TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM

TERPAKSA MENIKAHI MAFIA KEJAM
Halaman 21


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


"apa kau terus menerus berdiri disitu hah! " teriak matheo membuat semua nya terkejut. rasanya matheo ingin marah terus pada Luna. Sarah tersenyum penuh kemenangan saat Luna di marahi oleh matheo.


"tapi tuan, bukankah Anda yang menyuruh saya untuk menunggu anda selesai makan" ucap Luna hari hari, takut suaminya semakin marah. "kau Bernai membantah perkataan ku hah!!!" semakin marah, akhirnya matheo yang benar benar kesal menggebrak meja dan berdiri dari duduknya.


pria itu menarik tangan Luna hingga Luna sulit untuk mengimbangi langkah kakinya. paha Luna yang masih terasa nyeri terpaksa harus Luna tahan, takut matheo semakin menyiksanya.


"tuan..ini sakit...lepaskan tangan saya tuan" ucap Luna berusaha melepaskan cengkraman tangan suaminya. matheo mendorong Luna kasar hingga terbentur kaki ranjang. namun Luna tahan semua itu, daripada ia harus kembali menerima amarah dari sang singa lapar.


Prang!


matheo menendang meja di dalam kamar yang terbuat dari kaca hingga kini meja itu pecah tak terbentuk. Luna sedikit berteriak karna merasa sangat takut melihat kemarahan suaminya yang seperti iblis neraka yang siap menariknya masuk kedalam neraka kapan saja.

__ADS_1


"KAU TAU KAN APA KESALAHAN MU" bentak matheo di depan Luna dengan mencengkram pipi chubby luna.


"maafkan saya tuan" lirih Luna mulai berlinang air mata, lantaran sulit menahan rasa takutnya. tubuhnya bergetar hebat, matanya terasa kunang kunang, pendengaran nya sedikit sayup sayup. namun matheo tak membiarkan Luna untuk pingsan, ia semakin kuat mencengkram pipi Luna hingga gadis itu meringis kesakitan.


"apa kau tidak bisa tidak membantah perkataan ku! dasar wanita murahan" teriak matheo semakin marah mengingat hal itu. "ohh atau jangan jangan, anak haram yang dilahirkan oleh seorang wanita murahan seperti ibumu, maka dari itu kau menurun sifatnya" sinis matheo.


Luna menatap suaminya dengan perasaan marah,sedih,kecewa, semua bercampur jadi satu. "mungkin kau mengataiku seperti itu tuan, tetapi jangan kau menghina ibuku" ucap Luna merasa marah. matheo justru tertawa sangat keras. tiba tiba ponselnya berbunyi membuat ia berhenti melancarkan amarah nya yang masih terbendung.


"maaf tuan, apa tidak jadi anda sayang ke acara penting ini tuan"


"lalu bagaimana dengan nona Luna tuan?"


"ia juga ikut, namun ia akan ku kenalkan sebagai pelayan pribadi Sarah" ucap matheo dengan santai dan menatap Luna yang sedang menundukkan kepala dan menangis dengan tatapan merendahkan.

__ADS_1


"baik tuan"


"bangun" ucap matheo dengan pelan, namun Luna masih tak bergeming dari tempat duduknya hingga membuat matheo kembali murka. "APA KAU TULI? AKU BILANG BANGUN BODOH!!!" teriaknya.


Luna perlahan berdiri dari duduknya, ia memilih menundukkan kepalanya dari pada harus menatap wajah suaminya yang seperti raja iblis. matheo mencengkram kembali pipi Luna dengan kasar.


"dengar, sebentar lagi pelayan akan membersihkan kamar ini, dan kau kembalilah ke kamarmu karna pelayan akan membawakan pakaian untukmu, dan kali ini aku telah memaafkan mu" ucap matheo dengan dingin dan melepaskan cengkraman nya dengan kasar.


matheo keluar dari kamar meninggalkan Luna yang masih berdiri di tempatnya. Luna masih menangis dengan tatapan kosong. mengapa dia i begitu kejam untuknya? ia merindukan Claudia, sahabatnya. Luna yakin gadis itu bersusah payah mencarinya. Luna pun menuruti permintaan suaminya, ia kembali ke kamar pribadinya dan benar saja, disana ada beberapa pelayan membawa semua keperluan wanita.


"maaf nona, anda diperintahkan tuan matheo untuk segera membersihkan tubuh anda, dan kami akan merias anda" ucap para pelayan dengan sopan.


"aku tidak membutuhkan mek up itu, aku hanya menggunakan crime dan lipstik merah muda itu saja"

__ADS_1


"baik Nona"


__ADS_2