
🍀🍀🍀
keesokan harinya.
Luna seperti biasa, ia akan selalu bangun lebih awal. ia keluar dari kamarnya dan segera turun menuju ruang dapur membantu para chef dan pelayan. Luna menundukkan kepalanya saat 4 pelayan wanita sedang menatapnya dengan angkuh.
"heh! enak ya baru bangun,kita dari jam 4 pagi tau bangunnya,Lo enak jam 5 bangunnya" sahut angela dengan wajah kesalnya menatap tak suka pada Luna. "maaf, tapi aku tidak sengaja, aku ketiduran tadi"
"alasan aja, cuci piring tuh, numpuk tau" bentak Siska membuat Luna sedikit takut. apa yang harus Luna lakukan? ingin sekali ia melawan, akan tetapi, ia takut suaminya itu marah padanya dan menghukumnya seperti semalam. "baiklah akan aku kerjakan" Luna menghela nafasnya dengan berat, ia melangkahkan kakinya menuju westapel untuk mencuci piring. setalah mencuci piring, Luna segera menyiapkan semua sarapan suaminya, ia harus benar benar mengingat semua tugas yang ada. si buku perjanjian itu.
tak lama, matheo turun dengan setelan jas lengkap, ia terlihat sangat tampan sekarang, membuat semua pelayan wanita terkagum dan diam diam menatapnya. Luna menundukkan kepalanya saat matheo sampai di dekatnya dan duduk di kursinya. "selamat pagi tuan" sapa Luna yang tak di sahuti oleh pria itu.
__ADS_1
Luna hanya diam dan terus menundukkan kepalanya, matheo perlahan memakan makanannya, hingga terdengar suara langkah kaki yang tak asing di telinganya. "hai brother aku merindukanmu" ucap seorang pria membuat matheo bergidik.
pria dengan wajah blasteran anak dari sahabat granma nya Olivia, siapa lagi jika bukan Devano. "ada apa kau kesini" ucap matheo dengan datar. "kau ini tak pernah berubah dari dulu, apa kau tidak merindukan ku?" tanya Devano dengan genit membuat matheo merasa geli mendengarnya.
"bisakah tidak usah mengucapkan hal menjijikan itu" ucap matheo dengan tajam.
"siapa gadis manis ini" tanya Devano saat melihat Luna yang berdiri dengan menundukkan kepalanya. "dia hanya pelayan ku, memangnya kenapa?" tanya matheo sedikit tak suka saat Devano menanyakannya.
"cihh, aku tidak akan pernah jatuh cinta pada siapapun"
"baiklah² aku mengerti"
__ADS_1
keempat pelayan wanita yang memang sangat tak suka pada Luna menertawakan gadis itu, karna tak di anggap sebagai istri oleh tuan mereka. "kau lihat, gadis itu bukan lah apa apa bagi tuan matheo" sinis Angela di ikuti tawa teman temannya. Luna berusaha untuk tidak menangis di depan seluruh orang yang ada di dalam mension. Luna tau, dia hanya seorang pelayan matheo saja, ia mungkin seorang istri,namun ia hanyalah istri di atas kertas bagi matheo.
Luna tak pantas bersanding dengan matheo, yang merupakan seorang tuan penguasa,sementara dirinya hanyalah rakyat jelata yang di angkat menjadi seorang ratu dalam istana. tapi apakah hak itu membuat Luna bahagia? tentu saja jawabannya tidak! karna matheo tak menganggap nya ada. matheo mengirim pesan singkat pada asistennya untuk membelikan Luna pakaian baru untuk ia bawa ke sebuah acara pesta besar besaran pada kalangan atas.
"apa kabar granma Felica"
"mom baik baik saja,ia sangat ingin bertemu dengan mu"
"aku akan ke Italia saat pekerjaan ku di Indonesia selesai, disini aku harus mengurus perusahaan ku"
"ya aku tau, kau adalah pria paling sibuk di dunia" sindir Devano pada keponakannya itu
__ADS_1