
πππ
"saya harap anda tidak menyesal tuan, karna nona Luna tipe wanita setia, ia tidak mungkin memaafkan orang yang telah menyakitinya"
"kau tidak perlu mengancam ku, tugas kau disini sebagai asisten ku"
"kau mungkin berfikir aku asistenku matheo, tapi kita sahabat dari kecil" tegas Zayn kali ini menatap pria itu dengan serius. matheo tak pernah melihat asistennya itu menatapnya seperti itu, ia pun mengalihkan pandangannya ke jendela mobil, menatap bangunan kota
sesampainya di markas the Lion.
mereka turun dan memasuki markas itu dengan jalan mereka yang arogant dan dingin. suasana mencekam, pada pengawal yang menyambutnya semua berwajah bringas. siapapun yang menatap mata mereka, jika membuat mereka kesal, pasti akan langsung meregang nyawa.
Yakuza.
semua pengawal di sana menggunakan jas hitam untuk menutupi tubuh kekar mereka. tak heran jika banyak orang yang suka dengan pengawal matheo. para wanita hanya menginginkan tubuhnya. untuk kepuasan wanita itu sendiri.
__ADS_1
tak..tak..tak..
suara sepatu matheo mulai terdengar di telinga seseorang yang sedang di tawan dalam jeruji besi.
asisten mark menyambut kedatangan tuannya dan asisten pertama matheo.
"dimana orang pengkhianat itu"
Mark membuka kain yang menutupi jeruji besi seseorang itu. pengawal mengambilkan sebuah kursi besar milik matheo. matheo duduk dan meminum wine yang disediakan disana, menatap angkuh kearah orang tersebut.
"aku akan melepaskanmu jika kau memberitahu kau di bawah pimpinan siapa" tanya matheo dengan dingin dengan pedang yang berada di tangannya. "meskipun kau membunuhku aku tidak akan memberitahukan siapa tuanku" ucap pria itu dengan kukuh.
"cambuk dia"
algojo matheo membuka jeruji besi itu dan mulai memukul pria itu menggunakan cambuk yang terdapat banyak duri di setiap talinya. "arghh...ampun...ampuni aku..." teriak pria itu. matheo tertawa keras melihat penderitaan orang tersebut"
__ADS_1
"beritahukan saja, aku yang akan mengganggunya hidupmu dari bos mu itu, asalkan kau memberitahuku"
sebenarnya matheo tahu siapa yang menyuruh orang tersebut. namun matheo ingin bersenang-senang dengan seorang pria yang begitu berani berusaha menghancurkan markas besarnya ini dengan sebuah bom. "tapi saya akan di ancam hukuman mati tuan"
"cihh, kau masih berfikir ancaman bos mu, sementara sekarang kau meregang nyawa tanpa adanya dia" ucap matheo marah dan menganggap pria itu begitu bodoh.
tiba tiba lampu mati dengan gercep algojo menutup jeruji besi dan para pengawal mencari tombok untuk menghidupkan lampu. dan benar saja, ada suara seseorang yang berusaha membuka jeruji besi milik pria itu. matheo tertawa lucu, orang itu meremehkan kekuatannya hingga berani bermain main dengan nya.
kemudian dengan santai ia menepuk 2 kali kedua tangannya, hingga lampu markas kembali menyala. orang yang berusaha membuka jeruji besi milik pria sekarat itu tertangkap basah dengan muda.
saat matheo mengintrogasi pria itu, tanpa sengaja matheo melihat seseorang bersembunyi di samping kotak berisi beberapa daging pengkhianat yang sudah mati. yang akan matheo gunakan sebagai bahan makanan para buaya dan hiu peliharaan nya.
"sungguh luar biasa sekali bakat mu, sepertinya kau sangat cocok menjadi pencuri yang handal" ucap matheo pada seseorang yang menggunakan sebuah jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh hingga wajahnya.
"tangkap dia"
__ADS_1
pengawal menangkap tubuh pria itu, dan membuka paksa penutup wajah pria itu. hingga terlihatlah wajah aslinya. matheo menatap sinis ke arah orang tersebut. "kau sangat BODOH"