TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 34


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


setelah semua pelayan menyelesaikan pekerjaannya, Arta menyuruh mereka semua untuk kembali bekerja. Arta duduk di samping ranjang Luna, pria itu menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Luna.


"sebenarnya apa yang terjadi denganmu Luna, apakah ayahmu memperlakukanmu dengan cara kejam lagi" gumamnya kecil. Arta tau,semenjak berteman dengan Luna, Arta tau seluk beluk kehidupan Luna, gadis itu bekerja mati matian untuk mencukupi kebutuhan keluarga nya dan biaya sekolah nya, maka dari itu Arta meringankan kerja keras Luna, ia yang membiayai sekolah Luna tanpa sepengetahuan gadis itu.


tiba tiba ia merasakan ada pergerakan dari Luna. gadis itu menggigil kedinginan, padahal sudah banyak selimut yang dikenakan. "kak Arta.." lirihnya menatap manik coklat kebiruan pria tampan itu.


"apa yang terjadi denganmu Luna, mengapa kau sangat nakal, jangan bermain hujan hujanan, sekarang kau merasa sakit bukan" omelnya seperti ibu ibu kompleks.


"aku tidak main hujan hujanan kak"


"lalu mengapa kau duduk di halte dengan pakaian basah seperti itu"

__ADS_1


"tadi aku ikut majikanku, lalu aku lupa dimana mereka, jadi aku tersesat, sekarang mereka pasti mencari ku" tentu saja ditambahi bumbu kebohongan, tidak mungkin Luna menjelekkan suaminya di depan orang lain.


"kau tinggallah disini untuk beberapa saat, aku yang akan bertanggung jawab " jelasnya pada Luna. gadis itu merasa ragu untuk mengiyakan, ingin sekali ia tinggal disini untuk menghindari kemarahan matheo, namun ia terikat dengan kontrak yang ia tanda tangani.


tiba tiba pintu kamar di ketuk seseorang membuat Arta membuka pintu kamarnya. perlahan pintu terbuka, pria itu melihat orang tak asing baginya. "ada apa tuan Zayn kemari"


"maaf tuan Arta, tuan matheo meminta saya untuk membawa kembali nona Luna" saat asisten Zayn ingin menerobos masuk, tiba tiba tubuh kekarnya di tahan oleh Arta. "sebentar tuan, sebenarnya siapa Luna di kehidupan tuan matheo"


"maafkan saya, anda berhak untuk tidak mencampuri urusan orang lain( ujarnya dengan tegas dan mendorong Arta untuk masuk. Luna membulatkan mata nya saat melihat asisten Zayn menjemputnya.


"emmhh..tuan Zayn atasanku kak, mereka sangat baik maka dari itu mencariku" ucapnya berbohong. Zayn menghela nafasnya mendengar kebohongan Luna, ia langsung menggendong tubuh Luna dan membawanya masuk kedalam mobil. para pengawal membuka kan pintu untuk Zayn dan Luna. Arta menatap heran mereka dari jendela kamarnya.


ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. 'halo tuan arta'

__ADS_1


"Rio cari data Luna yang sekarang, aku mau sekarang"


'baik tuan'


di dalam mobil.


Luna menatap ke arah jendela, jalanan basah yang terkena air hujan, membuat suhu kota semakin dingin. Zayn melihat Luna yang sedang melamun, ia merasa kasihan dengan gadis itu. "tenanglah Luna, sebenarnya tuan matheo sangat sayang padamu" bohongnya mencoba memberi Luna harapan palsu. Luna tersenyum getir. tak mungkin pria iblis sepeti matheo menyayanginya, jelas jelas ia meninggalkan dirinya di mall sebesar itu.


apa itu yang dinamakan kasih sayang? bohong jika ada yang mengatakannya


"jangan mencoba memberi saya harapan palsu tuan Zayn, saya dengan tuan mu hanya menikah sementara"


Zayn menghela nafasnya dengan kasar. tak lama mobil mewah memasuki pekarangan mension. tampak di depan pintu terdapat Sarah dengan bersedekah dada menatap sinis ke arah Luna.

__ADS_1


"dari mana kau? kau tau tidak, kami semua disini mencarimu tau" ucapnya mencoba memarahi Luna. gadis itu diam tak memperdulikan Sarah yang mengomelinya, Luna menerobos masuk hingga membuat tubuh Sarah sedikit tersingkir kesamping.


tentu saja Sarah marah, saat ingin mengejar Luna, asisten Zayn menarik tangannya hingga langkahnya terhenti. "biarkan nona Luna beristirahat nyonya Sarah"ucap Zayn dengan tajam, membuat Sarah sedikit takut.


__ADS_2