TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 15


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


matheo kembali menaruh pisau kecil itu di dalam laci. ia membiarkan Luna menangis merasakan pedih di kedua pahanya. pria itu bersedekah dada, menatap gadis itu dengan lekat. ia merasa janggal dengan Luna, apakah ia yang kurang mencari informasi tentang gadis itu.


"jika terulang lagi, siap siap saja kau akan merasakan yang lebih parah dari ini" ancam matheo tak main main. ia merasa bahwa Luna mempermainkan kekuatannya, ia kira Luna tak takut padanya. karna terlalu banyak mengeluarkan darah, Luna akhirnya terjatuh pingsan di atas lantai. matheo menepuk nepuk pipinya. "hei, tidak usah berpura pura, atau aku akan kembali melakukannya" ucap matheo berusaha membangunkan gadis itu.


matheo merasa panik, ia menelfon dokter pribadinya untuk segera ke perusahaannya. matheo membawa tubuh Luna ke atas ranjang, tak peduli ranjangnya kini di penuhi oleh darah gadis itu.


tak lama, dokter Jonathan datang dengan perawatnya membawa perlengkapan medis. Jonathan merupakan sahabat matheo saat SMA, sudha tak heran jika mereka akan bertengkar terlebih dahulu.

__ADS_1


"mengapa bisa seperti ini? kau apakan dia?" ucap Jonathan marah, karna sahabatnya itu begitu bodoh. "kau tidak usah banyak bicara, cepat obati dia, atau aku yang membuatmu berobat" sinis matheo tak suka saat sahabatnya memberikan perhatian pada istrinya.


Jonathan hanya bisa mendengus kasar mendengar jawaban sahabatnya itu. lalu Jonathan mengobati luka Luna dan memberikan salep pereda rasa nyeri. "berikan vitamin ini padanya, jika kau biarkan terlalu lama, mungkin dia akan kehabisan banyak darah" jelasnya namun di acuhkan oleh sahabatnya yang arogant itu.


"siapa gadis ini? cantik sekali dia"


"tidak usah memuji istriku"


"bukan urusan mu" ketus matheo ingin Jonathan cepat cepat pergi dari perusahaan nya. "mengapa ia bisa terluka separah ini? kau apakan dia" tanya Jonathan dengan tatapan menyelidik,merasa matheo menyembunyikan sesuatu darinya.

__ADS_1


"bukan urusan mu"


Jonathan menghela nafasnya dengan berat. ia menatap sahabatnya dengan lekat, lalu menepuk bahunya. "aku hanya mengingatkan mu, bahwa seorang wanita setia tidak akan pernah memaafkan pria yang ia cintai menyakiti perasaannya"


"kami menikah karna sebuah urusan bisnis, di antara kami tidak ada perasaan satu sama lain, aku tidak perduli ia akan membenciku, yang jelas, aku menikahinya karna ia ingin melunasi utang utang ayahnya yang penjudi itu"


"aku tau perasaan mu bro, hanya saja, aku berharap kau tidak menyesal saat ia menjauh darimu, kau tidak ingat kisah cinta mom dan Deddy Alberto? mom Ariana meninggalkan ded Alberto karna sebuah kekejaman ded alberto"


"tidak usah membahas masalah itu, ingat saja uncle Daniel yang begitu playboy, aku yakin itu menurun padamu" sinis matheo merasa kesal dengan sahabatnya itu, yang membahas tentang ayah dan ibunya.

__ADS_1


"aku hanya mengingatkan mu, jika kau membuangnya aku siap menampungnya, meski ia bekas mu, tetapi aku tetap akan menjadikannya istriku" ucap Jonathan dengan serius kemudian meninggalkan perusahaan sahabatnya.


matheo tak pernah melihat Jonathan sangat serius, karna pria itu selalu bermain main dengan perkataannya, dan jika oria itu serius, berarti ia tak main main dengan ucapannya. matheo menatap wajah teduh Luna yang masih terpejam. apakah ia sudah keterlaluan? namun ia tak salah, ia menikahi Luna hanya untuk di jadikan sebagai boneka nya saja


__ADS_2