
πππ
Sesampainya di rumah sakit. Matheo langsung masuk kedalam dan memeluk erat tubuh istrinya. "Maafkan aku sayang...maafkan aku...aku sangat bodoh menjadi suami bagimu...aku tidak berguna..aku tahu aku salah...maafkan aku Luna..." Tangis matheo pecah saat itu juga.
Zayn menyuruh pengawal nya keluar. Ia membiarkan matheo berdua dengan istrinya. Matheo menatap layar monitor, tampak keadaan Luna semakin memburuk, matheo menekan tombol di samping brankar untuk memanggil dokter Jhonatan.
Tak berselang lama, Jhonatan datang dengan tergesa gesa. Ia segera memeriksa tubuh Luna. "Keadaan Luna semakin kritis, matheo aku mohon kau keluar dulu, kami harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan nyawa Luna" ujar Jhonatan panik.
"Tidak, aku harus menemaninya disini"
"Aku mohon matheo"
Matheo yang keras kepala, terpaksa di seret keluar dengan paksa oleh 4 orang perawat laki laki. Matheo berusaha memberontak namun tubuhnya yang telah merasa lemah tak kuasa melawan mereka.
Luna.
Di alam bawah sadar, tampak Luna tertawa bahagia dengan seorang wanita cantik di taman yang berada air terjun. "Ibu bolehkah aku ikut bersama mu, aku ingin hidup bahagia bersama mu"
"Tidak sayang, ingat kau memiliki suami di dunia"
"Tapi dia jahat Bu, dia juga menyiksa ku"
__ADS_1
"Sayang, masa depan mu masih panjang, sebagai seorang istri sudah menjadi hak nya untuk merebut hatinya" Luna mendengarkan dengan seksama, Luna mengenakan gaun putih panjang ia terlihat sangat cantik saat itu.
"Suami mu sangat mencintai mu, kembalilah, ibu tidak bisa bersama mu, dan ibu Tidak mau kau ikut bersama ibu, kau harus hidup bahagia dengan suami mu, jangan pernah menyerah dalam menghadapi masalah dunia"
"Dunia terlalu kejam bagi ku Bu"
"Akan ada kebahagiaan di akhir penderitaan sayang, ibu yakin dengan itu, kembali lah, suami mu mencarimu saat ini"
"Bagaimana ibu tau" tanya Luna dengan bingung namun seketika ibunya lenyap menghilang begitu saja. Luna berteriak histeris ibunya meninggalkan dirinya begitu saja, setelah menemaninya di setiap waktu. "Yang dikatakan ibu benar Luna, kau harus sadar, kau pasti bisa menghadapi masalah dunia" semangatnya.
Perlahan Luna membuka matanya. Ia mendengar samar samar seorang pria menangis. Ia juga merasa berat di perutnya. "Eungh.." lenguh nya membuat semua orang terkejut
Saat dokter Jhonatan berusaha menyelamatkan nyawa Luna, ternyata usaha nya gagal, Luna meninggal dunia. Tampak gadis pada layar monitor itu berjalan lurus. Jhonatan terduduk lesuh.
"Sayang...kau bangun"
"Sungguh luar biasa Luna, Tuhan memberimu kesempatan untuk hidup" ucap Jhonatan takjub karna kuna seperti orang mati suri.
"Aku haus.." lirih Luna dan segera diberikan oleh matheo.
"Tunggu matheo, tunggu beberapa menit baru kau boleh memberinya minum"
__ADS_1
"Tapi dia kehausan"
"Tahan sebentar"
Mau tidak mau matheo harus menunggu beberaka menit baru memberikan Luna air minum. Matheo mengucapkan syukur pada Tuhan. "Aku dimana" lirih Luna menatap ruangan yang tampak asing baginya.
"Kita dirumah sakit sayang"
Luna mengernyitkan dahinya, ada apa dengan suaminya, mengapa berubah drastis. Bukankah pria itu sangat kejam padanya, namun mengapa sekarang bersikap sangat lembut. Hal ini membuat Luna sedikit takut dengan matheo.
Zayn dan jhonatan memutuskan untuk membiarkan matheo berdua dengan Luna. Zayn juga menghubungi nyonya Ariana tentang keadaan Luna. Matheo menggenggam erat tangan Luna, gadis itu menatapnya dengan bingung. "Kenapa tuan?" Tanya Luna pelan dan sedikit takut.
"Aku minta maaf, selama ini aku menyakiti mu, maafkan aku, kau boleh menghukum ku" ujar nya menaruh tangan Luna di pipinya. Luna berkaca kaca, selama ini tidak ada yang pernah minta maaf padanya sellau dirinya yang meminta maaf. "Tapi kenapa tuan? Kenapa ini terjadi padaku, apakah aku tidak pantas hidup bahagia di dunia" ujarnya mulai meneteskan air mata.
"Aku berjanji, akan melindungi mu dari siapapun yang berusaha menyakiti mu Luna, hanya kau wanita di kehidupan ku"
Luna tersenyum senang, namun hatinya merasa ragu. Apakah ia bisa mempercayai pria seperti matheo, Luna takut itu hanya akal akalan matheo saja untuk menyakiti dirinya.
"Apa kau belum puas menyakiti ku tuan, mencoba memberiku harapan palsu mu itu"
"Jika aku berbohong, dan aku mengkhianati ucapan ku barusan, kau bunuh aku saja Luna, di kediaman ku banyak pistol yang tersimpan dari yang kecil hingga besar, kau boleh memilihnya untuk membunuhku"
__ADS_1
Luna melihat kearah bola mata biru gelap itu dengan intens. Tampak tidak ada kebohongan sama sekali, Luna merasa bahagia, ia menganggukkan kepalanya. Matheo memeluk erat tubuh kecil itu.
"I love you my wife" ungkap matheo secara jujur. Tentu saja membuat Luna semakin bahagia. Apa ini yang dikatakan ibunya dalam mimpinya, akan ada kebahagiaan di akhir penderitaan.