

__ADS_1


Arta mengeluarkan kotak ponsel dari dalam sana. iPhone keluaran terbaru berhadiah sebuah tas dan jam tangan. "ambil ini" ucap Arta setelah memasukkan nomor ponselnya disana.


"tidak perlu kak, aku tidak membutuhkan ponsel lagian aku sangat sibuk, pasti ponsel itu terdiam siakan oleh ku" ucap Luna berusaha menolak dengan halus, karna merasa tak enak.


"ambil Luna, kita sudah lama berteman" ucap Arta mengambil tangan Luna dan meletakkan tas itu pada Luna. Luna sebenarnya merasa tak enak, Arta tau akan hal itu, namun ia memaksa Lina untuk tetap mengambilnya. ia mengalungkan tas itu pada Luna. "sekarang kita bisa saling berkomunikasi"


"entah apa yang harus aku lakukan untuk membalas Budi pada mu"


"tidak usah, aku memberikannya dengan ikhlas"


Luna tersenyum dan di balas senyuman hangat dari pria itu. tiba tiba seorang pria menarik tangannya membuat ia terkejut. Arta yang melihatnya juga terkejut, ia berusaha mengejar Luna namun segera di tahan oleh asisten Zayn.


"mengapa kau membawa Luna"


"maaf tuan, ini urusan pribadi kami"

__ADS_1


Sarah yang melihat kekasihnya keluar dengan menarik tangan Luna, segera mengejar kekasihnya. Maya Sarah memerah saat melihat Luna di gandeng oleh matheo. pria itu membuka mobilnya dengan kasar dan mendorong Luna hingga terjerembab pada kursi. matheo mencengkram kuat tangan Luna membuat gadis itu meringis kesakitan. "tuan..ini sakit" lirih Luna namun tak di hiraukan oleh pria itu. "apa kau mencoba mempermalukan ku, dengan tertawa bersama pria lain hah!!" teriak matheo merasa marah pada Luna.


Luna merasa heran, mengapa matheo begitu marah saat dirinya bersama orang lain? sedangkan pernikahan ini tidak dilandasi oleh sebuah cinta.


__ADS_2