
πππ
Luna duduk di sofa depan balkon. matanya tertuju jalan raya yang terlihat jauh dari atas. apalagi mobil dan pengendara lainnya terlihat sangat kecil seperti semut. Luna menatap langit langit dengan tatapan tak terbaca kan. angin berhembus kencang, suasana terasa aneh bagi Luna. rasanya, Luna ingin sekali pergi ke pedesaan untuk memenangkan hati dan pikirannya.
"bintang dengan bulan saja bahagia bersama, apa aku tidak boleh bahagia bersama seseorang yang aku cintai, rasanya hidup ku sangat hampa, sulit sekali melihat orang orang itu menderita. aku tidak tega membalas dendam pada mereka, namun hati ku sangat sakit, bolehkah aku egois kali ini, jujur saja jika aku memiliki perasaan pada matheo, namun karna sikapnya yang begitu aku menjadi takut bertahan lama dengannya"
Luna melihat dengan sendu kearah taman belakang. bunga bunga indah yang di tanam di taman seluas itu, bahkan berbagai macam bunga ada di sana. langit terlihat semakin gelap. apa yang Luna rasakan adalah hal yang tak pernah di rasakan oleh orang orang.
saat menikmati pemandangan dengan memakan strawberry miliknya, tiba tiba Luna mendengar suara pintunya di ketuk dari luar. Luna keluar untuk membuka pintu. "ada apa tuan kemari" tanya Luna datar tanpa ekspresi.
__ADS_1
matheo yang melihatnya semakin murka, di tambah matheo yang mengingat saat Luna dengan devano tadi membuat ia cemburu buta. pria itu mendorong kasar Luna hingga terjerembab di di ranjang. matheo kini berada di atas tubuh istrinya, dengan tatapan dingin yang menusuk tajam. "apa kau lupa, kau siapa di sini?"
"apa maksudmu tuan"
"heh, apa ku mencoba menggoda Devano dengan wajah mu yang cantik itu, agar Devano menikahimu dan kau menikmati hartanya" bisiknya membuat Luna sakit hati mendengar nya. "yah, aku akan menggoda kak Devano untuk menikahiku, dan aku terbebas dari siksa neraka mu" ucap Luna sembari meneteskan air mata.
"sudah berkali kali aku melakukannya dengan banyak pria tuan, kau tak perlu khawatir" ucap Luna menangis karna perlakuan kasar dari matheo.
mendengar hal itu kemarahan matheo semakin menjadi jadi, ia menampar pipi Luna hingga mengeluarkan darah di sudut bibir nya. lalu ia merobek dengan kasar pakaian Luna hingga hancur tak berbentuk seperti ia merobek sebuah kertas.
__ADS_1
"ap-apa yang ingin kau lakukan tuan...hentikan, aku mohon hentikan"
"kau jangan sok polos, kau perempuan murahan yah ternyata, bukankah kau sudah sering melakukan ini?" bisik matheo di telinga Luna dan mencengkram tangan Luna ke atas kepalanya menggunakan satu tangan. dan satu lagi meremas dada Luna dengan kuat dan kasar.
"lihatlah, tubuhmu Tidak menolak, kau sangat munafik. kau terlihat sangat menikmati perlakuan kasar ku ini. apakah para pria yang menidurimu selalu memperlakukanmu seperti ini? atau apakah menggunakan mulutnya dan menggigitnya dengan kuat?" sinis matheo sembari melakukan hal yang ia ucapkan pada Luna.
matheo meremas dan mengigit dada Luna, membuat Luna kesakitan dan merasa malu. dia terlihat sangat lemah jika dibandingkan dengan matheo. sungguh Luna tidak bisa menolak karna tangannya pun di cengkram oleh matheo.
"tubuhmu lumayan juga, pasti akan sangat puas bermain dengan mu, hahaha pantas saja banyak pria yang tergila gila padamu" ucap matheo memandangi tubuh polos istrinya.
__ADS_1