TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 77


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


pagi harinya.


kini matheo kembali ke kediamannya, ia masuk dengan wajah dinginnya. "dimana istriku" tanya matheo datar kearah semua pelayannya yang sedang menyambutnya.


"JAWAB AKU, DIMANA ISTRIKU" teriak matheo menggelegar seisi mension, Arabella yang memang saat itu sedang berada di dapur memasak ramen untuknya, tiba tiba ia terkejut mendengar teriakan matheo.


"matheo? kapan dia pulang, dan kenapa dia berteriak" ucap Arabella bingung sekaligus senang karna pria itu ternyata pulang lebih cepat, ia pikir matheo akan berada di London selama seminggu.


"sayang kamu sudah pulang" ucap Arabella memeluk tubuh kekar matheo.


matheo yang melihat kedatangan Arabella dan juga memeluknya, tiba tiba saja emosinya semakin meluap luap, kala wanita didepannya ini yang membuat Luna nya pergi dari kehidupannya. matheo melepaskan pelukan Arabella dengan kasar, membuat Arabella menjadi bingung.


"sayang, ada apa" tanyanya

__ADS_1


"kalian semua bubar"


seketika seluruh pelayan mension bubar mengerjakan pekerjaannya masing masing, matheo menatap tajam Arabella, membuat gadis itu menelan ludahnya dengan kasar. "jawab pertanyaan ku, siapa kau berani menyuruh Luna pergi dari hidupku" ucap nya tajam dan menusuk hati.


"matheo, apa maksudnya ini, bukankah kau seharusnya senang dengan kepergian Luna, dan untuk biaya denda nya karna meninggalkan kontrak sebelum 1 tahun, aku yang akan membayarnya untukmu"


Plakk


Arabella memegang pipinya akibat tamparan yang ia terima dari matheo. ia tak menduga jika pria yang ia cintai melakukan ini padanya. "matheo, kau menamparku"


"matheo apa maksud mu,jadi selama ini kau tidak mencintaiku, tapi mencintai Luna" teriak Arabella di depan wajah matheo.


plakk


"jangan berteriak di depan ku, siapa kau berani berteriak hah!!" matheo yang memang sudah emosi dan tidak bisa tidur dari semalam, tanpa sadar ia menyakiti seorang wanita.

__ADS_1


"teganya kau" ucap Arabella marah, wanita itu meneteskan air mata.


"katakan padaku, dimana Luna berada"


"heh, lebih baik aku mati ditangan mu dari pada aku harus merelakan mu hidup bahagia dengan wanita murahan itu"


"istri ku bukan wanita murahan seperti mu, kau tau? kau itu seperti sebuah batu kerikil tak berharga, sementara Luna adalah berlian terindah dimataku dan sangat mahal dan sulit untuk didapatkan, kau tidak berhak mengatakan istriku murahan, mulai saat ini kita bukan apa apa lagi"


"dan pergi dari kediaman ku" teriak matheo kembali.


"pengawal, antar wanita ini kerumah keluarganya dan bawa semua keluarganya ke negara terpencil, dan mereka tidak diizinkan mengakses negara manapun"


setelah mengucapkan hal itu,matheo meninggalkan Arabella yang masih mematung di tempatnya. namun setidaknya, ia menyembunyikan semua data keberadaan Luna, dan hanya dia yang tahu, matheo pun tidak akan bisa menemukan keberadaan nya.


"arghhh....Luna!!! kau lari ke ujung dunia sekalipun, aku akan tetap mencarimu...Arghhh" teriak matheo menghancurkan seisi kamarnya hingga kaca jendela besar pun terdengar sangat keras dari bawah, matheo meninju kaca besar itu hingga tangannya terluka cukup parah.

__ADS_1


darah segar mengalir hingga memenuhi lantai ruangan, matheo tidak peduli sama sekali, ia meminum wine nya dan tertawa sinis. "aku pasti akan menemukanmu dan menghukum mu Luna, karna kau berani meninggalkan hati ku" sinis matheo dan meminum wine nya.


__ADS_2