TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 11


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


matheo perlahan mendekati tubuh Luna yang bergetar ketakutan. pria itu menyeringai seperti iblis yang siap memangsa korbannya. pria itu berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan Luna. ia mencengkram kuat dagu Luna agar menatap ke arahnya. "tu-tuan..apa yang akan anda lakukan"


air mata berlinang di pipinya. Luna berusaha menahan rasa sakitnya. begitu kejam dunia kepadanya. baginya, semua orang sama saja, selalu senang melihat penderitaan nya. ayahnya, ibu tirinya, Kaka tirinya, suaminya, bahkan teman temannya tak ada yang mau dengannya. apakah ia benar benar seorang gadis pembawa sial, yang tidak akan di terima di mana pun.


"kau tau? aku sebenarnya sangat menyesal menikahi mu, aku hanya ingin menjadikanmu sebagai pelampiasan hasrat ku saja, karna kau sama seperti wanita di luaran sana, MURAHAN!"


hati siapa yang tak sakit mendengar kalimat tersebut. Luna menatap ke arah pria itu. kemudian ia tersenyum untuk menutupi rasa sakit di hatinya, agar ia tak terlihat lemah di hadapan pria itu.

__ADS_1


"jika tuan merasa senang saat menyakiti ku, maka lakukanlah tuan, pada dasarnya, saya bukanlah seseorang yang di anggap ada keberadaannya, dan saya juga, hanya menyusahkan semua orang, saya tidak memiliki hak untuk bahagia di dunia ini, saya adalah seorang pembawa kehancuran dunia" ucap Luna dengan tubuh bergetar, menahan rasa sakit di hatinya.


"heh! aku tidak akan tertipu dengan air mata buaya mu itu, karna kau yang menyerahkan dirimu, maka jangan salahkan aku, Murahan!" dengan penuh tekanan di kalimat akhir, matheo membuang pisau kecil ya sembarangan dan mencium dengan rakus bibir Luna.


Luna memejamkan matanya, air matanya terus mengalir di pipinya, menelan semua rasa sakit di dadanya yang terasa begitu penuh.


"keluar dari kamarku sekarang" ucapnya dengan dingin.


merasa kembali mendapatkan kesempatan untuk hidup, Luna segera berlari keluar meninggalkan kamar matheo.

__ADS_1


matheo pun lagi lagi harus bermain solo di kamar mandi untuk melepaskan birahinya. "shitt....baru kali ini, ada wanita yang menolakku" geramnya sangat kesal dengan Luna. "lihat kau gadis kecil, tidak ada pengampunan untukmu"


Luna mengunci pintu kamarnya dengan erat. ia memegang dadanya yang berdetak dengan cepat. "terimakasih ya tuhan, pria itu melepaskan ku, aku tidak ingin kesucian ku terenggut olehnya"


namun tak lama, tatapan Luna kembali sayu. ia terduduk di lantai dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "tapi kenapa? kenapa hak ini terjadi padaku? aku telah kotor, siapa yang akan menerima janda seperti ku? hiks...hiks..." gadis itu menangisi nasibnya.


dunia selalu tak adil padanya. ayahnya saja tak menganggapnya sebagai seorang anak, bahkan ia di siksa di depan ayahnya, apakah ayahnya perduli? tentu saja jawabannya tidak, Luna selalu di hina sebagai anak haram oleh ibu dan kakaknya.


hanya Claudia yang Luna punya, dan hanya sahabat itu saja yang bisa membantunya untuk menenangkan diri. namun Luna tak bisa keluar dari penjara istana ini, sebab seorang pria kejam yang telah mengikatnya disini, dengan tali pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2