TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 62


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


"hiks...mengapa hatiku sakit sekali...apakah aku jatuh cinta dengan nya? tidak mungkin, aku yakin aku tidak jatuh cinta pada pria brengs*k itu, tampaknya pria itu Tidak cukup satu wanita"


Luna berjalan kearah jendela besar dan menatap bangunan yang di penuhi langit malam. angin yang kencang sepertinya tanda tanda akan ada hujan turun. "apa nanti setelah aku bebas darinya, aku akan merasakan kebahagiaan" lirihnya tanpa sadar meneteskan air mata.


tiba tiba pintunya di ketuk seseorang. Luna segera menghapus air matanya dan berjalan untuk membuka pintu. Luna pikir itu seorang pelayan, namun yang berdiri di hadapannya adakah pria yang menurutnya pembohong besar. "ada apa kau datang kesini" ucap Luna datar tanpa ekspresi. "Luna apa kau marah padaku" tanya matheo pelan.


"untuk perkataan tadi pagi maaf, aku tak bermaksud mengatakan cinta padamu, aku hanya bercanda dan ingin menyemangati dirimu, agar kau cepat pulih"


"bercanda? kau menganggap sebagai sebuah candaan? aku telah mengetahui apa maksudmu tuan matheo, dan juga kau tidak perlu menyemangati diri ku, dan bahagialah dengan wanita yang kau cintai itu, tak usah pikirkan aku, setelah 6 bulan aku akan pergi dengan sendirinya, aku sadar siapa aku disini"


Luna menuruti pintunya. matheo kemudian meninggalkan kamar Luna dan menuju kamar pribadinya untuk segera menemui Arabella. Luna terduduk di lantai dan menangis disana. "dia menganggapnya sebagai sebuah candaan, dia pikir aku ini apa?"

__ADS_1


Luna melap air matanya dengan kasar. "sadar Luna, untuk apa kau menangis, bukankah seharusnya kau senang karna pria itu tak jahat padamu dan berubah semenjak kedatangan kekasihnya, ingat! seharusnya kau berterimakasih pada kekasihnya yang tak berguna itu"


keesokan harinya.


tampak Luna sedang menyiapkan sarapan. tiba tiba Arabella datang dengan anggunnya mendekati Luna. "selamat pagi" sapanya ramah.


"pagi" balas Luna sedikit cuek.


"apa kau marah karna semalam? maafkan aku jika aku membuatmu marah" ucap Ara dengan ekspresi bersalah nya. "tak usah meminta maaf padaku nyonya Bella karena aku tak peduli"


"katakan saja, aku tak memiliki banyak waktu"


semakin marah dengan jawaban Luna, Arabella pun berkata sama halnya dengan Luna, bahkan lebih ketus. "kau tau? aku dan matheo dalam waktu yang dekat akan segera menikah, dan jika pernikahan KONTRAK mu dengan matheo berakhir kau tau bukan apa yang harus kau lakukan" Arabella sebagai menekan kata kontrak agar Luna ingat siapa dirinya di mension ini.

__ADS_1


Luna menghentikan pekerjaannya, ia menatap wanita angkuh dihadapannya itu. "kau tak perlu mengingatkan hati diri ku nyonya Arabella, aku sudah tau posisi ku seperti apa disini. dan oh ya, aku pikir kau wanita yang sangat baik, karna saat kita pertama kali bertemu, kau terlihat wanita polos,lugu dan baik hati, tapi ternyata kau sama seperti wanita yang menginginkan suamiku, EGOIS"


arabella murka mendengarnya. saat ia ingin menampar Luna, dengan cepat Luna menangkap tangannya dan menamparkan ke wanita itu sendiri hingga Arabella terjatuh. bersamaan saat matheo turun untuk sarapan. matheo terkejut dan segera menghampiri Arabella.


"Ara, apa kau baik baik saja" ucap matheo khawatir.


"aku baik baik saja, aku tak tau mengapa Luna sekasar itu padaku" gumamnya kecil dan menatap Luna perlahan. Luna menjadi bingung dengan perubahan sikap Arabella saat didepan matheo. Luna merasa jika Arabella menyalahkan dirinya.


"Luna mengapa kau berbuat seperti ini pada Ara" ucap matheo sedikit meninggikan suaranya. "dia yang ingin menamparku, maka dari itu aku menangkap tangannya dan menamparkan pada dirinya sendiri" ucap Luna mencoba membela dirinya yang tak bersalah.


matheo menatap Arabella, namun dengan cepat wanita itu menggelengkan kepalanya. "itu tidak benar, Luna teganya kau berbohong"


"aku tidak berbohong, kalau kau tidak percaya kita bisa melihat cctv" ucap Luna membuat Arabella ketar ketir. "Luna Tidak usah membela diri, bukankah kau tau jika cctv ini dalam masa perbaikan, karna cctv milikku susah di dapat" ucap matheo marah pada istrinya yang kasar itu.

__ADS_1


yang ia tau Luna adakah gadis kemah lembut, namun ternyata Luna gadis yang kasar dan egois. "apa kau tidak percaya padaku matheo? aku mengatakan jujur"


"cukup!!! kembali ke kamarmu" bentak matheo membuat Luna tersentak. Luna meneteskan air matanya dan berlari menuju kamarnya.


__ADS_2