
πππ
Luna berjalan menyusuri jalanan kota, dengan pohon sakura yang menghiasi jalanan kota membuat indah dan nyaman pemandangan.
Luna duduk di sebuah kursi dekat danau hijau di depannya. angin menambah kesan indah disana, dengan angsa yang berenang didalam danau tanpa takut buaya memangsanya.
"apa aku bunuh diri saja? agar aku terbebas dari siksa dunia ini" lirihnya meneteskan air mata dan perlahan beranjak dari tempat duduknya. perlahan ia mulai memasuki danau yang tampak tenang saat Luna memasuki air tersebut.
perlahan tubuhnya mulai hilang, namun saat hampir tenggelam kedalam danau, tiba tiba seseorang menariknya paksa dan menggendongnya. orang tersebut menggendong tubuh Luna dan kembali membawanya kembali ke permukaan.
"mengapa kau menolong ku? aku ingin mati saja"
"apa kau sudah gila? bunuh diri bukan berarti menyelamatkan mu dari siksa dunia, justru kau akan menangis meminta untuk dihidupkan kembali"
"aku tidak kuat menanggung beban ayahku, aku tidak sanggup"
"sebenarnya mengapa kau sampai ingin bunuh diri?" tanya orang itu begitu penasaran dengan kehidupan Luna.
"kau tidak akan mengerti"
__ADS_1
"aku akan mengerti, siapa tau aku bisa membantumu" ucap pria tersebut.
kemudian pria itu duduk disamping Luna dengan kemeja basahnya, akibat menolong Luna tadi. ya, dia sempat melihat saat Luna masuk kedalam danau dengan tatapan kosong, ia yakin jika Luna mencoba untuk bunuh diri, maka dari itu ia menyelamatkan nya.
"aku dipaksa menikahi pria tua untuk melunasi utang utang ayahku oleh ibu tiriku" lirih Luna menunduk menahan tangisnya.
"hanya itu saja, kau berniat bunuh diri?" ucap pria itu terkejut, ia merasa Luna begitu bodoh, hanya karna masalah itu gadis itu ingin mengakhiri hidupnya.
"apa yang harus aku lakukan? utang ayahku begitu banyak, aku tak sanggup membayarnya, aku juga tak mau menikah di usiaku yang masih muda"
"siapa namamu?"
"Luna"
"tidak usah panggil nona, Luna saja"
"baiklah Luna, aku bisa membantumu namun tergantung kau menerimanya atau tidak"
"apa itu? coba katakan"
__ADS_1
"tuan muda kami dipaksa oleh sang ibu untuk segera menikah agar memiliki keturunan, namun tuan muda menolak karna ia masih ingin menikmati masa lajangnya, namun ibunya tetap memaksa kalau tidak ia akan dicoret dari kartu keluarga, maka dari itu tuan muda menyuruhku untuk mencari wanita yang masih virgin untuk melahirkan seorang pewaris di keluarga Alberto"
"keluarga alberto!" pekik Luna terkejut mendengar nama sang penguasa.
"kau benar, tuan muda ingin menikah dengan seorang gadis dan membuat perjanjian selama 1 tahun, jika masa kontrak telah habis dan gadis itu melahirkan anak untuknya, maka gadis itu akan diceraikan dan diberi uang sebesar 5 miliar"
jiwa miskin Luna seketika meronta ronta, namun ia kembali terdiam, apa maksud pria didepannya ini menceritakan pribadi seseorang padanya.
"jadi maksudnya?"
"jika kau menerima tawaran tadi, maka aku akan membawamu ke tuan muda, dan semua utang ayahmu akan lunas"
"jadi maksudmu kau ingin aku menjadi istri kontraknya selama 1 tahun?"
"kau benar"
"tapi, bukankah Sudja aku katakan aku tidak mau nikah muda, apalagi dengan seseorang yang berkuasa, aku tak pantas berada di samping tuan mu itu"
"kau pantas, aku harap kau tidak menyesal dengan keputusan mu" ucap pria itu segera meninggalkan Luna.
__ADS_1
"benar juga, lagian juga menikah dengan orang yang masih muda itu wajar kan? dari pada aku menikah dengan juragan ikan itu mending aku menikah dengan tuan muda saja" ucap Luna kembali berfikir.
"tunggu" teriak Luna mengejar pria itu, membuat langkah kaki pria itu terhenti