TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 74


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


di negara London.


matheo sedang berada di sebuah penthouse mewah miliknya. "bagaimana" tanya matheo dengan wajah datarnya.


"tuan saya sudah berhasil menangkap salah satu anggota black mamba, saat ini kami berada di markas kita"


"bagus tunggulah aku, aku akan segera kesana" setelah mendapat kabar dari asisten mark, matheo DNA Zayn menuju markas baru mereka untuk sementara. dengan rencana ini matheo yakin misi nya akan berjalan dengan lancar.


ia juga tak ingin berlama lama disini, baru beberapa jam yang lalu saja, ia sudah merindukan wajah bodoh Luna. "wajah bodoh mu itu selalu membuatku kesal dan marah, nyatanya aku sangat merindukan mu Luna" gumam matheo tersenyum kecil memandang wajah istrinya di ponselnya.


"tuan kita sudah sampai"


matheo keluar dari dalam Lamborghini nya. rahangnya yang keras dan mata memicing tajam. semua pengawal membungkukkan badannya memberi hormat kepada nya. sepatunya berbenturan dengan lantai kaca itu menimbulkan bunyi yang cukup kuat. apalagi didalam ruangan bergema dan sunyi.


mereka semua dapat mendengar jelas sepatu matheo. saat memasuki ruangan bernuansa hitam, Mark dan anak buahnya membungkukkan badan. mereka memberikan sofa mewah pada matheo.


mereka menyiapkan sebuah pistol dan pedang di atas meja, sewaktu waktu pria itu membutuhkannya. matheo mendekat ke arah pria yang di ikat tubuhnya dengan karung hitam yang menutupi kepalanya. matheo membuka kasar karung tersebut hingga pria itu terlonjak kaget.


"s-siapa kau" tanya pria tersebut


"jadi kau yang berani bermain main dengan markas the Lion" tanya matheo dengan tatapan penuh intimidasi.

__ADS_1


"jadi kau tuan matheo mafia terkejam itu" bukannya menjawab pria itu malah balik bertanya. matheo merasa geram, ia mencengkram rahang pria itu dengan kuat. "aku tidak suka jika bertanya kau malah balik bertanya" geram matheo menatapnya dengan tajam.


"siapa yang menyuruhmu" tanya matheo to the point.


pria itu terus meringis karna matheo semakin kuat mencengkram lehernya, pria itu tak berniat untuk menjawab.


"jawab" bentak matheo marah. rahangnya mengeras dan sorot matanya begitu menakutkan.


"ti-tidak ada yang menyuruh saya tuan"


"cihh..masih tidak mau mengaku ya? baiklah kau ingin hidangan pembuka rupanya" seringai licik menghiasi wajah tampan matheo.


matheo menatap kearah asisten Zayn dan pria itu langsung paham. asisten Zayn datang membawakan sebuah alat pemotong besi dari dalam laci Besar. pria itu tampak bergetar ketakutan menatap kearah matheo.


tangan pria yang sedang terikat kedepan itu tidak bisa digerakkan, matheo menyuruh anak buahnya untuk membuka kandang anjing peliharaan nya bernama fang berwana hitam gelap dengan mata merah menyala.


matheo meraih salah satu jari nya dan mengguntingnya.


krekk


"Arrrrghhhh..." teriak pria itu menggema di seluruh ruangan. potongan jari pria itu langsung matheo lempar ke arah anjing kesayangannya dan hewan itu langsung memakannya.


"masih Tidak mengaku?"

__ADS_1


"sudah saya katakan, tidak ada yang menyuruh saya" ucap pria itu bersikeras untuk menyembunyikan hal yang matheo ketahui.


"JAWAB, siapa yang menyuruh mu" bentak matheo sangat keras.


pria itu diam sambil menahan sakit yang begitu perih, nafasnya menderu bersamaan keringat bercucuran di dahinya.


"sudah saya katakan, tidak ada yang menyuruh saya"


"hhahaha..kau benar benar membuat batas kesabaran ku habis, jangan salahkan aku jika aku tidak sungkan kepada mu"


matheo kembali melakukan aktivitas nya, satu persatu jari pria itu terlepas dari tangannya, jeritan keputusasaan menggema dengan hebatnya di seluruh ruangan itu. para Mark dan Zayn serta pengawal yang menyaksikan nya hanya diam tanpa berani membantu pria itu.


mereka sudah terbiasa melihat matheo menyiksa para musuh musuh yang Berani mengganggu ketenangannya. itulah matheo, mafia terkejam dan dingin di dunia


"ZAYN" teriak matheo sangat keras. asisten Zayn mengambil sebilah pedang panjang dan sangat tajam dan memberikannya pada matheo.


"kau tau? banyak orang yang tidak selamat dari sini karna Bernai mengatakan sebuah kebohongan belaka padaku, hanya beberapa orang saja yang berbicara jujur padaku dan mereka selamat dari akhirat"


crashhh


kepala pria itu menggelinding di lantai dengan darah jari jari pria itu bercampur menjadi satu. dengan berani mereka berusaha untuk menghancurkan markas ku, maka tidak akan aku biarkan mereka hidup tenang.


"Zayn...kemas kepalanya dan susun sangat rapi, kirim kepada tuannya agar ia tak berani bermain main dengan ku, kemudian bakar saja tubuhnya atau berikan makan pada buaya di lautan"

__ADS_1


"baik tuan"


__ADS_2