TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 54


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


"Itu benar, kau jangan terlalu mendengarkan perkataan ayahmu matheo, dia memang cukup keras kepala" ujar David yang tiba tiba masuk bersama Felica. Tak lupa dengan Chelsea dan juga Devano disana.


"Kau tidak usah terlalu sedih matheo, kami yakin Luna akan segera pulih" ujar Chelsea berusaha menenangkan pikiran keponakannya.


Devano cuek, ia berharap semoga Luna tidak mengenalinya, ia ingin sekali melihat matheo menderita.


Matheo Tidka terlalu mendengarkan perkataan mereka semua. Yang di dalam pikiran matheo hanyalah Luna, Tidak ada yang lain. Setelah kepergian mereka semua, matheo tetap tidak berpindah dari tempatnya. Masih sama seperti tadi, ia hanya duduk dan menggenggam erat tangan Luna.


"Momy akan kembali ke Italia Alberto, momy harap kau tidak menambah beban pikiran cucu momy"


"Iya iya mom"


"Deddy" Tegur Ariana pada suaminya. Kemudian keempat orang tua itu kembali ke negara Italia, yakni mension utama yang ada disana. "Tuan, sebaiknya anda mengisi perut anda, sedari pagi belum makan, bahkan ini saatnya makan malam tuan"


"Kau saja yang makan Zayn, dan ingatlah biarkan sahabatnya Luna menemui nya setiap hari"


"Baik tuan"


"Sayang, kapan kau bangun dari tidur mu, kau sepertinya sangat suka di ranjang, mengapa kau tega padaku, ini sudah 2 Minggu kau meninggalkan ku" lirih matheo masih menatap wajah Luna. Matheo mencium kening Luna.

__ADS_1


Matheo mengingat saat dimana, ia mendorong Luna kedalam kolam renang, hanya karena rasa cemburunya. "Aku sadar, jika aku mencintaimu, maka dari itu aku selalu marah jika kau berdekatan dengan pria lain"


"Aku tidak ingin milikku di sentuh oleh orang lain, karna kau hanya milikku"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


keesokan harinya


matheo terbangun dari tidurnya. sama seperti biasanya, Luna masih belum membuka matanya. matheo menuju kantor dengan asisten Zayn. dua pengawal berjaga di depan pintu ruang rawat Luna.


seorang wanita cantik dengan dress pendek setinggi lutut berjalan menarik kopernya. dengan senyuman manis mata berwarna biru dengan lesung pipi di wajahnya, membuat wanita itu bisa dikatakan sempurna. apalagi bentuk tubuhnya yang seperti gitar spanyol, tinggi badan pun cukup terbilang idaman.


"pak adelio apa kabar" sapanya dengan ramah


"Alhamdulillah saya baik nona"


"syukurlah, bagaimana dengan mom and ded"

__ADS_1


"nyonya dan tuan besar baik baik saja, mereka menunggu kepulangan anda"


"benarkah"


"benar nona"


"kalau begitu tunggu apa lagi pak, ayo kita jalan" ujarnya bersemangat yang menggebu gebu membuat pak adelio menggelengkan kepalanya. 'hai matheo, aku kembali, bagaimana kabarmu, aku yakin kau pasti merindukan ku'


Arabella, seorang gadis cantik berpendidikan tinggi dan pandai melukis. Arabella cinta pertama matheo. gadis yang berhasil menaklukkan seorang hati matheo, namun karna ia ingin mengejar cita cita, ia terpaksa harus meninggalkan matheo hingga matheo patah hati dan memiliki seorang kekasih untuk mengobati rasa luka di hatinya. namun kekasih nya itu berkhianat sehingga membuat ia tak percaya lagi dengan yang namaua cinta.


Arabella gadis yang baik, namun ia juga egois, apa yang menjadi miliknya tidak boleh berada di tangan orang lain, maka ia akan berusaha kembali memiliki nya. "nona jangan melamun, pasti nona memikirkan tuan matheo"


"pak adelio tahu saja"


"maafkan bapak kalau lancang nona, setahu bapak, menurut informasi dari tuan besar, tuan matheo sudah menikah"


deg


Arabella sakit mendengarnya, Tidak mungkin, dulu matheo mengatakan tidak akan menikah sebelum dirinya kembali, namun matheo akan memiliki seorang kekasih itu ik dijadikan pelampiasan saja. jika dirinya kembali, maka matheo berjanji akan menikahinya.


sementara matheo.

__ADS_1


pria itu kembali kerumah sakit dengan wajah sendunya. bagaimana Tidak, sang istri masih betah dengan tidurnya. tidak ada jalan selain menunggu Luna sadar.


__ADS_2