
πππ
"beruntung sekali aku disini,baru 2 hari sudah mendapatkan pekerjaan" ucap Luna tersenyum senang.
"hai Luna, apa hari ini kau sangat senang" ucap teman nya yang memang pandai menggunakan bahasa Indonesia.
"hikiko, apa kau tau? baru 2 hari yang lalu aku ke negara ini, kali ini aku bisa bekerja"
"baguslah kalau begitu, bukankah itu lebih bagus"
"kau benar"
"oh ya, nanti setelah jam istirahat Bu Rina meminta mu untuk keruangannya"
"baiklah, aku akan kesana nanti"
Luna melanjutkan aktivitas nya, ia membersihkan bekas makan para pelanggan yang sudah habis, kemudian ia membawanya keruang dapur. Luna juga mencuci piring, ia harus kerja lembur malam ini agar mendapat gaji tambahan. meski gajinya hanya 5000 Yen perbulan.
hari sudah sore. Luna memutuskan untuk kembali ke kos kosan nya. disana ia melihat kakak tirinya Ela yang baru saja selesai pusing dari toko bunga. "kak tumben pulangnya sore, biasanya kakak pulang selalu siang"
__ADS_1
"tadi toko bunganya kebetulan banyak pelanggan deh lun, moga mogahan aja kedepannya makin rame sampe kakak pulang malam"
"iya semoga aja, ya udah yok masuk aku juga baru pulang dari restoran"
Ela mengangguk dan tersenyum, mereka pun masuk kedalam rumah, saat masuk disana ia melihat mama dan ayah sedang duduk di meja makan menunggu kepulangan mereka.
"eh anak anak mama sudah pulang"
"sudah ma"
"sini ayo makan dulu baru mandi, mama tau kalian pasti lelah, apalagi Luna yang sedang hamil"
"iya Luna tau kok"
Luna senang, setidaknya mama dan kakak tirinya berubah menjadi menyayanginya, apalagi ayahnya. mereka pun makan bersama dengan riang, sesekali mereka bersenda gurau, meski tinggal di kos kosan kecil mereka tetap bahagia.
"ma kayanya Ela besok pulang larut banget deh ma"
"kenapa? hati hati loh, di Jepang ini banyak pria jahat di pinggir jalan, apalagi kakek kakek Jepang yang ga tau diri, sudha tua masih aja melecehkan gadis muda" ucap ayahnya khawatir dengan anak tirinya.
__ADS_1
"yang dikatakan ayah benar kak, diluar sana kalau malam sangat berbahaya, aku takut kakak kenapa napa"
"kalian Tidak perlu khawatir, aku akan memesan taksi jadi aku akan baik baik saja"
setelah makan.
mereka sibuk dengan kegiatan masing masing. ibu sela berada di rumah tetangga sebelah sedang bercanda dengan tetangga yang lain, sementara ayah Luna menonton tv, Ela berada di kamarnya sama halnya juga dengan Luna.
meski kecil namun kost Luna memiliki 3 kamar. Luna sengaja membiarkan jendela kamarnya terbuka, agar Luna bisa memandangi langit malam dan bintang bintang yang sedang bersinar di langit malam.
"sayang lihatlah, bintang bintang itu sangat cantik" ucap Luna tersenyum senang sembari mengelus perutnya yang masih kecil. Luna memainkan ponselnya, ponsel yang diberikan Arta untuknya.
luna mengundurkan diri dari perusahaan Arta, dia juga Tidak memberitahukan pada pria itu jika ia ke negara Jepang.
Luna membuka aplikasi sosmed nya, ia melihat rumor tentang keluarga Arabella yang berada di ambang kebangkrutan.
ia juga melihat bahwa Arabella di pecat dari dunia permodelan karna isu tentang foto dirinya dengan 6 pria di sebuah restoran meminum obat terlarang.
Luna menutup mulutnya, ia juga melihat berita tentang keluarga Arabella yang bangkrut karna saham yang pernah diberikan oleh tuan penguasa di tarik kembali. "aku yakin ini ulah tuan matheo, tapi kenapa ia melakukan ini pada calon istrinya sendiri" ucap Luna berfikir keras
__ADS_1