
πππ
"Tuan, ini pakaian yang anda butuhkan" ucap Zayn yang baru datang dengan beberapa makanan ditangannya. "Terimakasih Zayn, aku titip Luna, aku akan pergi sebentar saja"
"Baik tuan"
"Oh ya Zayn, beritahu max untuk datang ke mension ku, biar max dan 5 orang pengawal the Lion untuk mengatasi ibu dan kakak tiri Luna, buat mereka tersiksa, dan biarkan mereka menyesali perbuatannya pada istriku dulu"
"Baik tuan"
Zayn menurut, ia kemudian memberitahu asisten matheo yang kedua, yaitu max. Untuk mengatasi permasalahan matheo. Max mengerti, ia dengan 5 anak buahnya menuju mension matheo untuk melakukan tugasnya.
"Kapan anda bangun nona, tuan matheo sangat tersiksa dengan kepergian mu"
Tiba tiba dokter Jhonatan masuk kedalam untuk memeriksa Luna. Ia pun mulai mengecek kondisi Luna, apakah ada perkembangan. "Bagaimana ini, Luna semakin lemah, kemungkinan besar kami sulit membantu Luna Zayn"
"Apa kau tidak bisa membantu dengan cara lain, apapun itu"
__ADS_1
"Aku sudah melakukan yang terbaik, tapi menurutku, Luna lebih memilih alam bawah sadarnya, ada seseorang yang menjaganya disana"
"Darimana kau tau? Apa kau seorang peramal" sinis Zayn pada sahabatnya itu. Bagi Zayn Jhonatan terlalu percaya dengan alam ghaib. "Bukan begitu maksudku Zayn, Luna bukan terlihat seperti orang koma, melainkan ja terlihat seperti hanya tertidur biasa"
"Apa kau tidak lihat? Tubuhnya kurus, wajahnya pucat"
"Tapi lihatlah, Luna tersenyum" tambah Jhonatan membuat Zayn kembali menatap wajah Luna. "Percayalah Zayn, aku yakin matheo bisa membuat Luna terbangun, karna hanya matheo yang bisa, tergantung pria itu, karna Luna sebenarnya juga mencintai matheo"
"Luna tiska mencintai matheo" ungkap Zayn merasa tak percaya
"Mengapa kau terlihat tidak suka jika Luna mencintai Matheo? Apa kau suka padanya Zayn"
"Lalu?"
"Hanya saja, Luna memang bukan tipe wanita yang mudah jatuh cinta"
"Kau tidak tau Zayn, aku melihat Luna bagaimana ia menatap begitu dalam pada matheo, saat aku datang kemension matheo untuk mengobati Luna, dan matheo dengan devano tengah bertengkar saat itu"
__ADS_1
"Terserah padamu Jhon, aku tidak peduli, yang penting kau harus bisa menyelamatkan Luna, atau nyawamu yang tidak akan selamat"
"Ck, mengapa kau jadi mengancam ku" kesal Jhonatan pada sahabatnya yang bodohnya sama dengan matheo. Setelah kepergian Jhonatan, matheo kembali dengan rambut yang sedikit basah. Matheo duduk ditempatnya yang tadi, hanya itu yang dilakukan matheo semenjak Luna terbaring koma.
"Tuan, dokter Jhonatan mengatakan jika Luna sangat lemah, kemungkinan besar mereka tidak bisa membantu"
"Apa? Lalu bagaimana ini Zayn, aku tidak bisa kehilangan dia"
"Dokter Jhonatan mengatakan, jika hanya anda yang bisa membangunkan nona Luna tuan, dan Jhon merasa yakin jika nona Luna juga mencintai anda"
"Benarkah"
Tentu saja matheo menjadi bersemangat mendengarnya, namun matheo kembali lesuh saat melihat keadaan Luna yang sangat lemah, matheo takut Luna akan pergi meninggalkan nya.
"sayang, aku tidak akan memaafkan mu jika kau pergi meninggalkan ku, kau tau? kau membuat ku sangat gila" bisiknya dan mencium perlahan daun telinga Luna. matheo menatap ke arah layar Patient Monitor, keadaan Luna semakin melemah. hampir 3 Minggu Luna meninggalkan matheo, namun gadis itu belum juga sadar dari koma nya.
"apa kau ingin benar benar meninggalkan diriku? aku tidak akan memaafkan diri ku Luna, karna membuatmu seperti ini"
__ADS_1
matheo melemah, ia memeluk erat tubuh Luna dan menangis disnana