
πππ
"buat apa aku memikirkan hal yang tidak penting" ucap Luna tak perduli, ia ingin segera beristirahat untuk memulai hari selanjutnya.
Luna menutup jendela kamarnya, ia mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, kemudian ia mematikan lampu untuk segera tidur.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
keesokan harinya.
seperti biasa Luna kembali masuk bekerja, ia menatap kan kakinya di lantai restoran mewah tempat ia bekerja. ia mulai mengenakan pakaian kerjanya, ia juga melayani pelanggan dengan baik.
tanpa sengaja Luna melihat seseorang menggunakan topi koboi berwarna hitam serta jas panjang di tubuhnya. ia terlihat seperti mafia di tv yang Luna lihat. "apa dia dari tadi sudah berada disana" tanya Luna pada hikiko yang kebetulan lewat.
"ya kau benar, dia sedari tadi berada disana dan hanya memesan jus hingga 3 kali"
"mengapa aku menjadi curiga jika ia orang jahat"
"hust Luna, kau tidak boleh berkata seperti itu"
__ADS_1
"iya aku tau, aku hanya menebaknya saja"
Luna tampak berfikir keras, namun karna luna malas untuk terlalu memikirkannya, Luna memutuskan untuk kembali bekerja.
"bagaimana"
"dia sedang bekerja, tenang saja aku akan selalu mengawasinya" ucap pria misterius dengan sambungan telfonnya.
"jangan biarkan dia lolos, aku ingin kau menangkapnya dan membawanya kehadapan ku"
"siap tuan"
setelah mematikan sambungan telfonnya, pria itu menuju dapur, ia mulai menjalankan rencana, ia akan berpura pura ke toilet yang memang dekat dapur, kemudian menyuruh anak buahnya mematikan lampu, dan di saat itu juga ia akan menculik Luna.
dan ia langsung mengunci dan membuka Luna hingga wanita itu terpingsan dibuatnya. Luna dibawa kedalam mobil mewah dan dibawa menuju suatu tempat. semua orang restoran semoga panik, namun setelah lampu dinyalakan kembali semua kembali normal.
"Dinda apa kau melihat Luna" tanya hikiko dengan wajah khawatir.
"tidak, memangnya ada apa dengan Luna?"
"tadi ia sedang mencuci piring, sekarang ia Tidak berada didapur, aku juga melihat pecahan piring di lantai"
"mungkin Luna sedang pergi sebentar, siapa tau Luna membuang sampah"
"aku sudah mencari Luna di tempat pembuangan sampah, dia tidak ada disana, dan aku juga sudah memeriksa seluruh toilet restoran, serta ruangan lainnya"
__ADS_1
"mungkin Luna pulang lebih dulu"
"itu tidak mungkin, Luna bukan tipe anak yang suka bolos bekerja"
Hikiko merasa curiga dengan kejadian mati lampu tadi, ia kemudian menuju ruang kamera cctv dan bertemu security disana. "pak izinkan saya untuk melihat cctv karna sahabat saya hilang"
"baiklah, silahkan nona"
kemudian Hikiko melihat seluruh rekaman cctv, disana ia melihat Luna sedang mencuci piring dan setelah itu tidak terlihat gambar lagi. "pak apa cctv ini rusak" ucap Hikiko pada security itu.
"saya rasa tidak non, tapi bapak juga tidak tau jika akan seperti ini"
"baiklah kalau begitu terimakasih pak"
Hikiko kembali menuju dapur, ia merasa bingung dengan keadaan Luna. "coba aku tunggu sampai nanti, mungkin saja yang dikatakan Dinda benar, Luna sedang keluar atau pulang lebih dulu"
sementara itu.
Luna kini membuka matanya, ia berada di ranjang luas dan kamar yang megah. ia menatap bingung ke sekeliling kamar, ia berada dimana? apa dia berada di mension suaminya lagi.
namun tiba tiba seorang pria tampan berwajah blesteran masuk dengan senyuman manis di wajahnya.
"hai Luna apa kau ingat dengan ku"
"siapa kau"
__ADS_1