TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 8


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


berbeda dengan luna, gadis itu merasa sangat tersiksa. baru pertama kali menjadi istrinya tuan matheo, ia harus merasakan siksa neraka dalam istana megah ini.


Luna benar benar merenungi nasibnya, Luna merasa ia tak melakukan kesalahan, namun ia bingung, mengapa orang orang begitu membencinya.


"bagaimana keadaan gadis itu"


"nona Luna tampak merenungi kesalahannya tuan" ucap asisten Zayn melita di layar komputernya yang memunculkan gambar Luan dalam rekaman cctv.


matheo menyeringai seperti raja iblis, dengan entengnya ia menaruh gelas berisi wine itu di atas nakas.


"bawa dia kemari, masih ada hukuman yang harus ia terima"


Zayn menghela nafasnya, pria itu merasa jika tuannya itu sangatlah berlebihan. nona Luna tidak melakukan kesalahan saja dihukum dengan cara jahat seperti itu, apalagi jika nona Luna benar benar melakukan kesalahan.


"baik tuan" hanya kata kata itu yang mampu ia lontarkan. daripada ia akan menjadi santapan para buaya peliharaan tuannya itu.


'berani masuk kedalam hidupku, akan ku pastikan kau hidup bagaikan orang yang tak memiliki tujuan hidup Luna atmajaya' batinnya dengan seringai licik dan mata tajamnya yang menyeramkan itu.

__ADS_1


tiba tiba ponselnya berdering membuat ia mengalihkan pandangannya menuju ponselnya.


tertera nama wanita yang selama ini masih marah padanya, akhirnya menghubunginya membuat hatinya menghangat seketika.


"halo mom"


"dasar anak durhaka, dulu di suruh menikah tidak mau, sekarang menikah tanpa persetujuan dari momy, kau benar benar ingin menjadi anak durhaka hah!" tampak ariana marah dengan putranya itu.


"I miss mom, how many months have you been mad at me" ucap matheo tanpa menjawab perkataan ibunya. Ariana tentu saja merasa terharu, selain di cintai oleh suaminya, putranya itu benar benar menyayanginya.


"momy tidak bisa menemui menantu momy, karna kau berada di negara Indonesia, bukan depan Momy akan ke Indonesia bersama zanetta"


matheo tentu saja sangat senang mendengarnya. setelah ibunya itu memutuskan sambungan telfonnya, tiba tiba pintu kamarnya terbuka. munculah asisten Zayn dengan Luna yang mengekor di belakangnya.


"tuan, ini nona Luna tuan"


"kau pergilah, aku ingin berbicara berdua dengannya"


Zayn menurut, pria itu menutup pintu, tak lupa depan kamar matheo seleksi ada pengawal yang berjaga.

__ADS_1


"kemari" dinginnya.


Luna menurut, ia mendekati suaminya dengan gaun panjangnya itu. Luna diam menundukkan kepalanya. matheo bisa melihat dengan jelas, hidung Luna yang merah dan mata yang sedikit sembab.


"apa kau sudah merenungi kesalahan mu?"


"sudah tuan" dari pada memancing kembali emosi pria gila didepannya ini, mending ia mengaku salah saja, pikir Luna.


"kau tau kan? aku sangat tidak suka wanita bodoh sepertimu, gadis miskin seperti mu hanya pantas untuk menjadi budak ku, kau tak pantas bersanding dengan ku, maka dari itu ingatlah dirimu disini" sinis nya meremehkan Luna.


"saya sangat sadar diri tuan, kau tak perlu mengingatkan ku siapa aku, karna aku tau, disini aku hanyalah wanita bayaran mu " ucap Luna dengan bibir gemetar berusaha melawan rasa takutnya.


wajahnya yang putih pucat dan begitu cantik namun menyedihkan, bola mata coklatnya itu sangat jauh berbeda dengan bola mata matheo yang berwana biru lautan.


matheo yang melihat ekspresi Luna seperti itu, membaut ia marah, harinya merasa sakit.


ia mencengkram kuat kedua bahu wanita itu hingga bibir mungil itu mengeluarkan suara rintihan.


"kau sepertinya sangat suka aku mengurung mu di tempat tadi" geram matheo dan menarik tangan Luna agar mengikuti langkah kakinya.

__ADS_1


__ADS_2