
πππ
setelah puas memandangi tubuh istirnya, matheo banyak meninggalkan bekas tanda kepemilikan di sekujur tubuh Luna. tapi saat matheo menyatukan miliknya dengan Luna, barulah ia tersadar jika Luna masih wanita virgin. melihat itu barulah matheo terkejut, apalagi ia melihat wajah Luna yang tampak mengigit bibir bawahnya, berusaha untuk tidak berteriak.
Luna hanya pasrah, ia menoleh ke samping, ia tidak mau melihat matheo, ia merasa hidupnya sudah hancur. tapi saat melihat suaminya berhenti melecehkannya, barulah Luna menatap ke arah suaminya.
melihat matheo yang mulai menjauh, barulah Luna sadar dan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya,Luna menangis di dalam selimut.
"bodoh, brengs*k, kau bajing*n" teriak Luna dalam hati. bagaimana tidak, barusan ia telah menerima perlakuan kasar, padahal ini pertama kali melakukannya dengan seorang pria.
melihat pipi Luna yang memerah dan air matanya yang mengalir, membuat matheo sadar, ia baru saja kehilangan kendali.
matheo merasa bingung, mengapa ia marah saat melihat Luna dengan devano begitu dekat. apalagi terlihat Luna sangat tidak perduli saat ia bermesraan dengan wanita lain. hal itu membuat emosi matheo meledak ledak.
__ADS_1
tetapi, sesat ia tau jika Luna Masih suci, yang artinya Luna sama sekali tidak pernah melakukan hal intim itu dengan pria mana pun, apalagi Luna benar benar menjaganya dengan sangat baik. muncul sebuah penyesalan di hati matheo.
bagaimana tadi ia menampar, menghina dan mencaci maki Luna sama seperti perempuan murahan di luar sana. ternyata Luna wanita baik baik yang menjaga kehormatan nya. bahkan Luna tak memberikan mahkotanya pada pria manapun.
tetapi itu juga membuat matheo merasa sangat puas dan senang. ternyata ia menikahi seorang gadis yang masih virgin. dan gadis yang ia nikahi adalah gadis polos yang lemah lembut.
"kau akan ku lepaskan hari ini, jangan membuatku emosi lain kali, atau aku akan melakukan lebih dari ini, sudah wajar aku mendapatkan hak ku dan tanggung jawab mu sebagai istri" bisik matheo pada Luna yang kini sudah tertutup dengan selimut tebal.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
keesokan harinya.
Luna terbangun dari tidurnya, ia menuju kamar mandi sedikit terseok Seok. Luna merendam tubuhnya dalam bet up. rasanya ia ingin sekali pergi dari muka bumi. pipinya memerah mengingat kejadian semalam yang menimpa dirinya. "dasar pria aneh, monster Utara kutub, lihat saja aku akan membalas mu nanti" gerutu Luna merasa tubuhnya sakit semua.
Luna bergegas bersiap siap, ia sudah meminta izin Arta agar kembali bekerja. maka dari itu Luna bangun lagi sekali. Luna mengenakan kemeja panjang dengan celana jeans berwarna hitam. ia mengurai rambutnya agar terlihat sedikit menawan. kemudian Luna membawa tas tangannya dan menuruni tangga.
saat ia turun, ia melihat matheo dengan Arabella sedang sarapan. Luna berjalan lurus tak memperdulikan mereka. matheo tau jika Luna sedang meninggalkan mension, ia menyuruh pengawalnya untuk mengikuti Luna dan mengawasinya.
Arabella sedikit bingung dengan matheo yang sering melamun, apalagi matheo baru memakan makanannya sedikit. "sayang apa kau baik baik saja"
"aku baik baik saja, kau makanlah yang banyak agar tidak sakit, aku harus segera pergi ke kantor" ucap matheo lembut dan mengelus pucuk rambut Arabella. wanita itu tersenyum dan mengangguk kan kepalanya. ia melihat kepergian matheo dengan hari yang berbunga bunga.
__ADS_1